UNTUK INDONESIA
Profesor Herwandi Ciptakan 42 Motif Batik Artefak
Guru Besar Ilmu Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (Unand) Sumatera Barat, Herwandi, ciptakan 42 karya motif batik
Shazkia, seorang mahasiswa Universitas Andalas menampilkan batik karya Prof. Herwandi dengan motif \\'Ayam Balatiang\\'. (Foto: Tagar/Rina Akmal)

Padang - Guru Besar Ilmu Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (Unand) Sumatera Barat, Herwandi, memiliki 42 karya motif batik yang telah dipatenkan dan telah mendapatkan sertifikat Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI).

Hasil karya Arkeolog Herwandi tersebut memilih motif dan pola batik yang berkaitan dengan unsur Minangkabau, alam sebagai pola hias rujukan hasil karyanya. Lebih signifikan, pria kelahiran Tanah Datar ini menjadikan artefak sebagai motif batik.

Karya-karya tersebut antara lain, Motif Menhir Pucuk Pakis, Garundang Mandi, Kabek Daun Kacang, Ayam Balantiang, Ayam Jantan, Layang-layang, Sakilek Ikan Dalam Aie, Tirai Bungo Paga, Batam Tigo Gayo dan Motif Daun Puluik-puluik.

"Sangat sedikit pengrajin batik yang mampu membuat motif baru di Sumbar," kata dia saat ditemui di Padang, Kamis, 10 Oktober 2019.

Selain sedikit, suami dari Gusti Mulia juga menilai tidak banyak pula pembuat motif baru mampu bersaing dipasaran. Kendalanya antaralain karena mereka belum memahami filosofi seni hias Minangkabau. Sehingga motif batik yang dihasilkan tidak sesuai dengan filosofi adat.

"Mereka lebih cenderung membuat motif batik penggambaran makhluk hidup yang sebetulnya harus dihindari," kata Herwandi.

Baca juga: Melongok Pasar Klewer, Pusat Batik Legendaris di Solo

Dia menyarankan, agar para pengrajin batik sesering mungkin diberikan pemahaman tentang nilai-nilai adat dan seni dalam hubungannya dengan motif-motif pola hias, khususnya yang dipakai dalam industri batik di Sumbar.

"Kemudian untuk rujukan bisa menjadi falsafah alam takambang jadi guru sebagai dasar utama dalam penciptaan pola hias atau filosofi adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah," kata dia.

Prof. HerwandiGuru Besar Bidang Ilmu Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Unand Prof. Herwandi. (Foto: Tagar/Rina Akmal)

Sementara itu, Wakil Rektor II Unand, Syafrizal, mengatakan hasil penelitian Prof. Herwandi sangat dekat dengan masyarakat dan dunia industri. Hal itu membuktikan penelitian dari guru besar Unand sangat kekinian dan sesuai kebutuhan zaman.

"Tentu hasil guru besar ini berguna bagi masyarakat dan dunia industri. Batik dan rumah dekat dengan keseharian masyarakat kita," kata dia.

Karya Herwandi soal motif batik membuktikan bahwa penelitian tidak hanya untuk sebatas penelitian saja, tapi telah sampai kepada hilirisasi bahkan paten dan menjadi produk industri. []

Berita terkait
Batik Nitik Resmi Jadi Produk Indikasi Geografis DIY
Motif Batik Nitik telah resmi memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HKI) berupa Indikasi Geografis DIY.
Ayu, Remaja Difabel Pembuat Wayang Lidi di Gunungkidul
Karya Wayang Lidi buatan Rofitasari Rahayu, remaja perempuan difabel asal Gunungkidul, telah didistribusikan sebagai souvenir bagi pelanconng.
Batik di Sumatera Barat Sudah Berkembang Sejak Abad 13
Profesor Herwandi dalam orasi ilmiahnya mengatakan, batik di Sumatera Barat sudah ada sejak abad ke 13. Berikut penjelasannya
0
Kasus Ikan Asin Galih-Fairus Siap Ke Meja Hijau
Berkas kasus 'ikan asin' oleh tiga tersangka Galih Ginanjar, Pablo Benua, dan Rey Utami saat ini telah P21 atau lengkap untuk disidangkan.