UNTUK INDONESIA
Pria di Pangkep Setubuhi Mayat Pacar
Pelaku pembunuhan di Pangkep menyetubuhi korbannya disaat sudah meninggal dunia.
Pelaku pembunuhan pacar sendiri di Pangkep sulsel ditangkap polisi. (Foto: Tagar/Lodi Aprianto)

Pangkep - Teka-teki kasus pembunuhan sadis terhadap, Sitti Umrah, 31 tahun, pedagang barang campuran di Pasar Rakyat Bonto-bonto, Kecamatan Ma’rang, Kabupaten Pangkep Sulsel, ternyata di bunuh oleh pacarnya sendiri, Amiruddin, 31 tahun. Polisi sebut jika pelaku ini juga sempat menyetubuhi korban saat sudah meninggal dunia.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulsel, Kombes Pol Agung Widjanarko mengatakan, sebelum korban dibunuh oleh Amiruddin, sang pacar, sempat disetubuhi atau diperkosa di Rumah Toko (Ruko) miliknya itu.

Pelaku ternyata dua kali menyetubuhi korban. Pertama, saat korban belum meninggal dunia dan kedua, setelah korban dibunuh.

Usai memuaskan nafsunya, ia kemudian beraksi dan menikam korban dengan menggunakan badik yang dibawanya hingga meninggal dunia.

"Pelaku sebelumnya ke rumah kekasihnya, tapi mereka terlibat adu mulut karena persoalan asmara. Kemudian, pelaku memaksa korban berhubungan badan. Tapi korban terus menolak dan terjadi pertengkaran mulut hingga pelaku gelap mata dan membunuh kekasihnya," kata Agung saat konfrensi pers dibilangan Jalan Hertasning, Kota Makassar, Sulsel, Jumat 13 Maret 2020 malam.

Setelah korban sudah tak bernyawa bersimbah darah, pelaku Amiruddin ini nampaknya belum puas menyetubuhi korban. Sehingga, pelaku lagi-lagi ingin memuaskan nafsunya mungkin untuk terakhir kalinya, karena Amiruddin kembali menyetubuhi korban saat sudah tak bernyawa lagi atau sudah meninggal dunia.

"Pelaku ternyata dua kali menyetubuhi korban. Pertama, saat korban belum meninggal dunia dan kedua, setelah korban dibunuh, pelaku ini kembali menyetubuhi korban," bebernya.

Agung Widjanarko menerangkan, jika korban dan pelaku telah menjalin asmara sejak dua tahun terakhir. Mereka sama-sama lajang atau belum pernah menikah sebelumnya. Akan tetapi, kisah asmara mereka berujung maut karena adanya orang ketiga diantara mereka.

"Mereka sudah lama pacaran, sudah dua tahun. Setiap paginya, pelaku ke toko korban untuk membantunya membuka pintu Ruko. Mereka sebenarnya masih bertetangga," jelas Agung.

Sebelumnya, asmara yang berujung maut ini bermula ketika pelaku yang tak lain kekasihnya sendiri mendatangi Rumah Toko (Ruko) korban sekitar pukul 13.00 WITA, pada kamis 12 Maret 2020, kemarin. Kemudian, pelaku meminta uang kepada korban sebesar Rp 500 ribu, tapi tak kunjung diberikan. Sehingga pelaku mulai emosi dan terjadi adu mulut.

Emosi pelaku kian memuncak, karena saat adu mulut, korban ini mengaku jika sebenarnya ia telah mempunyai kekasih lain. Tak terima diselingkuhi, pelaku inipun langsung membunuh korban dengan cara menikam pada bagian leher kanan, leher depan, dan pangkal tangan kanan. Kemudian, pelaku juga memukul korban sehingga mengalami luka lebam dada dan luka lecet di pereneum bawah.

"Motif pembunuhan ini adalah faktor asmara. Pelaku tak terima korban selingkuh dengan pria lain. Dan usai membunuh korban, ia kemudian melarikan diri dan bersembunyi di rumahnya," bebernya.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 340 KUHPidana subsider pasal 338 dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara selama-lamanya 20 tahun.

"Pelaku diserahkan ke Mapolres Pangkep untuk proses hukum lebih lanjut. Selain itu, dalam kasus ini juga, petugas berhasil menyita barang bukti berupa senjata tajam jenis badik yang digunakan membunuh korban serta sejumlah rokok," tuturnya []

Berita terkait
Selingkuh, Pedagang di Pasar Pangkep Dibunuh Pacar
Pelaku pembunuh korban tak lain kekasihnya sendiri Amiruddin, 32 tahun, karena motif cemburu, korban memiliki kekasih lain.
Pedagang Tewas Berlumuran Darah di Pasar Pangkep
Seorang pedagang barang campuran di Pangkep Sulsel, bernama Sitti Umrah, 35 tahun, ditemukan tewas mengenaskan dengan kondisi bersimbah di Rukonya.
Alasan Siswi SMP di Pangkep Rekayasa Penculikan
Pelajar SMP berumur 12 tahun di Kabupaten Pangkep, telah merekayasa penculikan terhadap dirinya ternyata karena sakit hati. Ini penjelasannya.
0
Anggota DPR Minta Data Penerima Bansos Diperbaiki
Anggota DPR, Intan Fauzi menyebutkan penyaluran dana bansos masih kerap salah sasaran akibat data penerima tidak valid.