UNTUK INDONESIA
Poster Rizieq Shihab Dibakar, FPI: Mereka Neo-PKI
Front Pembela Islam (FPI) menyebut pembakar poster Rizieq Shihab adalah neo-PKI. Mereka akan menempuh jalur hukum guna mengungkap pelaku.
Demonstrasi massa gabungan PA 212 dan FPI di depan Kedutaan Besar India di Kuningan, Jakarta, Jumat, 6 Maret 2020. (Foto: Tagar/R. Fathan)

Jakarta - Front Pembela Islam (FPI) dan sejumlah organisasi masyarakat (ormas) lainnya kompak menempuh jalur hukum terkait pembakaran poster Habib Rizieq Shihab (HRS) dalam sebuah aksi di depan gedung DPR/MPR RI pada Senin, 27 Juli 2020 lalu.

"Akan menempuh jalur hukum dengan melaporkan peristiwa tersebut kepada kepolisian," bunyi seruan FPI - Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama - Persaudaraan Alumni (PA) 212 yang diterima Tagar, Rabu, 29 Juli 2020.

Untuk bersiap siaga dalam menghadapi tantangan komunis pengkhianat bangsa serta menjaga para ulama dan tokoh masyarakat dari ancaman gerombolan neo-PKI.

FPI juga menyebut pihak yang melakukan pembakaran poster Rizieq Shihab sebagai neo-PKI (Partai Komunis Indonesia). Mereka lalu mengecam dan mengutuk keras pelaku pembakaran poster tersebut.

Baca juga: FPI: Hasto Kristiyanto PDIP Tak Mengerti Ideologi

"Mendesak penegak hukum segera memproses pelaku penghinaan dan pelecahan terhadap IB HRS (Imam Besar Habib Rizieq Shihab) dalam waktu yang secepat-cepatnya," tulis pernyataan sikap yang ditandatangani Ketua FPI M Shobri Lubis, Ketua GNPF-Ulama Yusuf Martak, dan Ketua PA 212 Slamet Ma’arif.

Selanjutnya, mereka mengimbau umat Islam untuk mengedepankan proses upaya-upaya hukum dalam merespons kejadian tersebut. Tak hanya itu, mereka juga memberikan instruksi kepada laskar FPI dan Mujahid 212.

"Untuk bersiap siaga dalam menghadapi tantangan komunis pengkhianat bangsa serta menjaga para ulama dan tokoh masyarakat dari ancaman gerombolan neo-PKI," tulis keterangan tersebut. 

Sementara, FPI Aceh mengutuk tindakan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang membakar foto Imam besar FPI Habib Rizieq Shihab karena dinilai tak mengakui kepemimpinan Jokowi.

Baca juga:  FPI Aceh Kutuk Pembakar Foto Habib Rizieq Shihab

“Maka dari alasan yang mereka ungkapkan tersebut dapat terbaca bahwa mereka kelompok projo. Jangan-jangan kaum biadab tersebut adalah binaan rezim dan segaja dipelihara,” ujar Ketua Umum FPI Aceh, Teungku Muslim At-Thahiri dalam keterangannya pada Tagar, Rabu, 29 Juli 2020.

Muslim menuturkan, FPI Aceh tak bisa menerima jika foto imam besar mereka dirusak atau dicaci maki oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab. Menurutnya, hal tersebut adalah sebuah penghinaan terhadap Rizieq Shihab.

“Jika aparat membiarkan caci maki dan penghinaan terhadap imam besar kami (Rizieq Shihab), maka jangan salahkan kami para pecinta habib jika membuat perhitungan dan kami akan membalasnya dengan cara kami sendiri,” kata Ketua Umum FPI Aceh. []

Berita terkait
FPI Sulsel Minta Wanita Banting Alquran Diadili
FPI DPW Sulsel meminta polisi agar mengadili wanita yang membanting Alquran di Kota Makassar, karena dia telah menistakan agama Islam.
Guntur Romli Cibir FPI dan PA 212 Mendadak Pancasila
Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Mohamad Guntur Romli menduga ormas pedemo RUU HIP dari FPI dan PA 212 menunggangi isu Pancasila.
FPI Sebut PDIP Berubah Sepeninggal Taufiq Kiemas
Front Pembela Islam (FPI) menilai PDIP telah berubah sepeninggal suami Megawati Soekarnoputri, eks Ketua MPR RI Taufiq Kiemas.
0
Poster Rizieq Shihab Dibakar, FPI: Mereka Neo-PKI
Front Pembela Islam (FPI) menyebut pembakar poster Rizieq Shihab adalah neo-PKI. Mereka akan menempuh jalur hukum guna mengungkap pelaku.