UNTUK INDONESIA
Positif Corona di Maros Meningkat Drastis
Jumlah terkonfirmasi positif virus Corona di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan meningkat drastis. Ini rinciannya.
Update Corona di Maros Sulsel. (Foto: Tagar/Aan)

Maros - Sepekan terakhir terhitung sejak Senin, 13 Juli hingga Sabtu, 18 Juli 2020 jumlah terkonfirmasi positif virus Corona di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan meningkat drastis.

Totalnya ada 55 kasus baru di Maros sehingga sampai Minggu, 19 Juli 2020 jumlah komulatif positif di Maros berjumlah 315 kasus. Selain angka positif yang tinggi, angka kesembuhan di Maros sepekan terakhir juga baik, total yang sembuh sebanyak 33 orang.

Total yang ada di data kami sebanya 15 orang terkonfirmasi dari kompleks otoritas bandara.

"Dari catatan jumlah terkonfirmasi positif meningkat tajam terjadi pada Kamis, 16 Juli lalu. Terdapat 23 yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Maros. Selain itu konfirmasi kasus positif tertinggi juga pada Sabtu, 18 juli 2020 kemarin," kata juru bicara penanganan Covid-19 Maros, dr Syarifuddin.

Syarifuddin mengatakan, sepekan terakhir ini terkonfirmasi positif Covid-19 banyak dari Kompleks Otoritas Bandara yang letaknya di Desa Baji Mangai, Kecamatan Mandai.

"Total yang ada di data kami sebanya 15 orang terkonfirmasi dari kompleks otoritas bandara," ujarnya.

Ia mengatakan, dari jumlah yang terkonfirmasi positif didominasi dengan melakukan isolasi mandiri di rumah, semnentara hanya ada beberapa yang dirawat di rumah sakit dan beberapa diantaranya juga melakukan isolasi di hotel yang disediakan pemerintah.

"Saat ini dari total yang terkonfirmasi sebanyak 315, 13 orang diantaranya masih dalam tahap dirawat di rumah sakit, dan 86 orang melakukan isolasi mandiri di rumahnya. Sementara hingga Minggu, 19 Juli total terkonfirmasi positif di Maros yang meninggal sudah delapan orang," tambahnya.

Dengan berlangsungnya kehidupan normal yang baru, Syarifuddin tetap mengimbau masyarakat untuk tetap dapat menggunakan masker saat melakukan kegiatan di luar rumah.

Selain itu Ia juga meminta masyarakat agar tetap melakukan physical distancing dan rutin melakukan cuci tangan baik menggunakan sabun maupun handsanitizer.

"Untuk yang bekerja di kantoran, kalau bisa kurangi pemakaian pendingin ruangan dan menjaga sirkulasi udara dengan membuka jendela atau pintu. Selain itu melakukan pensterilan ruangan dengan menggunakan lampu sinar ultraviolet setiap tiga kali sehari selama 30 menit," jelasnya. []

Berita terkait
Delapan Rumah Warga Maros Terbakar
Delapan unit rumah di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, ludes terbakar.
Warga Maros Bisa Beraktivitas di Makassar Tanpa Suket
Perwali yang mewajibkan warga yang masuk Makassar memiliki Suket, namun ini tidak berlaku untuk warga MAros dan Gowa. Ini alasannya.
Penyebab Angka Pernikahan di Maros Menurun
Kemenag Maros mencatat pada Mei 2020 hanya terjadi tujuh pernikahan. Menurunnya angka pernikahan akibat pandemi Covid-19.
0
Prakiraan Cuaca Jakarta, Jumat 23 Oktober 2020
BMKG menyampaikan peringatan dini cuaca potensi hujan yang akan turun di sebagian wilayah DKI Jakarta pada Jumat, 23 Oktober 2020.