UNTUK INDONESIA
Polri Ungkap Pemeriksaan Kasus Novel Baswedan
Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memberikan keterangan resmi mengenai penyerangan yang menerpa penyidik senior KPK Novel Baswedan.
Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Argo Yuwono kepada wartawan di Jakarta, Selasa, 7 Januari 2020. (foto: Tagar/R. Fathan).

Jakarta - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memberikan keterangan resminya mengenai pemeriksaan yang dilakukan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan pada Senin, 6 Januari 2020.

"Berkaitan pemeriksaan saudara Novel Baswedan kemarin, jadi yang bersangkutan datang ke Polda Metro Jaya jam 10.23 WIB, dan kemudian (Novel) dilakukan pemeriksaan oleh penyidik," ujar Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Argo Yuwono kepada wartawan di Jakarta, Selasa, 7 Januari 2020.

Baca juga: Novel Baswedan Anggap Kasusnya Pembunuhan Berencana

Berkaitan dengan apa yang dialami oleh korban, mulai dari keluar rumah, dia berjalan, dia mengalami penyiraman.

Argo lantas menyebutkan penyidik kepolisian memberikan sejumlah pertanyaan kepada Novel, seputar kronologi kejadian penyiraman air keras yang menerpanya tahun 2017 lalu.

"Kemudian garis besar dari pemeriksaan adalah berkaitan dengan apa yang dialami oleh korban, mulai dari keluar rumah, dia berjalan, dia mengalami penyiraman, dan sampai dia melakukan pertolongan pertama yaitu membasuh muka dengan air," tutur Argo.

Selain itu, kata Argo, setelah selesai pemeriksaan, penyidik akan menganalisa keterangan korban dan dikaitkan dengan keterangan saksi yang lain beserta dengan barang bukti yang dimiliki polisi.

Baca juga: Novel Baswedan: Pelaku Penyiraman Bukan Cuma Dua

Kendati demikian, pihaknya belum memiliki rencana untuk mengkonfrontir keterangan kedua tersangka yang telah ditangkap, dengan keterangan Novel.

"Sementara belum ada. (Pun demikian dengan penambahan saksi) sampai sekarang belum ada," ucapnya.

Sebelumnya, seusai diperiksa kepolisian, penyidik senior KPK itu mengaku tidak mengenal kedua tersangka yakni RB dan RM. Hal tersebut bertolak belakang dengan keterangan kedua tersangka yang mengaku menyerang Novel Baswedan lantaran dendam pribadi. []

Berita terkait
Masukan Novel Baswedan pada Penyidik Polri
Novel Baswedan khawatir penyidik menerapkan pasal tidak tepat pada para tersangka atas kasus penyiraman air keras yang dialaminya.
Novel Baswedan Ingin Bertemu Pelaku Penyiraman
Penyidik senior KPK Novel Baswedan mengungkapkan keinginannya untuk bertemu tersangka penyiraman air keras.
Saat Novel Baswedan di Polda Metro Jaya
Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan memenuhi panggilan Polda Metro Jaya, untuk memberikan keterangan lanjutan.
0
Banjir di Sumbawa NTB Tewaskan Satu Bocah SD
Bocah kelas 4 SD warga Dusun Untir, Desa Uma Beringin, Kecamatan Untir Iwes, Kabupaten Sumbawa, meninggal dunia akibat hanyut terbawa air banjir.