UNTUK INDONESIA
Polisi Tunggu Hasil Visum Bocah Lebam di Surabaya
Polrestabes Surabaya masih menunggu hasil visum sebelum memastikan apakah bocah JA menjadi korban penganiayaan atau bukan.
Ilustrasi kekerasan anak. (Foto: Pixbay)

Surabaya - Kasus bocah berinisal JA yang mengalami luka lebam masih terus berlanjut. Saat ini polisi akan melakukan visum untuk menentukan sebab dari luka tersebut, apakah ada unsur dugaan penganiayaan atau tidak.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya, AKP Ruth Yeni mengatakan pihaknya saat ini tinggal menunggu hasil visum.

"Ini tinggal menunggu hasil visum saja," kata Ruth saat dikonfirmasi, Rabu 4 Desember 2019.

Sementara terkait pemeriksaan, Ruth mengaku dokter yang menangani JA sudah dilakukan pemeriksaan. 

Ini tinggal menunggu hasil visum saja.

"Kami sudah memeriksa total 8 orang. Dari dokter yang merawat korban," imbuh dia.

Di sisi lain, Humas RSUD dr Soetomo, dr Pesta Parulian mengatakan jika JA sudah dipulangkan. Ia menyampaikan kondisi JA juga sudah berangsur membaik.

"Iya dia sudah pulang ke rumahnya," ujar Pesta.

Pesta juga mengatakan diagnosa dokter untuk sementara ini sudah keluar. Hasilnya adalah benar ada bekas luka dibutuh JA. Namun hal itu apakah akibat dari kekerasan atau bukan, akan dibuktikan oleh kepolisian.

"Kalau soal kekerasan atau tidak biar nanti polisi yang berbicara. Intinya diagnosa untuk penyebab lebam sudah selesai, tapi visumnya bisa langsung ditanyakan ke PPA ya," tambah dia.

Terkait trauma ataupun halusinasi, selama perawatan di rumah sakit, JA tak pernah mengalami hal itu. Dalam menangani pasien seperti JA tim dokter telah melakukan perawatan secara intensif dan komprehensif.

Selain itu, saat ini hasil diagnosa sudah diserahkan ke pihak Unit PPA Polrestabes Surabaya. Maka kata Pesta, pihaknya tak bisa secara detail menerangkan apa yang dialami oleh JA.

"Untuk lebih jelasnya, silakan tunggu pihak kepolisian. Karena ini sudah masuk ranah pemeriksaan," ucap Pesta.

Sebelumnya, JA sempat dibawa ke rumah sakit karena di klaim mengalami keracunan obat. Namun saat dirawat, ditemukan banyak luka lebam dibagian wajah dan alat vital JA. Karena adanya temuan itu, polisi membuat laporan tipe A dengan dasar adanya temuan kasus. []

Baca juga:

Berita terkait
Target Pendapatan Rendah, KPK Soroti Pemkot Malang
Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengaku kaget setelah mengetahui jika target pendapatan Pemkot Malang tahun 2019 hanya Rp 501 miliar.
Grasi Jokowi untuk Annas Maamun Buat KPK Kecewa
Meski mengaku kecewa keputusan Presiden Jokowi, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengaku tidak bisa mengintervensi.
Dua Petugas Damkar Surabaya Diserang Tawon Vespa
Akibat serangan tawon vespa affinis, dua petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Surabaya harus dilarikan ke RSUD Soewandi.
0
Ganja Tumbuh Subur di Gunung Guntur Jawa Barat
Puluhan pohon ganja tumbuh subur di kawasan Gunung Guntur, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat.