UNTUK INDONESIA
Polda Benarkan Mahasiswa Demo Saat Hari HAM Ditangkap
Polda Metro Jaya membenarkan peristiwa penangkapan 14 mahasiswa yang demo pada Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia, Selasa, 10 Desember 2019
Seratusan massa pelajar berdemonstrasi di dekat Gedung DPR/MPR Senayan, Jakarta, Senin (30/9/2019). (Foto: Antara/Fathur Rochman)

Jakarta - Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) membenarkan peristiwa penangkapan belasan mahasiswa yang berunjuk rasa di Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia pada Selasa, 10 Desember 2019.

Jadi 14 mahasiswa ini selesai demo dari Istana, kembalinya itu mengganggu ketertiban dengan menutup jalan.

Baca juga: Henry Yoso Bakal Kasuskan Andi Arief dengan UU ITE

"Memang betul kemarin dari Polres Jakarta Pusat telah mengamankan 14 mahasiswa," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dihubungi Tagar, melalui sambungan telepon, Rabu, 11 Desember 2019.

Pria yang sebelumnya menjabat sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Penerangan Masyarakat Polri itu menjelaskan masalah penangkapan belasan mahasiswa tersebut mesti dilakukan, lantaran telah mengganggu ketertiban umum.

"Jadi 14 mahasiswa ini selesai demo dari Istana, kembalinya itu mengganggu ketertiban dengan menutup jalan. Kebetulan juga pembatas jalan yang sepeda motor itu dilempar ke tengah-tengah (jalan). Yang ketiga juga mencoret-coret di depan Sarinah itu," katanya.

Dia melanjutkan, ketika massa aksi melakukan perusakan, terdapat petugas kepolisian yang sedang berjaga di lokasi kejadian. 

Kemudian, kata Yunus, massa ditangkap dan diserahkan ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) setelah diproses.

"Kebetulan ada petugas di sana, diamankan lah mereka-mereka (mahasiswa) semua. Dibawa, kemudian didata oleh petugas dari polres. Jam 10 malam diserahkan kepada LBH dan juga rekan-rekan dari KontraS," ucapnya.

Baca juga: Dua Anggota Banser NU Tak Sebut Takbir Dicap Kafir

Saat ditanya mengenai asal kampus dan organisasi massa aksi demonstrasi, Yunus mengatakan mahasiswa-mahasiswa yang sempat diamankan tidak hanya berasal dari satu almamater. 

"Bermacam-macam lah itu," tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Deputi Koordinator KontraS Feri Kusuma membenarkan telah menerima 14 mahasiswa yang sempat ditangkap oleh Polda Metro Jaya. 

Feri menyebut saat ini mahasiswa-mahasiswa yang ditangkap telah dikembalikan. "Iya sudah dipulangkan," ucap Feri. []

Berita terkait
KontraS Tanggapi Jokowi Soal Hukuman Mati Koruptor
KontraS tidak setuju dengan pernyataan Jokowi yang sebut kemungkinan hukuman mati buat para koruptor.
KontraS Minta Museum HAM Diiringi Pengungkapan Kasus
KontraS minta upaya pembangunan Museum HAM Munir oleh pemerintah harus diiringi dengan majunya penanganan masalah HAM.
KontraS Soroti Politisasi Perizinan SKT FPI
KontraS menyoroti ada upaya politisasi dari pemerintahan Jokowi-Maruf Amin, mengintervensi persulit perpanjangan SKT ormas FPI.
0
Perumahan Pondok Maharta di Tangsel Kembai Banjir
Banjir melanda Perumahan Pondok Maharta, Pondok Aren, Kota Tangsel, Banten, 500 KK terdampak banjir