UNTUK INDONESIA
PKB Tolak Rapid Test Covid-19 Massal di Jawa Barat
PKB menolak rapid test Covid-19 massal di 3 stadion Jawa Barat, meminta Ridwan Kamil melibatkan puskesmas, RT, RW, untuk meminimalisir kerumunan.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Barat dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa Erni Sugiyanti. (Foto: Tagar/Fitri Rachmawati)

Bandung - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Barat dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Erni Sugiyanti, menilai rapid test Covid-19 massal di tiga stadion di Jawa Barat justru berisiko tinggi meluaskan penyebaran virus tersebut. 

Karena dalam kegiatan tersebut pasti banyak orang berkerumun, meskipun rencananya dengan konsep drive thru atau tidak ada orang yang keluar dari mobilnya, tetapi tetap saja di situ ada kerumunan orang.

“DPRD Jawa Barat termasuk Fraksi PKB di dalamnya tidak menginginkan ada pengumpulan massa. Rapid test Covid-19 massal dikumpulkan di stadion malah bikin kita khawatir. Sangat berisiko,” tutur Erni kepada Tagar di Bandung, Senin, 23 Maret 2020.

Apalagi, kata Erni, kalau misalnya dua ribu warga datang untuk melakukan rapid test Covid-19, sudah pasti akan sulit mengatur orang banyak menjaga jarak 2 meter antara satu orang dengan yang lain, meskipun itu menggunakan konsep drive thru.

Rapid test Covid-19 massal dikumpulkan di stadion malah bikin kita khawatir. Sangat berisiko.

“Warga datang untuk rapid test Covid-19 tak mungkin tak bersamaan dan tak berkerumun. Oke kalau ada polisi yang akan mengaturnya di dalam atau di luar stadion, tapi tetap saya yakin di situ ada kerumunan, aduh sangat berisiko virus ini menyebar lebih luas,” kata Erni.

Libatkan Puskesmas

Erni menyarankan Gubernur Ridwan Kamil membatalkan rencana rapid test di tiga stadion, hindari kerumunan, libatkan puskesmas dan RT serta RW di lingkungan setempat.

“Kita ingin ada cara lain seperti memfungsikan rumah sakit dan puskesmas terdekat dengan warga masing-masing,” kata Erni.

Dengan demikian, kta Erni, masyarakat tidak harus pergi terlalu jauh, menempuh jarak jauh yang justru berisiko terpapar Covid-19 di sepanjang jalan. Jumlah warga yang berkerumun pun lebih diminimalisir. Karena yang akan melakukan rapid test Covid-19 ini warga setempat melibatkan RT RW.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan hal-hal yang sudah dilakukan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat. Sejauh ini pihaknya sudah melakukan tes proaktif, dan ternyata dari 230 yang diperiksa 1 positif Covid-19 padahal tidak menunjukkan gejala. Ridwan Kamil mengatakan yang bersangkutan sedang dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. 

Tambahan kasus positif Covid itu membuktikan virus tersebut bisa menginfeksi siapa pun dan bisa tanpa gejala. “Oleh karena itu, kita harus terus waspada, bukan menunggu harus bergejala, tetap waspada tapi jangan berlebihan,” kata Ridwan Kamil.

Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat menyiapkan beberapa skenario terburuk apabila di Jawa Barat, kasus pasien positif Covid-19 melonjak menjadi 100, 500 bahkan 1.000. Semua skenario untuk mengatasi lonjakan tersebut sudah dipersiapkan, termasuk di dalamnya skema pencegahan, memutus penyebaran Covid-19.

“Kalaupun terburuk, kita harus sudah siap, dan warga pun harus bisa siap mengikuti dengan baik. Tapi, mudah-mudahan tidak sampai terjadi,” ujarnya.

Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat juga sudah menerapkan teknologi secara maksimal. Di antaranya membuat aplikasi Pikobar (Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jawa Barat) yang saat ini sedang menunggu persetujuan Google. Agar bisa hadir di App Store sehingga bisa di-download masyarakat Jawa Barat. Pikobar isinya banyak, berbagai macam informasi tentang Covid-19, penyebaran dan penangannya.

“Bisa juga untuk alat membantu orang, karena banyak fenomena warga yang ingin membantu. Membantu menginformasikan rumah sakit rujukan dan lainnya,” ujar Ridwan Kamil.

Terakhir, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat berencana melakukan rapid test Covid-19 massal di tiga stadion di Jawa Barat dengan konsep drive thru untuk menghindari kerumunan. []

Baca juga:

Berita terkait
Tito Karnavian, Enam Arahan untuk Ridwan Kamil
Mendagri Tito Karnavian menyampaikan 6 arahan kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, langkah-langkah mencegah penyebaran virus corona Covid-19.
Gerindra: Rapid Test Covid-19 Massal di 3 Stadion Salah Besar
Jangan sampai orang yang sehat walafiat ketika berangkat ke stadion, pulangnya malah positif corona Covid-19. Fraksi Gerindra Daddy Rohanady.
Demokrat: Ridwan Kamil Amatiran Tangani Covid-19
Cara menangani Covid-19 di Jawa Barat, Ridwan Kamil masih amatiran. Harusnya bisa profesional, ini masalah nyawa. Sugianto Nangolah dari Demokrat.
0
Jadwal Belajar dari Rumah TVRI Senin 4 Mei 2020
Semoga pandemi corona tidak bikin surut belajar. Berikut jadwal program Belajar dari Rumah di TVRI pada Senin, 4 Mei 2020.