UNTUK INDONESIA
Pesona Warna-warni Pantai Jangka di Aceh
Objek wisata ini memiliki jarak sekitar 16 kilometer dari pusat ibu kota Bireuen, Aceh
Wisata Pantai Jangka yang berada di Desa Jangka Mesjid, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, Aceh dilengkapi payung warna-warni, Sabtu 7 Desember 2019. (Foto: Tagar/Muhammad Fadhil)

Banda Aceh - Payung warna-warni berderet sepanjang bibir pantai. Di sana juga, pondok-pondok didirikan memanjang sekitar 100 meter mengikuti bibir pantai. Angin laut meniup kencang, membuat payung-payung seakan copot beterbangan.

Itulah lokasi objek wisata Pantai Jangka yang berada di Desa Jangka Mesjid, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, Aceh. Objek wisata ini sejak setahun terakhir sudah dilengkapi dengan payung warna-warni, sehingga terlihat lebih indah.

Objek wisata ini memiliki jarak sekitar 16 kilometer dari pusat ibu kota Bireuen. Untuk mencapai lokasi ini, dari Jalan Banda Aceh - Medan, wisatawan bisa menempuh jalur melalui Matang Glumpang Dua, Kecamatan Peusangan.

Lokasi objek wisatanya diawasi oleh warga setempat, demikian juga saat mau magrib.

Saat tiba di Simpang Tiga Matang Glumpang Dua, wisatawan berbelok ke arah kiri. Ikuti jalan tersebut hingga sembilan kilometer. Sepanjang perjalanan, wisatan akan disuguhkan pemandangan persawahan, rumah-rumah penduduk, dan tambak warga.

Begitu tiba di pasar Desa Jangka Mesjid, wisatawan berbelok ke arah kanan. Di jalur itu, wisatawan hanya harus menempuh jarak kurang lebih 300 meter. Di sana sudah ada petugas yang mengutip biaya masuk. Untuk sepeda motor dikenakan biaya Rp 3000 dan mobil sebesar Rp 5000.

Warga Jangka, Munawir 24 tahun menyebutkan, objek wisata itu dibuka Sabtu sampai Kamis, mulai pukul 08.00 WIB hingga 18.00 WIB. Bagi yang mengunjungi ke sana, wisatawan harus menaati peraturan yang ditetapkan, khususnya syariat Islam.

“Lokasi objek wisatanya diawasi oleh warga setempat, demikian juga saat mau magrib, pengunjung diminta untuk segera meninggalkan lokasi wisata saat jam 6 sore,” kata Munawir, Sabtu 14 Desember 2019.

Kata Munawir, di lokasi objek wisata, juga dilengkapi dengan sejumlah fasilitas, seperti toilet, tempat wudhu dan balai tempat salat. Selain itu, pada hari-hari libur, lokasi wisata juga dijaga oleh kepolisian setempat.

“Mereka (polisi) biasanya standby di lokasi wisata pada hari-hari libur saat wisatawan banyak ke sana,” ujar Munawir.

Sementara, salah seorang pengunjung, Nazril Fahmi mengaku tertarik dengan objek wisata itu. Payung warna-warni yang dipasang di bibir pantai menjadikan objek wisata ini layaknya pantai Parangtritis di Bantul, Yogyakarta.

“Sangat cocok bagi keluarga maupun anak muda untuk mengisi waktu liburan, buktinya saat akhir pekan tiba, pantai Jangka tidak pernah sepi dari pengunjung,” ujarnya. []

Berita terkait
Dugaan Korupsi Rp 21 M di Aceh Singkil Mangkrak
Kejaksaan Tinggi Aceh diminta mengambil alih kasus dugaan korupsi jalan Singkil-Teluk Rumbia senilai Rp 21 miliar.
Tanah Retak, Melihat Memori Tsunami Aceh
Puluhan foto berjajar rapi dalam bingkai warna hitam di sebuah sudut ruangan Museum Tsunami Aceh, Kota Banda Aceh, Aceh.
Persiraja Rencanakan Bawa Pulang Pemain Asal Aceh
Tim promosi Liga 1 Persiraja Banda Aceh merencanakan membawa pulang para bintang sepak bola asal Aceh untuk memperkuat tim di kasta tertinggi.
0
Ribuan Hektare Lahan di DAS Jenneberang Gowa Kritis
Belasan ribu lahan di kawasan aliran sungai Jenneberang Gowa kategori kritis dan sangat kritis. Dimana belasan lahan nihil tumbuh-tumbuhan.