UNTUK INDONESIA
Permintaan Masker di RSUD Tidar Magelang Melonjak
Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito meminta masyarakat tak panik menyikapi virus corona dengan menimbun masker.
Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito meminta masyarakat membeli masker sesuai kebutuhan. RSUD Tidar Magelang menyediakan masker tapi hanya untuk mereka yang memang membutuhkan. (Foto: Tagar/Solikhah Ambar Pratiwi)

Magelang - Pasca-Indonesia dinyatakan positif terjangkit coronavirus disease atau covid-19, masker menjadi barang yang banyak diburu masyarakat. Termasuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tidar di Kota Magelang, Jawa Tengah.

Butuhnya lima, tapi terus minta 50. Ya ora (tidak) rasional.

Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito mengatakan RSUD Tidar Kota Magelang merupakan salah satu fasilitas kesehatan yang menyediakan masker. Sejak adanya kasus covid-19, permintaan masker di rumah sakit tersebut naik.

"Di RSUD Tidar ada. Ada yang WA meminta. Boleh, asal memang sesuai kebutuhan. Tapi tidak usah berlebih. Butuhnya lima, tapi terus minta 50. Ya ora (tidak) rasional. Kami utamakan yang rentan, yang kondisinya kurang baik," ujar Sigit, Rabu, 4 Maret 2020.

Sigit menuturkan pemahaman itu perlu disampaikan kepada masyarakat, bahwa masker diprioritaskan bagi pasien dan tenaga medis. Ia pun meminta agar masyarakat tidak perlu panik dalam merespon kasus virus corona dengan menimbun masker.

"Saya harapkan tidak usah berlebih. Saya katakan tadi tidak usah panik. Pemerintah mengurus betul, baik dari pusat sampai ke daerah . Artinya luas. Sudah saya koordinasikan lebih lanjut," katanya. 

Menurut Sigit, pembelian masker semestinya disesuaikan dengan kebutuhan. Masyarakat tidak perlu membeli dengan jumlah yang banyak. "Tidak usah berlebih lah. Misalkan, jika memang butuh ya, kami beri secukupnya. Tidak beli masker terus dus-dusan, ya, untuk apa? kami kan harus lihat," tutur dia. 

Selain virus corona, Sigit juga mengajak masyarakat untuk mewaspadai dampak cuaca ekstrem, menjaga kebersihan lingkungan agar tidak menciptakan endemi nyamuk penyebab penyakit demam berdarah dan pemicu penyakit lain. 

"Yang penting menjaga kebersihan, membiasakan cuci tangan. Kita kalau bersih itu baik, insya Allah tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan. Kalau secara teknis, saya tidak bisa menerangkan. Itu caranya dokter," ucap Sigit. []

Baca juga: 

Berita terkait
Warga yang Tak Sakit Jangan Pakai Masker
Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel mengimbau warga yang tidak sakit agar tdak menggunakan masker, supaya masker tetap terjaga stoknya.
Penimbun Semarang Jual Masker 9 Kali Harga Normal
Polisi Jawa Tengah meringkus tiga warga Semarang yang menimbun masker dan antiseptik. Produk itu selanjutnya dijual dengan harga tinggi.
Semarang Kehabisan Masker Antivirus Corona
Sejumlah apotek di Kota Semarang kehabisan masker antivirus corona N95. Habisnya masker itu diduga terkait dengan isu mewabahnya virus corona.
0
Bukan Corona, Ternyata Nyamuk Pembunuh Nomor 1 Dunia
Pakar IPB, Prof Upik Kesumawati Hadi menyebut masyarakat harus mewaspadai nyamuk, karena merupakan pembunuh nomor satu di dunia.