UNTUK INDONESIA
Perjalanan Hidup Nabi Zakaria AS, Ayah Nabi Yahya AS
Suatu hari Nabi Zakaria AS mendapati buah-buahan musim panas di mihrab, tempat keponakannya menyepi, padahal saat itu sedang musim hujan.
Ilustrasi - Matahari terbit di Palestina. (Foto: Pixabay/krystianwin)

Jakarta - Alquran menyebut nama Nabi Zakaria AS sebanyak 8 kali. Ia diutus Allah SWT untuk memperbaiki keimanan kepada kaum Bani Israil di tanah Palestina. Zakaria diangkat menjadi nabi pada usia 90 tahun yang saat itu belum dikaruniai seorang anak.

Alquran menggambarkan betapa kukuhnya Nabi Zakaria menanti seorang keturunan. Nabi Zakaria selalu berdoa hingga terkabul harapannya. Setidaknya ia telah berdoa selama tidak kurang dari 60 tahun. Nabi Zakaria berdoa sejak usia ke-20 pernikahannya, hingga usianya yang menginjak 80 tahun. Seperti dituliskan dalam kitab suci Alquran:

“Ia berkata 'Ya Tuhanku, Sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, Ya Tuhanku'.” (QS. Maryam ayat 4)

Nabi Zakaria membuktikan Allah satu-satunya tempat bersandar terbaik di dunia ini.

“Di sanalah Zakaria mendoa kepada Tuhannya seraya berkata: “Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa”. Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakaria, sedang ia tengah berdiri melakukan salat di mihrab (katanya): “Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang putramu) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang soleh” (QS. Ali Imran ayat 38-39)

Nabi Zakaria sangat khawatir akan kondisi kaumnya sepeninggal dirinya jika kelak ia tidak memiliki keturunan untuk melanjutkan tugasnya sebagai Nabi. Ditakutkan Bani Israil akan kembali kepada cara-cara hidup mereka yang penuh dengan kemungkaran dan kemaksiatan, terlebih-lebih jika umatnya berkemungkinan mengubah syariat Musa dengan menambah atau mengurangi isi kitab Taurat sesuai dengan kehendak mereka.

Dari mana kau mendapatkan semua rezeki ini?

Kendati demikian, Nabi Zakaria tidak pernah putus asa untuk selalu meminta dan berdoa. Ia yakin, sekalipun istrinya juga sudah tua renta bahkan seorang yang mandul, jika Allah menghendaki, niscaya mereka akan dikaruniai anak juga. Hingga pada suatu hari, masuklah Nabi Zakaria menemui keponakannya, Maryam, yang selalu menyepi dalam mihrab (tempat salat). 

Dalam mihrab, Nabi Zakaria mendapati buah-buahan musim panas, padahal saat itu tengah musim hujan. Nabi Zakaria merasa heran, karena setahunya Maryam sepanjang waktu selalu bersujud kepada Allah dan tidak diperbolehkan seorangpun masuk kecuali ia dan Maryam.  

“Dari mana kau mendapatkan semua rezeki ini?” tanya Nabi Zakaria dengan heran. 

“Dari Allah SWT,” jawab Maryam. 

“Dia memberi rezeki kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya,” sambung Maryam. 

Mendengar jawaban tersebut, Nabi Zakaria takjub dan tergetar, bahwa Allah maha kuasa, tiada yang mustahil bagi-Nya. Saat itu juga turun wahyu dari Allah SWT melalui Malaikat Jibril bahwa Nabi Zakariya akan segera dikaruniai anak bernama Yahya. Dengan munculnya tanda itu, Zakariya tak mampu bicara selama 3 hari 3 malam.

Doa Nabi Zakaria AS Memohon Keturunan

Pada suatu malam Zakaria bermunajat kepada Allah, “Ya Tuhanku, berikanlah aku seorang putra yang akan mewarisiku dan mewarisi sebahagian dari keluarga Yaqub, yang akan meneruskan pimpinan dan tuntunanku kepada Bani Israil”.

Allah mengabulkannya dengan ditandai turunnya firman Allah, “Wahai Zakaria, kami sampaikan kabar gembira padamu, kamu akan mendapatkan seorang anak laki-laki bernama Yahya yang soleh dan membenarkan kitab-kitab Allah, menjadi pemimpin, menahan diri dari nafsu dan godaan setan, dan kelak akan menjadi seorang Nabi.”

Kemudian Nabi Zakaria berkata: “Ya Allah, bagaimana aku dapat memperoleh keturunan sedang istriku seorang yang mandul dan akupun sudah lanjut usia.” Allah berfirman: “Hal demikian itu adalah mudah bagi-Ku. Tidakkah telah Ku-ciptakan kamu, sedangkan waktu itu kamu tidak ada sama sekali.”

Tak lama kemudian istrinya mengandung dan melahirkan anak lelaki dan kemudian diberi nama Yahya. Seperti yang dijanjikan Allah, kelak Yahya juga akan menjadi seorang nabi seperti sang ayah, Nabi Zakaria.

Kelahiran Nabi Yahya AS

Akhirnya Nabi Yahya AS lahir ke dunia setelah sekian lama dinantikan kehadirannya. Apabila ditinjau dari garis keturunan dan silsilah, maka Nabi Yahya AS merupakan berasal dari Bani Israil. Namun saat itu Bani Israil dikenal sebagai kaum yang tidak beradab dan gemar bermaksiat karena kedangkalan iman mereka.

Oleh karenanya, Nabi Zakaria AS khawatir apabila suatu waktu ajal menjemputnya, namun tidak ada keturunan yang dapat melanjutkan perjuangannya. Maka Bani Israil akan semakin berani melakukan tindakan menyimpang, salah satunya mengubah isi kandungan kitab suci Taurat dan menyalahgunakan hukum agama.

Hal tersebut yang megusik Nabi Zakaria AS hingga tidak henti-hentinya berdoa kepada Allah untuk meminta keturunan mengingat usianya saat itu telah menginjak 90 tahun.

Sesekali ia merasa terhibur dengan hadirnya Maryam yang sudah dianggap sebagai anak kandungnya sendiri, namun kesedihan tersebut kembali muncul dan keinginan akan memperoleh keturunan tetap kuat terpendam di dalam hatinya.

Namun tekad Nabi Zakaria tetap kuat dan teguh, ditambah lagi dengan peristiwa akan mukjizat hidangan makanan di mihrab Maryam. Ia yakin bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah mengingat peristiwa yang menunjukkan kuasa Allah kepada Maryam lewat hidangan-hidangan yang dimunculkan di hadapan Maryam tersebut. []

Baca juga:

Berita terkait
Nabi Ilyas AS, Pertemuan dengan Nabi Ilyasa AS
Ya Tuhanku, semoga Engkau berkenan menghilangkan dari mereka bahaya kelaparan yang telah mengancam kehidupan mereka. Doa Nabi Ilyas AS.
Perjalanan Hidup Nabi Musa AS, Adik Nabi Harun AS
Nabi Musa AS adalah adik Nabi Harun AS. Ia lahir pada zaman Firaun di puncak kekejaman, memerintahkan tentara membunuh semua bayi laki-laki.
Perjalanan Hidup Nabi Sulaiman AS, Putra Nabi Daud AS
Nabi Sulaiman AS merupakan putra Nabi Daud AS, dengan garis keturunan ke-13 dari Nabi Ibrahim. Ini perjalanan Nabi Sulaiman AS sepanjang hidupnya.
0
Perjalanan Hidup Nabi Zakaria AS, Ayah Nabi Yahya AS
Suatu hari Nabi Zakaria AS mendapati buah-buahan musim panas di mihrab, tempat keponakannya menyepi, padahal saat itu sedang musim hujan.