UNTUK INDONESIA
Perjalanan Hidup Nabi Sulaiman AS, Putra Nabi Daud AS
Nabi Sulaiman AS merupakan putra Nabi Daud AS, dengan garis keturunan ke-13 dari Nabi Ibrahim. Ini perjalanan Nabi Sulaiman AS sepanjang hidupnya.
Masjid al-Aqsha di kawasan Baitul Maqdis. (Foto: Phinemo)

Jakarta - Nabi Sulaiman AS merupakan putra Nabi Daud AS, yang memiliki garis keturunan ke-13 dari Nabi Ibrahim. Setelah Nabi Daud AS wafat, Nabi Sulaiman AS menggantikannya sebagai raja yang mewarisi takhtanya dan juga sebagai Nabi yang melanjutkan menyeru kepada umatnya untuk menyembah Allah SWT.

Nabi Sulaiman AS diberikan anugerah berupa mukjizat bisa memahami bahasa semua binatang, dapat menundukkan angin, hingga menundukkan makhluk halus seperti golongan jin, yang kesemuanya tunduk pada perintahnya untuk melakukan apa yang dikehendakinya. Hal itu sebagaimana tertera dalam kitab suci Alquran sebagai berikut:

"Dan sesungguhnya Kami telah memberi ilmu kepada Daud dan Sulaiman; dan keduanya mengucapkan: segala puji bagi Allah yang melebihkan kami dari kebanyakan hamba-hambanya yang beriman." (QS. An-Naml ayat 15).

"Dan (telah Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami telah memberkatinya. Dan adalah Kami Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS. Al-Anbiya ayat 81).

“Hai sekalian semut, masuklah kamu ke dalam sarangmu, agar kalian tidak terinjak Sulaiman dan bala tentaranya, sedangkan mereka tidak mengetahuinya. Mendengar itu Sulaiman tertawa seraya berdoa kepada Tuhan: Ya Tuhanku, tetapkanlah hatiku buat bersyukur kepada Engkau, yang telah memberikan karunia kepadaku dan kepada ibu-bapakku, dan masukkanlah kami ke dalam hamba-hamba-Mu yang saleh-saleh.” (QS. an-Naml Ayat 18-19).

Dikisahkan suatu ketika Nabi Sulaiman kehabisan air di daerah Yaman dan meminta burung Hud-hud untuk mencari sumber air. Tetapi setelah lama ditunggu, burung Hud-hud tidak kunjung kembali lagi. Nabi Sulaiman marah, dengan berkata:

“Kalau Hud-hud pulang, panggang sajalah ia hidup-hidup.” Baru saja Nabi Sulaiman bicara demikian, burung Hud-hud datang.

“Ke mana saja engkau hai Hud-hud?” tanya Nabi Sulaiman AS.

Hud-Hud menjawab; “Maafkanlah ya Rasulullah, aku telah tersesat di daerah yang sangat jauh dari tempat ini, di tempat tersebut diperintah oleh seorang Putri Balqis ia punya nama, sedang kerajaannya bernama Saba.”

Mendengar laporan Hud-hud itu, langsung hilang amarah Nabi Sulaiman, karena tertarik kisahnya itu. Nabi Sulaiman kemudian membuat sepucuk surat kepada raja perempuan itu yang berisi seruan untuk menyembah Allah SWT. Dalam surat dituliskan bahwa Allah merupakan Tuhan yang telah menganugerahi kerajaan yang besar itu, maka dari itu Allah wajib disembah dan janganlah menyembah selain-Nya.

Perang bisa saja terjadi. Namun selagi ada jalan damai, mengapa kita harus berperang, sedangkan Nabi Sulaiman itu tidak mengajak perang.

Burung Hud-hud mengantarkan surat itu ke negeri Saba untuk diberikan kepada Putri Balqis. Setelah sampai di negeri tersebut surat yang dibawanya dijatuhkan dan secara kebetulan putri itu sendiri yang menerimanya.

Putri Balqis membawa dan membaca surat Nabi Sulaiman itu ke dalam rapat bersama menterinya. Hasil dari rapat tersebut sebagaian dari para anggotanya menyetujui permintaan Nabi Sulaiman dan sebagian yang lain menolak serta mendesak sang Putri untuk bertempur dengan pasukan Nabi Sulaiman.

Putri Balqis mengambil kesimpulan, “Perang bisa saja terjadi. Namun selagi ada jalan damai, mengapa kita harus berperang, sedangkan Nabi Sulaiman itu tidak mengajak perang.”

Kemudian Putri Balqis menulis surat dengan kesimpulan tersebut untuk dibawa burung Hud-hud kepada Nabi Sulaiman. Dalam surat tersebut, Putri Balqis mengatakan akan mengirimkan utusan untuk menghadap Nabi Sulaiman.

Utusan Putri Balqis Menghadap Nabi Sulaiman AS

Setelah surat dibaca Nabi Sulaiman, segera diperintahkannya segala jin untuk membuat dan mempersiapkan istana yang indah. Halaman dipenuhi segala permata yang berkilau-kilau dari segala warna.

Utusan Ratu Balqis pun akhirnya datang ke istana Sulaiman. Melihat kemegahan istananya, sang ratu merasa heran karena tidak mengira akan seindah itu. Utusan Ratu Balqis menghadap Nabi Sulaiman seraya menyerahkan hadiah dari Ratu Balqis kepadanya.

Nabi Sulaiman berkata kepadanya:

“Maaf tuan-tuan, aku tidak memerlukan hadiah, hadiah dan karunia Allah telah cukup bagiku. Kembalilah tuan-tuan, bawalah kembali hadiah ini. Dan katakan kepada Ratu Balqis, bahwa aku memerlukan ratu Balqis dan rakyatnya menghentikan menyembah matahari. Sembahlah Allah yang Maha Esa. Kalau perintahku tidak dilaksanakan aku akan datang menghancurkan Ratu Balqis dengan seluruh kerajaannya!”

Setelah kembali pulang ke negeri Saba, utusan Ratu Balqis menceritakan segala sesuatu yang dialaminya dan menyampaikan pesan Nabi Sulaiman. Mendengar itu berkata Ratu Balqis.

“Kalau begitu aku sendiri perlu menghadap Nabi Sulaiman, dan aku perintahkan kepada seluruh pembantuku segera mempersiapkan segala sesuatunya.”

Ratu Balqis Menemui Nabi Sulaiman AS

Ketika Ratu Balqis sampai di hadapan Nabi Sualiman, berkatalah Nabi Sulaiman kepadanya: “Samakah seperti ini kursi kerajaanmu?”

Jawab Ratu Balqis: “Memang bentuknya sama seperti singgasanaku.”

Nabi Sulaiman: “Betul ini singgahsanamu, aku bawa kemari dengan mudah, karena Allah telah memberikan pengetahuan kepada kami dan kami tunduk kepada-Nya.”

Ratu Balqis dipersilakan masuk ke dalam istana yang lainnya lagi. Istana tersebut terbuat dari kaca yang putih bersih dan di bawah istana ada kolam air yang airnya mengalir. 

Sewaktu Balqis lewat di tempat itu, disingsingkan kainnya hingga tampak betisnya yang putih bersih, karena ia mengira lantai mahligai itu air, ia takut kainnya menjadi basah. Maka Nabi Sulaiman berkata kepadanya:

“Ini bukan air, tapi mahligai ini terbuat dari kaca yang berkilau.”

Berkata Ratu Balqis; “Oh Tuanku telah aniaya aku akan diriku, dan sekarang berimanlah aku kepada Tuhan Sesembahanmu serta aku yakin bahwa engkau adalah utusan-Nya.”

Nabi Sulaiman AS Wafat

“Ketika sampai ajalnya Nabi Sualiman AS tiadalah yang menunjukkan atas kematiannya, selain dari pada binatang (anai-anai) yang makan tongkatnya. Tatkala ia tertelungkup (roboh), barulah terang bagi jin itu, bahwa kalau mereka mengetahui barang yang gaib, niscaya tidaklah mereka tinggal dalam siksa kehinaan yang selama ini.” (QS. Saba, Ayat 14).

Demikianlah kematian Nabi Sulaiman, yang menurut riwayat ia wafat saat sedang mengawasi jin-jin yang sedang bekerja keras. Dan menurut riwayat yang lain Nabi Sulaiman sedang mengawasi mereka yang membangun Masjid al-Aqsha (Baitul Maqdis), dan setelah masjid itu selesai ia terjatuh dari kursinya dan menyebabkan kewafatannya. []

Baca juga:

Berita terkait
Nabi Yusuf AS, Manusia Paling Tampan Sedunia
Perempuan-perempuan itu begitu terpesona melihat ketampanan Nabi Yusuf AS, hingga mereka tanpa sadar melukai tangan masing-masing dengan pisau.
Nabi Harun AS, Saat Terakhir di Puncak Gunung Hor
Nama Nabi Harun AS disebut di dalam Alquran sebanyak 20 kali. Nabi Harun AS merupakan kakak Nabi Musa AS dengan selisih empat tahun lebih tua.
Perjalanan Nabi Yaqub AS, Ayah Nabi Yusuf AS
Dari semua pernikahan itu, Nabi Yaqub AS dikaruniai 12 orang anak, salah satunya adalah Nabi Yusuf AS dari istrinya bernama Rahil.
0
Perjalanan Hidup Nabi Sulaiman AS, Putra Nabi Daud AS
Nabi Sulaiman AS merupakan putra Nabi Daud AS, dengan garis keturunan ke-13 dari Nabi Ibrahim. Ini perjalanan Nabi Sulaiman AS sepanjang hidupnya.