Perempuan Pemandu Lagu di Karaoke Kota Tegal Dirapid Test

Sejumlah perempuan pemandu lagu di karaoke Kota Tegal jalani rapid test. Kegiatan itu bagian dari monitoring pencegahan Covid-19.
Perempuan pemandu lagu di karaoke Kota Tegal jalani rapid test dalam kegiatan monitoring protokol kesehatan di tempat hiburan, Sabtu malam, 14 November 2020. (Foto: Tagar/Farid Firdaus)

Tegal - Petugas gabungan menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah tempat karaoke ‎di Kota Tegal, Jawa Tengah. Selain mengecek penerapan protokol kesehatan, petugas juga menggelar rapid test ke pengunjung dan para perempuan pemandu lagu.

Sidak monitoring protokol kesehatan dilakukan oleh petugas lintas intansi dari TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Kesehatan dan BPBD. Digelar Sabtu malam, 14 November 2020, mulai sekitar pukul 21.00 WIB. 

Ada empat tempat karaoke di wilayah Kecamatan Tegal Timur dan Kecamatan Tegal Barat yang didatangi petugas gabungan. Pengecekan penerapan protokol kesehatan di antaranya dengan melihat ada tidaknya ketersediaan tempat cuci tangan, lengkap dengan sabun atau hand sanitizer serta pengecekan suhu tubuh.

Tak hanya itu, petugas Dinas Kesehatan juga melakukan rapid test di tiap tempat karaoke yang didatangi. Tes cepat deteksi awal Covid-19 dilakukan secara acak terhadap karyawan, pengunjung hingga para perempuan pemandu lagu. 

Secara umum protokol kesehatan sudah dijalankan, cuma ada kekurangan-kekurangan yang perlu ditambahkan.

Dari pantauan Tagar,‎ petugas mendapati adanya seorang karyawan di salah satu tempat karaoke yang hasil rapid test-nya terindikasi reaktif. Namun petugas masih perlu memastikan hasil tes tersebut sebelum nantinya ditindaklanjuti dengan tes swab.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal Sri Primawati Indraswari mengatakan, monitoring dilakukan untuk memastikan keamanan di tempat-tempat yang berpotensi ada kerumunan dan berisiko terjadi‎ penularan Covid-19. Prosedur penerapan protokol kesehatan menjadi parameter pengecekan.

"Kami lakukan monitoring sekaligus screening. Secara umum protokol kesehatan sudah dijalankan, cuma ada kekurangan-kekurangan yang perlu ditambahkan. Dibanding sebelumnya, sudah ada peningkatan dalam penerapan protokol kesehatan‎," ujar Prima usai monitoring.

Terkait hasil rapid test, Prima mengatakan, pihaknya masih perlu melakukan evaluasi hasilnya. Dia hanya menyebut ada 33 orang yang menjalani tes cepat.

"Hasil rapid tes‎t mungkin belum bisa disampaikan hari ini, perlu kami evaluasi. Kalau hasilnya reaktif kami tindaklanjuti swab. Reaktif belum tentu positif‎ Covid-19," ujarnya.

Baca juga: 

Sementara itu, Kepala Polres Tegal Kota Ajun Komisaris Besar Polisi Rita Wulandari Wibowo yang juga ikut turun melakukan monitoring bersama Komandan Kodim 0712/Tegal Letnan Kolonel Infanteri Sutan Pandapotan Siregar mengatakan, monitoring disertai rapid test tersebut dilakukan ‎karena jumlah kasus Covid-19 di Kota Tegal terus melonjak.

"Peningkatan jumlah kasus Covid-19 perlu disertai upaya luar biasa. Jadi kali ini kami tidak hanya melakukan operasi yustisi‎ seperti biasanya, tapi juga tes random sampling, untuk mengetahui di tempat-tempat yang berpotensi dan berisiko ini apakah ada orang-orang yang terindikasi terpapar‎ Covid-19 atau tidak," bebernya. []

Berita terkait
Kucing-kucingan THM di Surabaya saat Dirazia Polisi
Polsek Tenggilis Mejoyo melakukan razia sebuah tempat karaoke. Sebanyak 39 orang diangkut ke Polrestabes Surabaya untuk menjalani tes swab.
Tuntut THM Dibuka, Pekerja Pariwisata di Makassar Demo
Ratusan pekerja pariwisata melakukan aksi unjuk rasa di kantor Balaikota Makassar. Ini tuntutannya.
Virus Corona Mengancam, THM di Sulbar Masih Buka
Sejumlah THM di Mamuju Sulawesi Barat masih buka, karena Pemda setempat belum mengeluarkan surat imbauan untuk menutup seluruh THM. Ini alasannya
0
Menperin: Industri Kosmetik dan Produk Wellness Perlu Beradaptasi
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan,Untuk terus bertahan, industri kosmetik dan produk wellness perlu terus beradaptasi.