Ingin Beralih ke Menstrual Cup? Kenali Risikonya Dulu

Namun nyatanya, penggunaan menstrual cup mempunyai beberapa risiko, terutama jika tidak digunakan dengan benar.
Ilustrasi menstrual cup (Foto: Tagar/Pexels)

Jakarta - Penggunaan menstrual cup pada wanita haid saat ini sedang populer di beberapa kalangan. Dengan menawarkan kemudahan, tahan lama, dan ramah lingkungan membuat kalangan wanita tertarik untuk mencobanya.

Namun nyatanya, penggunaan menstrual cup mempunyai beberapa risiko, terutama jika tidak digunakan dengan benar. Sebelum beralih ke menstrual cup, sebaiknya cari tahu dulu kelebihan dan kekurangan, serta review penggunaannya.

Berikut adalah risiko-risiko penggunaan menstrual cup.


1. Berantakan Saat Dilepas

Karena tidak terbiasa menggunakan menstrual cup, biasanya pengguna akan membutuhkan waktu beradaptasi terutama saat melepas. Menstrual cup dapat berantakan atau tumpah jika teknik melepasnya tidak dilakukan dengan benar.


2. Sulit Mendapat Ukuran yang Pas

Terkadang sulit untuk mencari ukuran cup yang cocok dan pas pada vagina sendiri. Hal ini karena menstrual cup tersedia dalam berbagai ukuran. Dengan demikian kamu harus mencoba beberapa ukuran agar menemukan kenyamanan dan kecocokan saat memakainya.


3. Sulit Digunakan

Saat memulai menggunakan menstrual cup, tentunya terdapat kesulitan dalam proses memasukkan dan mengeluarakannya. Hal tersebut biasa dialami karena kamu baru pertama kali dan tidak terbiasa. Kesulitan tersebut akan berkurang seiring berjalannya waktu.


4. Alergi

Umumnya menstrual cup berasal dari bahan silikon, karet, dan lateks. Beberapa orang mempunyai alergi terhadap lateks. Oleh sebab itu kamu harus teliti dalam memilih bahan menstrual cup. Pilihan dari silikon dapat menjadi alternatif buat kamu yang alergi terhadap lateks


5. Iritasi Vagina

Penggunaan menstrual cup juga harus diiringi dengan kebersihan dan perawatan yang benar. Risiko ini berkaitan dengan cara pemakaian dan perawatan menstrual cup yang kurang sesuai. Selain itu, iritasi dapat terjadi jika memasukkan menstrual cup tanpa pelumas.


6. Infeksi

Setelah digunakan, sebaiknya cuci menstrual cup dengan sabun antibakteri dengan bersih. Selain itu bersihkan tangan sebelum memegang menstrual cup agar tidak terjadi perpindahan bakteri atau kuman pada menstrual cup.[] 

(Rafi Fairuz)

Baca Juga:

Berita terkait
Tips Menjaga Kebersihan Menstruasi Selama Corona
Kementerian Kesehatan mengajak semua perempuan menjaga kebersihan menstruasi selama pandemi Corona. Berikut tips yang harus diterapkan.
Penyebab Gangguan Menstruasi Bisa dari Obesitas
Obesitas bisa berdampak buruk pada kondisi tubuh seseorang, satu di antaranya mengganggu masa menstruasi untuk para kaum wanita.
Risiko Konsumsi Obat Pereda Nyeri Saat Menstruasi
Biasanya mereka yang tidak ingin merasakan sakit menstruasi mengonsumsi obat pereda nyeri seperti paracetamol terus menerus. Lantas, apa risikonya?