UNTUK INDONESIA
Penyebab Pasar Kliwon Kudus Ditutup Dua Hari
Satu pedagang Pasar Kliwon Kudus meninggal positif virus corona. Pemerintah menutup dua hari pasar itu untuk mencegah penyebaran Covid-19.
Pasar Kliwon Kudus ditutup sementara selama dua hari menyusul seorang pedagang meninggal dunia positif Covid-19. (Foto: Dok Tagar/Nila Niswatul Chusna)

Kudus - Aktivitas perdagangan di Pasar Kliwon Kudus diberhentikan selama dua hari ke depan. Penutupan tersebut menyusul seorang pedagang di pasar tersebut meninggal dunia terkonfirmasi positif terpapar virus corona, Selasa, 2 Juni 2020.

Mau bagaimana lagi, ini untuk kebaikan semua.

Pelaksana tugas Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan penutupan Pasar Kliwon juga karena tidak dipatuhinya protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 oleh para pedagang maupun pengunjung pasar.

"Ini sebagai langkah antisipasi penyebaran Covid-19 di Pasar Kliwon. Sekaligus agar pedagang berbenah dan lebih mentaati protokol kesehatan yang ada," ucap dia, Kamis, 4 Juni 2020.

Pasar Kliwon ditutup mulai Jumat besok, 5 Juni 2020 hingga Sabtu, 6 Juni 2020. Selama penutupan, pasar tiga lantai itu akan disemprot disinfektan dan dibentuk Satgas Portokol Kesehatan Pasar.

"Tracking contact terhadap pedagang maupun orang-orang yang pernah kontak dengan almarhum juga akan kami lakukan," ujarnya. 

Keputusan penutupan pusat grosir fashion terbesar di eks Keresidenan Pati ini diambil oleh Pemkab Kudus Kamis siang. Usai dilakukannya rapat antara pemerintah, pihak pasar dan paguyuban pedagang. Surat edaran pun mulai disebarkan dan disosialisasikan ke pedagang dan masyarakat tadi sore.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kudus dr. Andini Aridewi membenarkan ada satu pedagang Pasar Kliwon yang positif Covid-19 dan meninggal dunia dua hari lalu.

Pedagang konveksi tersebut diketahui memiliki kios di Blok D Pasar Kliwon. Ia merupakan warga Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara.

"Dia masuk di RS Mardirahayu tanggal 21 Mei 2020. Pada tanggal 26 Mei 2020, hasil swabnya dinyatakan positif Covid-19. Dan meninggal dunia di rumah sakit tersebut pada 2 Juni 2020 lalu," tutur dia.

Saat ini, pihaknya telah berkoordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Jepara untuk melakukan tracking contact. Dari laporan Gugus Tugas Jepara, ada tujuh kontak erat almarhum yang terkonfirmasi positif Covid-19.

"Untuk kontak erat di Kudus sudah dilakukan swab test, saat ini kami sedang menunggu hasilnya," ujarnya.

Ketua Himpunan Pedagang Pasar Kliwon (HPPK) Sulistiyanto mengaku pasrah dengan kebijakan yang dibuat Pemkab Kudus. Ia bersama ribuan pedagang Pasar Kliwon menyadari kebijakan ini dilakukan untuk kebaikan bersama.

"Mau bagaimana lagi, ini untuk kebaikan semua," ucap dia. []

Baca juga: 

Berita terkait
6 Nakes Kena Covid, Puskesmas Kaliwungu Kudus Tutup
Puskesmas Kaliwungu di Kudus terpaksa ditutup untuk mencegah meluasnya Covid-19. Ini setelah 6 nakes di puskesmas positif terpapar virus corona.
5 Warga Kudus Berlebaran di Tempat Karantina
Masa isolasi yang belum rampung, membuat lima warga Kudus harus berlebaran di karantina Rusunawa Bakalankrapyak.
Update Covid-19 Kudus: 1 Pasien Positif Meninggal
Kasus pasien positif Covid-19 meninggal dunia di Kudus bertambah. Sebelumnya ada empat pasien meninggal, kini menjadi lima pasien.
0
Demo Tolak UU Omnibus Law di Makassar, Mobil NasDem Dibakar
Unjuk rasa mahasiswa UNM Makassar menolak UU omnibus law berlangsung ricuh di Kota Makassar, mobil ambulance milik Partai NasDem dibakar.