UNTUK INDONESIA
Penusukan Wiranto Sudah Direncanakan
Analis Intelijen dan Terorisme Stanislaus Riyanta memandang penyerangan terhadap Menko Polhukam Wiranto sudah direncanakan.
Menko Polhukam, Wiranto memberikan keterangan pers terkait kondisi terkini dari Papua di Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu, 4 September 2019. (Foto: Antara/M Risyal Hidayat).

Jakarta - Analis Intelijen dan Terorisme Stanislaus Riyanta memandang penyerangan terhadap Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto sudah direncanakan.

Menurut Stanislaus, dari model penyerangan yang dilakukan, diduga kuat pelaku adalah orang yang terpapar paham radikal. 

Dilihat dari senjata yang digunakan dan aksi yang dilakukan nampak sudah terencana.

Dia melanjutkan, dari sasaran aksi, diperkirakan afiliasi paham radikal tersebut mengarah kepada ISIS. Aksi ini dapat disebut sebagai aksi teror, mengingat dilakukan di tempat umum yang dapat menimbulkan ketakutan masyarakat.

"Dilihat dari senjata yang digunakan dan aksi yang dilakukan nampak sudah terencana. Di lokasi kejadian diamankan juga istri dari pelaku yang ternyata juga membawa pisau," kata Stanislaus saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis, 10 Oktober 2019.

Dia menilai, kelompok radikal dan teroris belakangan ini memang melakukan adaptasi model serangan dengan kelompok yang berskala lebih kecil.

"Yang sebelumnya dilakukan kelompok seperti di Kampung Melayu dan Thamrin, mulai berubah dilakukan oleh sel-sel kecil seperti keluarga dan lone wolf. Seperti yang terjadi di Surabaya dan penyerang Wiranto," tuturnya.

Aksi yang dilakukan sel keluarga dan lone wolf sulit dideteksi. Sebab, kata Stanislaus, mereka biasa tidak menggunakan komunikasi dengan aplikasi percakapan yang bisa dideteksi.

"Momentun kunjungan Wiranto dimanfaatkan oleh pelaku untuk melakukan aksinya. Hal ini patut diwaspadai karena bisa memicu orang atau kelompok lain yang mempunyai ideologi yang sama untuk melakukan aksi serupa," ujarnya.

Stanislaus menyatakan, aparat keamanan perlu waspada mengingat dalam beberapa hari ke depan ada momentum penting dalam pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Indonesia terpillih.

"Bisa menjadi daya tarik orang atau kelompok radikal untuk melakukan aksi demi eksistensi ideologinya," kata dia.

Menko Polhukam Wiranto ditikam pria tidak dikenal di Pandeglang, Banten, dengan menggunakan senjata tajam. Akibat kejadian itu, dua orang mengalami luka saat berusaha menangkap pelaku.

Kapolsek Menes Kompol Dariyanto mengalami luka tusuk di bagian punggung. Sementara seorang lainnya yaitu Fuad mengalami luka di bagian dada sebelah kiri atas. Pelaku yang diketahui seorang diri tersebut telah diamankan kepolisian.

"Adapun kejadian penusukan tersebut secara tiba-tiba langsung menyerang/menusuk kebagian perut Jenderal TNI (Purn) Wiranto (Menko Polhukam) dengan sajam berupa gunting secara membabi buta," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, Kamis, 10 Oktober 2019. []

Berita terkait
Penusukan Wiranto dan Ancaman Radikalisme
Penusukan Wiranto dan ancaman radikalisme. Bangunlah, Pak Jokowi. Mereka sudah ada di dalam rumah kita sendiri. Tulisan opini Denny Siregar.
Kronologi Wiranto Ditusuk di Pandeglang Banten
Wiranto ditusuk orang tak dikenal di Alun-alun Menes, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten. Berikut kronologinya.
Wiranto Kena Dua Tusukan di Perut
Direktur Utama RSUD Berkah Pandeglang Firman mengatakan Mekopolhukam Wiiranto terkena dua tusukan di bagian perut.
0
Sekjen NasDem: Soal Kabinet, Itu Kewenangan Presiden
Pertemuan Prabowo Subianto dengan Surya Paloh tidak membicarakan soal koalisi, opsisi dan jatah menteri karena merupakan kewenangan presiden