Pendidikan Agama dan Duniawi di Ponpes Harus Seimbang

Kemenko PMK menilai, pendidikan di pondok pesantren sudah cukup baik. Tetapi, harus seimbang antara ilmu agama dan ilmu duniawi.
Kemenko PMK meninjau pondok pesantren. (Foto:Tagar/Kemenko PMK)

Jakarta - Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Agus Sartono menilai, pendidikan di pondok pesantren (ponpes) sejauh ini sudah cukup baik. Tetapi para santri di ponpes seyogianya memperoleh pendidikan seimbang antara ilmu agama dan ilmu duniawi.

"Anak-anak pesantren selain belajar agama juga belajar dunia. Karena kita tidak bisa menafikkan anak-anak harus bisa mandiri sehingga mereka harus kita bekali ilmu dunia," tuturnya saat berkunjung ke Ponpes Darul Istiqomah, Manado, Sulut, Minggu, 5 April 2021.

Menyambut pelaksanaan pendidikan tatap muka (PTM) yang akan dimulai bulan Juli-Agustus mendatang, para guru dan tenaga pendidik juga akan kita prioritaskan untuk mendapatkan vaksin.

"Dunianya dulu yang kita kuasai baru kemudian menuju akhirat yang lebih baik, sebagaimana doa yang selalu kita mohonkan, Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah waqina adzabannar," sambungnya.

Agus yang hadir mewakili Menko PMK Muhadjir Effendy menyampaikan bahwa pemerintah telah berupaya melalui kerja sama beberapa perguruan tinggi yang memiliki Centre of Excellence untuk memberikan pelajaran ilmu tepat guna kepada para santri di ponpes.

"Saya berharap dan berpesan kepada para santri agar menjadi lebih mandiri. Kalau mereka bisa mandiri negara ini bisa makmur," sebutnya.

Namun, keberhasilan pendidikan tidak lepas dari peran guru. Oleh sebab itu, pemerintah memberikan kesempatan bagi para guru termasuk guru-guru di ponpes untuk mengikuti program PPPK.

Sehingga para guru diharapkan dapat memperoleh kesejahteraan yang lebih baik di samping hak-hak yang sudah diberikan oleh pemerintah maupun sekolah.

"Menyambut pelaksanaan pendidikan tatap muka (PTM) yang akan dimulai bulan Juli-Agustus mendatang, para guru dan tenaga pendidik juga akan kita prioritaskan untuk mendapatkan vaksin," pungkasnya.

Adapun pemerintah telah membuat kebijakan untuk kembali melaksanakan PTM di tengah pandemi yang hingga kini masih berlangsung. Agus pun berpesan seluruh stakeholder di lingkungan pendidikan termasuk ponpes agar selalu menerapkan protokol kesehatan demi mencegah penularan Covid-19.

"Para guru sekalipun nanti sudah divaksin jangan lengah karena vaksin bukan satu-satunya. Ini adalah bagian dari ikhtiar kita. Kalau kita taat menjalankan protokol kesehatan, bukankah ini juga bagian dari keimanan kita karena bukan hanya menjaga kita tapi juga menjaga keselamatan orang lain. Jadi di setiap kesempatan, anak-anak harus terus diingatkan," sebut Agus. []

Berita terkait
Menko PMK: Ekspor Produk Pertanian Angkat Martabat Petani
Menko PMK Muhadjir Effendy saat melepas ekspor pertanian menegaskan, semakin meningkatnya ekspor maka kesejahteraan petani semakin meningkat pula.
Menko PMK Kenang Jasa Tukang Cetak Foto Saat Jadi Wartawan
Menko PMK Muhadjir Effendy berbagi pengalaman saat dirinya menjadi wartawan di salah satu majalah mingguan di Jawa Timur.
Menko PMK Kecam Aksi Terorisme Terutama di Tempat Ibadah
Menko PMK Muhadjir Effendy, mengecam keras aksi terorisme yang dilakukan terutama di tempat ibadah.
0
Ketua DPRD: HJB ke-539 Momentum Kebangkitan Kabupaten Bogor
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto mengatakan Hari Jadi Bogor yang ke-539 hendaknya menjadi momentum kebangkitan Kabupaten Bogor.