Menko PMK: Ekspor Produk Pertanian Angkat Martabat Petani

Menko PMK Muhadjir Effendy saat melepas ekspor pertanian menegaskan, semakin meningkatnya ekspor maka kesejahteraan petani semakin meningkat pula.
Menko PMK Muhadjir Effendy, melepas ekspor pertanian. (Foto:Tagar/Kemenko PMK)

Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, petani Indonesia adalah salah satu kelompok yang sensitif terkena dampak pandemi Covid-19.

Pak Menko melepas kurang lebih nilainya Rp 1,2 Triliun di 52 pintu (pelabuhan di seluruh Indonesia).

Hal ini diungkapkannya saat menghadiri pelepasan ekspor bersama produk pertanian senilai Rp 220 M Melalui Karantina Pertanian Tanjung Priok dan Soekarno-Hatta yang dihadiri Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Anggota DPR-RI Yorrys Raweyai, di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

"Kita tahu bahwa di sektor paling hulu dari semua produk pertanian adalah berasal dari petani. Ketika terjadi bencana alam maupun non alam seperti sekarang wabah Covid-19 ini maka yang paling mudah jatuh menjadi orang miskin adalah para petani," tuturnya berdasarkan keterangan tertulis yang dikutip Tagar, Minggu, 4 April 2021.

Menko PMK menjelaskan, dalam hal ini pemerintah terus mendorong dan mendukung ekspor komoditas pertanian Indonesia ke mancanegara. Sebab, semakin meningkatnya ekspor, maka kesejahteraan petani akan semakin meningkat.

"Karena itu, dengan kita mendorong ekspor seperti ini, kita harap mata rantai proses dari komoditas ekspor ini akan betul-betul bersinggungan dengan masyarakat paling bawah yaitu para petani yang otomatis juga akan ikut mengentas (lepas) dari kemiskinan," ungkapnya.

"Kegiatan ini (ekspor pertanian) memang betul-betul bagian tak terpisahkan dari upaya kita untuk mengangkat harkat martabat masyarakat kita, khususnya masyarakat petani," sambungnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) menjelaskan, kegiatan pelepasan ekspor bersama produk pertanian ini merupakan perintah dari Presiden RI Joko Widodo untuk memaksimalkan ekspor.

"Ini membuktikan sesuai perintah Presiden kepada kami, bahwa bagaimanapun ekspor kita harus dimaksimalkan. Ini hanya ada kalau semua pihak terlibat dan mau menyempurnakan yang kurang," katanya.

Lebih lanjut, Mentan yang kerap disapa komandan SYL ini mengungkapkan, terdapat lebih dari 50 jenis komoditas yang dilepas dalam kegiatan pelepasan ekspor bersama produk pertanian di Pelabuhan Tanjung Priok ini, dengan tujuan 42 negara.

"Ini membuktikan bahwa produktivitas kita ada dan komoditas kita itu dibutuhkan oleh dunia. Dan hari ini Pak Menko melepas kurang lebih nilainya Rp 1,2 Triliun di 52 pintu (pelabuhan di seluruh Indonesia). Di pelabuhan Tanjung Priok kita lepas kurang lebih Rp 220 Miliar dan jenisnya macam-macam, seperti tanduk rusa sarang walet, jengkol, petai, melinjo sampai macam-macam," rincinya. []

Berita terkait
Menko PMK Kenang Jasa Tukang Cetak Foto Saat Jadi Wartawan
Menko PMK Muhadjir Effendy berbagi pengalaman saat dirinya menjadi wartawan di salah satu majalah mingguan di Jawa Timur.
Menko PMK Kecam Aksi Terorisme Terutama di Tempat Ibadah
Menko PMK Muhadjir Effendy, mengecam keras aksi terorisme yang dilakukan terutama di tempat ibadah.
Menko PMK: TB Menular, Mematikan, 75% Terjadi di Usia Produktif
Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan, 75% kasus TB terjadi pada usia produktif 15-54 tahun dan 8,2% menjangkiti anak usia kurang dari 15 tahun.
0
Mengenal Program Pendidikan Kecakapan Kerja Kemendikbud
Program Pendidikan Kecakapan Kerja Kemendikbud bertujuan mengembangkan keterampilan kerja agar sesuai kebutuhan Industri dan dunia usaha.