Pemuda Pancasila Bentrok Saat Hari Sumpah Pemuda di Bantul

Pemuda Pancasila bentrok di Hari Sumpah Pemuda di Bantul, Yogyakarta. Satu orang terluka dan enam ditangkap polisi. Kasus ditangani Polres Bantul.
Petugas tampak membershkan puing dan kaca yang pecah usai bentrok Pemuda Pancasia di Bantul. (Foto: Tagar/Faya Lusaka Aulia)

Bantul - Sekelompok orang berseragam Pemuda Pancasila (PP) melakukan penyerangan Kantor Majelis Pimpinan Cabang (MPC) PP Kabupaten Bantul yang berada di Jalan Bantul, Cepit, Pendowoharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Rabu, 28 Oktober 2020.

Penyerangan ini bertepatan dengan memperingatinya hari Sumpah Pemuda. Seorang terluka dalam kejadian tersebut. Korban atas nama Indarto, 49 tahun yang mengalami luka di kepala yang terkena lemparan batu. Indrato tidak lain merupakan kakak dari Ketua MPC Pemuda Pancasila Bantul, Doni Bimo Saptoto.

Baca Juga:

Korban segera dibawa ke RS PKU Bantul untuk mendapat pertolongan. Dalam kejadian ini, Polres Bantul juga menangkap enam orang untuk penyelidikan kejadian tersebut.

Insiden penyerangan ini diawali dari adanya Pawai Simpatik dari Pemuda Pancasila DIY dalam rangka memperingati HUT ke-61 tahun Pemuda Pancasila. Pawai yang diikuti sebanyak 200 anggota ini berangkat dari Maliboro City, Jalan Solo.

Saya menyerahkan kasus ini ke polisi untuk diusut tuntas. Saya juga mempertahankan teman-teman PP Bantul untuk tidak bergerak.

Kronologis kejadian yaitu sekitar pukul 13.12 WIB rombongan PP DIY berjumlah 200 orang, tiba di Kantor Sekertariat PP Bantul. Kemudian rombongan menyerang Kantor Sekretariat PP Bantul dengan menggunakan batu. Setelahnya keributan dapat dilerai oleh aparat kepolisian yang tidak memakai baju dinas.

Tak lama berselang, anggota Polres Bantul datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) langsung menghalau massa Pemuda Pancasila DIY yang lari ke Arah Tembi. Akhirnya TKP sudah aman dan kembali kondusif.

“Saya menyerahkan kasus ini ke polisi untuk diusut tuntas. Saya juga mempertahankan teman-teman PP Bantul untuk tidak bergerak, agar tetap kondusif,” kata Ketua MPC Pemuda Pancasila Bantul Doni Bimo Saptoto.

Kapolres Bantul Ajun Komisrais Besar Polisi Wachyu Tri Budi mengaku sudah memperoleh informasi dari adanya aksi penyerangan tersebut. Kemudian pihak polisi sudah melakukan pengamanan di lokasi kejadian. Kemudian langkah-langkah yang telah dilakukan yaitu olah tempat kejadian perkara maupun mengamankan lokasi.

Baca Juga:

Menurut Kapolres, polisi mengamankan kendaraan yang terdiri dua mobil dan satu sepeda motor untuk diselidiki. "Enam orang yang diamankan. Untuk motif dari kasus penyerangan ini masih diselidiki," ungkapnya.

Dia mengimbau agar masyarakat Bantul tetap tenang. "Apalagi kondisi sedang menjelang Pilkada maka harus tetap tenang, tidak terpancing dan terprovokasi. Tetap percayakan penyelesaian kasus ini pada polisi yang akan berusaha semaksimal mungkin,” katanya. []

Berita terkait
Relawan Paslon Pilkada Makassar Bentrok dengan Pendemo
Bentrok antara mahasiswa dengan relawan salah satu paslon di Pilkada Makassar terjadi karena penurunan baliho salah satu paslon oleh pendemo.
Tolak Omnibus Law, Buruh dan Polisi Bentrok di Tangerang
Bentrok terjadi antara massa buruh dengan anggota polisi di Jalan Daan Mogot, Batuceper, Kota Tangerang.
Polres Bantul Dalami Masalah Bentrok di Kasihan
Polres Bantul panggil empat saksi terkait bentrok di Kasihan Bantul
0
Naomi Osaka Mundur Dari Grand Slam Prancis Terbuka 2021
Naomi Osaka, petenis Jepang peringkat dua dunia, menolak konferensi pers setelah pertandingan akhirnya mengundurkan diri dari Prancis Terbuka