UNTUK INDONESIA
Relawan Paslon Pilkada Makassar Bentrok dengan Pendemo
Bentrok antara mahasiswa dengan relawan salah satu paslon di Pilkada Makassar terjadi karena penurunan baliho salah satu paslon oleh pendemo.
Relawan pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar saat mengangkat spanduk paslonnya yang terjatuh. (Foto: Tagar/Muhammad Ilham)

Makassar - Relawan salah satu pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar tiba-tiba menyerang mahasiswa yang sementara melakukan aksi unjuk rasa di Jalan AP Pettarani, bawah jembatan Flyover, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa, 20 Oktober 2020.

Berbagai kelompok mahasiswa yang sejak siang tadi, melakukan aksi unjuk rasa memperingati setahun kepimpinan Jokowi-Ma'ruf Amin, tiba-tiba diserang sekelompok pendukung salah satu paslon Pilkada Makassar.

Kami dukung kalau mahasiswa demo tapi jangan juga kasih rusak spanduk. Kami setengah mati pasang ini (spanduk).

Mereka menyerang mahasiswa yang sementara melakukan orasi dengan menggunakan balok kayu dan senjata tajam. Akibatnya, para mahasiswa langsung berhamburan dan membalas dengan pelemparan batu.

Belakangan diketahui penyebab insiden tersebut, dilatarbelakangi penurunan spanduk salah satu paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar yang terpasang di sekitar lokasi unjuk rasa.

"Kami dukung kalau mahasiswa demo tapi jangan juga kasih rusak spanduk. Kami setengah mati pasang ini (spanduk)," kata salah satu relawan sambil mengangkat spanduk yang dijatuhkan.

Namun, insiden tersebut tidak berlangsung lama, setelah masing-masing kedua belah pihak dapat menahan diri. Hingga saat ini, berbagai kelompok mahasiswa kembali melakukan aksi unjuk rasanya dan situasi dalam kondisi kondusif dengan pengawalan pihak kepolisian.[]

Berita terkait
Danny Pomanto: Ada Indikasi Menjatuhkannya di Pilkada Makassar
Calon Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto mengaku ada yang sengaja menjatuhkan dirinya di Pilkada Makassar
Trafo Listrik Gedung Pemkot Makassar Meledak
Trafo listrik di Balai Kota Makassar meledak hingga membuat pelayanan terhadap masyarakat terhenti. Ini penyebabnya.
Hipnotis Warga Makassar, IRT asal Maros Diciduk Polisi
Seorang IRT asal Kabupaten Maros ditangkap polisi karena melakukan penipuan dengan modus hipnotis
0
Sindir Politik Dinasti, PKS: Ini Bukan Perusahaan Keluarga
Wakil Ketua Fraksi PKS DPR, Mulyanto mengaku prihatin dengan sikap abai Pemerintahan Presiden Jokowi atas perkembangan politik dinasti saat ini.