UNTUK INDONESIA
Pemkab Sumenep Bangun Pengolah Sampah Miliaran
Untuk mengatasi sampah, Pemkab Sumenep berencana membangun pusat daur ulang senilai miliaran rupiah.
Sampah berserakan di wilayah pinggir kota Sumenep. (Foto: Tagar/Nurus Solehen)

Sumenep - Keberadaan sampah di wilayah Kota Sumenep tidak terkelola dengan baik. Setiap hari, produksi sampah mencapai 2 ton. Sampah tersebut tergolong overload atau melebihi kapasitas pada hari biasanya. Mengantisipasi hal tersebut, Pemkab Sumenep tengah merencakan pembangunan pusat daur ulang sampah (PDUS) senilai Rp 1,3 miliar, dan dibantu peralatan penunjang sampah Rp 275 juta. Totalnya kurang lebih Rp 1,5 miliar.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep, Agus Salam mengatakan, beberapa pekan lalu proyek perencanaan PDUS baru selesai ditender. Sekarang, tengah dalam proses pengerjaan.

“Ini upaya pemerintah mengatasi sampah yang sudah menumpuk, bahkan mendekati overload. Karena setiap hari sampah di Kota Sumenep kurang lebih sekitar 2 ton,” kata Agus Salam, Jumat 15 November 2019.

Jadi sampah dari masyarakat diangkut ke tempat pembuangan sampah (TPS), namun tidak langsung masuk ke TPA.

Menurutnya, anggaran PDUS bersumber dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) tahun 2019. Dengan pembangunan ini diharapkan masalah sampah segera dapat teratasi. Sehingga masyarakat tidak lagi mengeluh.

"Jadi nantinya diharapkan maksimal dalam mengatasi persoalan sampah. Karena memang selama ini pemerintah belum menyediakan fasilitas pengolahan sampah,” ungkap Agus.

Untuk memaksimalkan penampungan sampah, Pemkab Sumenep sengaja menempatkan lokasi pembangunan PDUS berdekatan dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Kecamatan Batuan.

“Jadi sampah dari masyarakat diangkut ke tempat pembuangan sampah (TPS), namun tidak langsung masuk ke TPA. Nanti sampah dipilah dulu di PDUS, seperti sampah organik dan non anorganik. Baru kemudian sampah yang tidak bisa dimanfaatkan akan dibuang ke sel sampah,” jelas dia.

Ia mengimbau agar masyarakat meningkatkan kesadaran untuk membantu pemerintah menyelesaikan masalah sampah. Tanpa partisipasi masyarakat, masalah sampah sampai kapanpun tidak akan terpecahkan. Dengan pembangunan PDUS semoga jadi jawabannya. []

Baca juga:

Berita terkait
Karatan, Kapal Penumpang di Sumenep Dilelang
Pemkab Sumenep memutuskan untuk melelang satu kapal penumpang miliknya. Saat ini tim appraisal tengah menaksir harga kapal.
Bom Ikan Meledak di Sumenep, Dua Warga Luka Parah
Bom ikan meledak di Sumenep menyebabkan dua orang warga mendapatkan perawatan intensif di RSUD Sumenep karena mengalami luka parah.
Ustaz Pesantren di Sumenep Perkosa Santri Berulang Kali
Aksi bejat GN terbongkar setelah S tidak tahan dengan perbuatan gurunya dan memutuskan untuk melapor ke polisi.
0
Kolera Babi Bikin Warga Sibolga Takut Makan Ikan
Isu virus hog cholera atau kolera babi telah terinfeksi pada ikan membuat warga Kota Sibolga, Sumatera Utara, takut mengkonsumi ikan
Jokowi Batal Berkunjung ke Ranah Minang
Enam Tips Mengencangkan Bokong Tepos