UNTUK INDONESIA
Kapal Pengantin dari Pangkep Terdampar di Sumenep
Kapal rombongan pengantin dari Kepulauan Sailus, Pangkep, Sulsel akhirnya ditemukan terdampar di pulau tak berpenghuni di perairan Sumenep.
Ilustrasi kapal terdampar. (Foto: Dokumen/faktualnews.com).

Sumenep - Perahu rombongan pengantin yang dikabarkan hilang di perairan Pulau Sapeken, Sumenep, Jawa Timur kini sudah ditemukan. Perahu dari Pulau Sailus, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep) Sulawesi Selatan (Sulsel) itu, ternyata menyasar ke sebuah pulau tak berpenghuni.

Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Kepolisian Resort (Polres) Sumenep AKP Widiarti membenarkan ditemukannya kapal yang memuat rombongan pengantin dari Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel) di perairan Pulau Sapeken, Sumenep.

Perahu dipulangkan oleh nelayan yang menemukan. Mereka tak melanjutkan perjalanan menuju Pulau Sapeken, Sumenep.

"Jadi karena mesinnya mati, kapal ini tiba-tiba menyasar ikut arus gelombang ombak," ujarnya kepada Tagar saat dihubungi melalui telepon selulernya, Minggu 23 Februari 2020.

Widiarti mengatakan orang pertama yang menemukan keberadaan perahu yang bermuatan sembilan orang ini adalah seorang nelayan. Pasca ditemukan, perahu digiring ke pulau asalnya untuk dipulangkan.

"Perahu dipulangkan oleh nelayan yang menemukan. Mereka tak melanjutkan perjalanan menuju Pulau Sapeken, Sumenep," ucapnya.

Menurut data polisi, perahu rombongan pengantin itu berangkat dari Pulau Sailus sejak 18 Februari lalu. Namun setelah beberapa hari di laut, rombongan tersebut hilang di perairan dekat Desa Kaiok, Kecamatan Pulau Sapeken, Sumenep, Jawa Timur.

Saat itu pula, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep juga menerima laporan dari salah satu Pemkab Pangkep, jika ada kapal dari Sulawesi menuju ke Sumenep, namun hilang kontak. BPBD langsung turun tangan untuk melakukan proses pencarian dengan melibatkan sejumlah unsur masyarakat.

"Alhamdulillah ke sembilan penumpang selamat, tidak ada korban," ucapnya.

Sembilan penumpang perahu tersebut, di antaranya, Jamik, 33 tahun, Rijau, 52 tahun, Hauwa, 50 tahun, Firman, 26 tahun, Sailan, 15 tahun Hasiana, 21 tahun, Pati, 48 tahun, Suleman, 30 tahun, dan Baco, 51 tahun. [] 

Berita terkait
Serangan Ulat Bulu Resahkan Warga Kota Kediri
Keberadaan ulat bulu di pohon dan rumah warga di Jalan Trunojoyo Kota Kediri membuat khawatir pengguna jalan.
Penemuan Bayi dan Surat Gegerkan Warga Kota Kediri
Polsek Kota Kediri menerima laporan adanya bayi beserta sepucuk surat di perumahan BTN Rejomulyo Kota Kediri.
Warga Jakarta Bawa Kabur Motor Majikan di Kota Batu
Muhammad Ali mengaku membawa lari motor operasional tempatnya bekerja karena ingin berkeliling Kota Batu.
0
Khofifah: May Day Risiko Besar Penularan Covid-19
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meminta kepada buruh untuk tidak turun ke jalan memperingati May Day Hari Buruh Internasional.