UNTUK INDONESIA
Pemkab Lombok Barat Serius Benahi Wisata Senggigi
Pemerintah Kabupaten Lombok Barat mulai serius membenahi kawasan Senggigi sebagai ikon pariwisata pertama di NTB.
Destinasi wisata pantai di kawasan Senggigi, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. (Foto: Tagar/Harianto Nukman)

Lombok Barat - Keseriusan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dalam mengembalikan citra kawasan Senggigi sebagai ikon pariwisata pertama di Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai nampak. Sedikitnya Rp 45 miliar telah disiapkan untuk digelontorkan pada tahun 2020 ini demi membenahi jalan utama sepanjang 13 km lebih beserta pembenahan objek destinasi lainnya yang ada di Senggigi.

"Saat ini sudah masuk persiapan tender. Bila tidak ada hambatan, bulan Mei sudah bisa kita mulai pekerjaan fisik," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Lombok Barat, I Made Arthadana, Selasa 3 Maret 2020.

Pantai SenggigiDestinasi wisata pantai di kawasan Senggigi, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. (Foto: Tagar/Harianto Nukman)

Made memastikan proses persiapan tender dikerjakan bersamaan dengan persiapan sosial lainnya. "Persiapan sudah kita lakukan, salah satunya adalah berupa mengembalikan fungsi lahan. Itu kita sosialisasikan. Kita ingin mengembalikan lahan-lahan milik jalan, agar kembali semula menjadi milik jalan," terang Made.

Sesuai arahan pimpinan, kita sangat serius membangun Senggigi.

Dia memastikan proses pembangunan fisik nanti tidak menemukan hambatan berarti. Penataan yang rencananya memakan biaya sekitar Rp 45 miliar itu terbagi menjadi 3 tema di seluruh kawasan Senggigi.

Tema satu adalah kuliner sepanjang jalan 3,2 km yang dimulai dari gerbang masuk perbatasan Kota Mataram sampai ke kawasan sebelum Makam Batulayar.

Pantai SenggigiDestinasi wisata pantai di kawasan Senggigi, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. (Foto: Tagar/Harianto Nukman)

"Untuk tema ini saja, kita menyiapkan 2,3 miliar untuk 4 spot berupa pintu gerbang, rest area, trotoar dengan banyak signing edge," papar Made.

Tema berikutnya, papar Made adalah tema Religi. Ini terkait dengan adanya Makam Batulayar dan Pura Batu Bolong yang menjadi potret pluralisme dan toleransi di Lombok Barat di mana pihaknya berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata yang akan menjadi subjek teknis pembangunan dua destinasi tersebut.

"Untuk koridor jalan di tema religi ini kita menyiapkan 1,2 miliar dengan dua sub tema, yaitu Islamic Theme dan Hindu Theme. Ada 3 spot di tema ini berupa signing edge, Batu Bolong Landmark dan Batu Layar," katanya.

Tema terakhir adalah tema Pantai yang dimulai dari kawasan Alberto sampai dengan perbatasan dengan Kabupaten Lombok Utara. "Di kawasan sepanjang 6,5 kilo meter kita menyiapkan signing edge di setiap 250 meter dan gapura perbatasan. Tapi untuk tema ini baru sampai tahap perencanaan saja," papar Made.

Seluruh pekerjaan tersebut di koridor utama yang menjadi pengelola teknisnya adalah Dinas PUTR itu ditambah lagi dengan penataan jalan masuk menuju Pantai Senggigi yang nilai proyeknya mencapai 2,6 miliar, kawasan inti Pantai Senggigi yang membutuhkan biaya sebesar Rp 11,4 miliar, dan gapura perbatasan senilai 2,5 miliar.

Saat ini sudah masuk persiapan tender. Bila tidak ada hambatan, bulan Mei sudah bisa kita mulai pekerjaan fisik.

Untuk pembiayaannya, jelas Made, bersumber dari APBD yang meliputi Dana Alokasi Umum sebesar Rp 23 miliar yang merupakan kebijakan prioritas, dan dari pinjaman daerah sebesar Rp 2,6 miliar.

Sisanya sebesar Rp 20 miliar dari pinjaman daerah yang dikelola oleh Dinas Pariwisata Lombok Barat untuk merevitalisasi objek vital destinasi seperti Makam Batu Layar, kawasan Batu Bolong, Alberto, Sheraton, Pasifik, dan kawasan Kerandangan.

"Sesuai arahan pimpinan, kita sangat serius membangun Senggigi. Di samping fisik, kita sedang membahas untuk pengelolaannya melalui destination management organization (DMO). Kita ingin pengelolaan Senggigi ini lebih efektif, cepat, dan lebih memudahkan pelayanan ke para pelaku dan wisatawan," jelas Made. []

Berita terkait
Wisata Air Terjun Benang Kelambu di Lombok Tengah
Air terjun berselimut lumut dan dedaunan mirip kelambu terpasang di tebing. Wisata air terjun Benang Kelambu di Lombok Tengah.
Bangkitkan Pariwisata Lombok, Indra dan Vina Tampil di Senggigi Sunset Jazz 2018
Pariwisata bisa menjadi salah alat untuk membangkitkan kembali perekonomian Lombok.
Gempa Berlalu, Lombok Aman Bagi Wisatawan
Gempa berlalu, Lombok aman bagi wisatawan, ujar Kepala Bapenda Lombok Barat Lale Priyatni.
0
Curhatan Emak Pedagang Pasar Tradisional di Semarang
Pandemi corona membuat omzet usaha kecil di Kota Semarang terjun bebas. Seperti apa keluhan mereka?