Pemerintah Indonesia Sedang Rampungkan Bursa Aset Kripto

Lutfi mengatakan, penyelesaian bursanya dan beberapa peraturan pendukung memastikan bawah aset kripto bagian dari investasi negara di masa depan.
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi.(Foto:Tagar/Tangkapan Layar Konferensi pers Kemendag)

 Jakarta - Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi, mengatakan saat ini pemerintah tengah merampungkan merampungkan regulasi aset kripto yang saat ini kian menjamur di kalangan generasi milenial.

"Saya sedang merampungkan. Pertama memastikan aset kripto suatu bagian dari komoditas dan kita sedang selesaikan bursanya," kata Lutfi dalam CNBC Indonesia Economic Update, dikutip Tagar, Kamis, 22 Juli 2021.


Kalau kita lihat pertumbuhan berkali lipat. Oleh sebab itu diatur secara baik. Mudah-mudahan kita keluarkan bursa, seluruh aturan sebelum kalender 2021 ini berakhir.


Dia menjelaskan, penyelesaian bursanya dan beberapa peraturan pendukung memastikan bawah aset kripto adalah komoditas baik, aman, menjanjikan bagian dari investasi negara di masa depan.

"Kalau kita lihat pertumbuhan berkali lipat. Oleh sebab itu diatur secara baik. Mudah-mudahan kita keluarkan bursa, seluruh aturan sebelum kalender 2021 ini berakhir," ujarnya. []

Baca Juga: "Kalau Saya di Posisi Bahlil atau Lutfi, Saya Akan Mundur"

Berita terkait
Menteri Lutfi dan Bahlil Disarankan Mundur dan Minta Maaf
Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando EMaS mengatakan, keduanya harus tetap menunjukkan empatinya kepada masyarakat Indonesia.
Mendag Lutfi Soal Impor Beras: Saya Tanggung Jawab, Jangan Salahkan Bulog
Perihal wacana impor beras 1,5 juta ton, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan jangan salahkan Bulog, dirinyalah yang tanggung jawab.
Muhammad Lutfi: Menteri Perdagangan Seperti Wasit Tinju
Muhammad Lutfi menganalogikan, menteri perdagangan seperti wasit tinju. Ini alasannya.
0
Pemerintah Indonesia Sedang Rampungkan Bursa Aset Kripto
Lutfi mengatakan, penyelesaian bursanya dan beberapa peraturan pendukung memastikan bawah aset kripto bagian dari investasi negara di masa depan.