"Kalau Saya di Posisi Bahlil atau Lutfi, Saya Akan Mundur"

Jokowi juga mengimbau agar para pemimpin di seluruh kementerian/lembaga untuk lebih peka serta memiliki sense of crisis.
Direktu Rumah Politik, Fernando EMaS. (Foto: Tagar)

Jakarta - Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando EMaS mengatakan, sudah selayaknya semua menteri turut serta membantu presiden menangani persoalan Covid-19 yang kian melonjak.

"Jangan ada yang coba-coba membuat agenda tersendiri tanpa ada menunjukkan rasa empati terhadap persoalan yang sedang dihadapi negara dan kesulitan yang dirasakan masyarakat," kata Fernando dalam keterangan tertulis yang diterima Tagar, Sabtu, 17 Juli 2021.

Fernando menyarankan agar kepada para menteri di kabinet Jokowi yang tak sejalan dengan visi dan misi presiden serta membantu menuntaskan Covid-19, sebaiknya mundur atau akan di-reshuffle dalam waktu dekat.

"Kalau saya ada di posisi Bahlil atau Lutfi, saya akan mundur sebagai Menteri karena tanggungjawab moral saya yang tidak ikut prihatin atas apa yang dirasakan oleh masyarakat Indonesia saat ini dengan bepergian ke luar negeri dengan alasan mencari investor," katanya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melarang seluruh menteri maupun kepala lembaga untuk bepergian ke luar negeri jika tidak ada hal yang bersifat khusus serta tanpa ada izin dari kepala negara.

Jokowi juga mengimbau agar para pemimpin di seluruh kementerian/lembaga untuk lebih peka serta memiliki sense of crisis di tengah penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

"Presiden telah menegaskan bahwa dalam PPKM Darurat ini tentunya sense of crisis seluruh kementerian/lembaga, para pemimpin itu harus ada," kata Pramono Anung, Jumat, 16 Juli 2021.

Untuk diketahui, pada empat hari lalu Menteri Investasi/ Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) berada di New York, Amerika Serikat. Dalam akun Twitter resminya @bahlillahadalia mengunggah foto saat bersama dengan Direktur Eksekutif American Indonesian Chamber of Commerce (AICC) di New York, AS.

Bahlil pun menulis, "Bersama Pak Arifi Saiman, Konsul Jenderal RI di New York dan Mr. Wayne Forrest, Direktur Eksekutif American Indonesian Chamber of Commerce (AICC). Kunjungan kerja ke US ini untuk melihat berbagai peluang ekonomi dan meningkatkan kerja sama investasi antara Indonesia dan Amerika."


Kalau saya ada di posisi Bahlil atau Lutfi, saya akan mundur sebagai Menteri karena tanggungjawab moral saya yang tidak ikut prihatin atas apa yang dirasakan oleh masyarakat Indonesia saat ini dengan bepergian ke luar negeri dengan alasan mencari investor.


Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi diketahui juga tengah berada di Amerika Serikat beberapa hari lalu. Dalam akun Instagram resminya Lutfi mengunggah foto bersama Duta Besar Katherine Tai. Katherine merupakan bagian dari anggota kabinet Joe Biden, yang didaulat sebagai penasihat perdagangan utama, negosiator, dan juru bicara kebijakan perdagangan AS.

Lutfi yang menulis unggahannya menggunakan bahasa Inggris, mengatakan, dengan protokol kesehatan yang ketat dan telah divaksinasi, dirinya gembira bisa bertemu dengan Ambassador Katherine Tai secara personal.

Mereka berdua telah berkomitmen untuk memperkuat kerja sama melalui beragam multilateral dan juga bilateral kedua negara, termasuk "Trade and Investment Framework Agreement" yang akan dilaksanakan pada tahun ini. []

Baca Juga: Bahlil Lahadalia: UU Cipta Kerja Berikan Ruang Besar Bagi UMKM

Berita terkait
Menteri Lutfi dan Bahlil Disarankan Mundur dan Minta Maaf
Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando EMaS mengatakan, keduanya harus tetap menunjukkan empatinya kepada masyarakat Indonesia.
Mendag Lutfi Soal Impor Beras: Saya Tanggung Jawab, Jangan Salahkan Bulog
Perihal wacana impor beras 1,5 juta ton, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan jangan salahkan Bulog, dirinyalah yang tanggung jawab.
Rafli Kande ke M Lutfi: Kemendag Harus Tingkatkan Perdagangan
anggota Komisi VI DPR RI Rafli Kande berharap Menteri Perdagangan M Lutfi bisa meningkatkan volume perdagangan Indonesia.
0
"Kalau Saya di Posisi Bahlil atau Lutfi, Saya Akan Mundur"
Jokowi juga mengimbau agar para pemimpin di seluruh kementerian/lembaga untuk lebih peka serta memiliki sense of crisis.