Pelaku Teror Goweser di Sleman Habis Rp 8 Juta demi Ceweknya

Di balik aksi terornya pada gosewer, tersangka sudah menghabiskan Rp 8 juta demi cewek yang dicintainya. Namun, cintanya tak terbalas.
Tersangka teror air keras pada goweser perempuan di Sleman, Yogyakarta. (Foto: Tagar/Istimewa)

Sleman - JP, 37 tahun, tersangka penyiram cairan keras kepada goweser di Sleman resmi ditetapkan sebagai tersangka. Warga Temanggung, Jawa Tengah ini melakukan aksinya karena sakit hati, cintanya tidak terbalas. Padahal JP sudah menghabiskan uangnya jutaan rupiah demi perempuan yang dicintainya. Orang yang dicintainya pergi meninggalkannya tanpa pamit.

“Terakhir, tersangka memberikan uang sebesar Rp 3 juta kepada perempuannya. Setelah itu menghilang. Nomornya sudah tidak aktif, tidak bisa ditemui lagi,” kata Kapolres Sleman Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Anton Firmanto kepada wartawan, Selasa, 30 Desember 2020.

Baca Juga:

Pertemuan antara JP dengan perempuannya itu bermula dari sebuah warung angkringan di Sleman. Obrolan hangat terjadi kala mereka sedang menyantap nasi kucing dan tusukan sate. Pria yang bekerja sebagai kuli bangunan ini akhirnya kepincut kepada wanita yang diketahui berinisial W.

Setelah pertemuan tersebut, kiranya sudah ada 7 kali mereka bertemu. Walaupun dalam mencari pundi-pundi rupiah di Sleman terasa tersengal-sengal, ia selalu memberikan uang kepada wanita yang dicintainya. Dengan harapan, cintanya bisa terbalaskan. "Total keseluruhan uang yang diberikan sebesar Rp 8 juta,” ucapnya.

Namun harapan tak seindah kenyataan, sebab pengorbanan yang sudah dilakukan ternyata sia-sia. Tiba-tiba pada suatu ketika wanitanya pergi tanpa pamit entah ke mana. Sakit hati pun dirasakan tersangka. “Kalau bahasa jaman sekarang mah ditinggal pas lagi sayang-sayangnya,” kata AKBP Anton.

Total keseluruhan uang yang diberikan sebesar Rp 8 juta.

Kepala Satuan Reskrim Polres Sleman, AKP Deni Irwansyah menambahkan, berdalih sakit hati tersebut, warga Temanggung, Jawa Tengah ini melampiaskan kekesalannya kepada orang lain. Sebab wanitanya mempunyai kebiasaan atau gemar bersepeda pada pagi hari. “Korbannya acak siapa saja yang penting perempuan. Tujuannya untuk mencari di mana keberadaan pacarnya yang ninggalin dia,” kata AKP Deni.

Perasaanya bercampur aduk antara rindu dan sakit hati. Akhirnya tersangka melakukan hal-hal yang kerugian orang lain dengan cara menyiram air keras kepada pengendara sepeda perempuan, seperti yang menimpa anak mantan dosen UGM kemarin.

Beberapa tempat yang pernah jadi lokasi kejahatannya yakni di Jalan Palagan Tentara Pelajar, Sariharjo, Kapanewon Ngaglik, pada Oktober 2020, di Jalan Gito Gati, Pandowoharjo, Sleman, Kamis, 24 Desember 2020 dan Jalan Damai, Sariharjo, Kapanewon Ngaglik, Jumat, 25 Desember 2020. Total goweser perempuan yang jadi korban kejahatan tersangka berjumlah 7 orang. Namun tidak semua korban membuat laporan.

Baca Juga:

Adapun pengendara sepeda yang menjadi target kejahatannya di mana perempuan tersebut memiliki ciri-ciri yang sama dengan perempuan yang sedang tersangka cari. Salah satunya berambut pendek. "Sasarannya dengan ciri-ciri perempuan berambut pendek," ucapnya.

Saat mencari korbannya, tersangka menggunakan sepeda motor dan sudah menyiapkan senjatanya tersebut. Benda cairan lem G merk Dextone ini tersimpan di dalam dasbor motor .

Lebih lanjut, tersangka akan berada di belakang korban yang sedang bersepeda. Selanjutnya tersangka mendekati korban beriringan atau sejajar dengan korban lalu mengambil lem kemudian menyemprotkan ke bagian tubuh korban. Usai melancarkan aksinya, tersangka kabur meninggalkan korban.

Setelah melakukan penyelidik mendalam, tersangka berhasil dibekek tim Polres Sleman pada Sabtu, 27 Desember 2020 pukul 06.00 WIB. Atas perbuatannya, tersangka JP terancam pasal 351 ayat 1 tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan penjara. []

Berita terkait
Kata Pelaku 3 Lokasi Teror Air Keras pada Goweser di Sleman
Tersangka penyiram air keras mengaku sudah tiga kali melakukan kejahatannya kepada goweser. Berikut tiga lokasi tersebut beserta waktu kejadiannya.
Teror Siram Cairan Soda Api Hantui Goweser di Sleman
Aksi teror siram cairan yang diduga soda api bukan kali pertama terjadi di Sleman. Setidaknya dua kali terjadi di lokasi yang berbeda.
Tiga Goweser Cewek Diduga Disiram Cairan Soda Api di Sleman
Tiga goweser cewek di Sleman Yogyakarta diduga mengalami penganiayaaan dengan disiram air keras. Baju goweser sampai melepuh.
0
Politikus PDIP Jagokan Andika Perkasa Jadi Panglima TNI
Politisi PDIP Effendi Simbolon menjagokan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa menjadi Panglima TNI mengantikan Hadi Tjahjanto.