Pasien C-19 di Aceh Bertambah 124 Orang

Data yang diupdate di website Dinas Kesehatan Provinsi Aceh, Sabtu, 12 September 2020 pukul 16.56 WIB Pasien positif C-19 bertambah 124 orang.
IDI Kota Banda Aceh sedang bersiap membagikan multivitamin C kepada tenaga medis di RSUZA, Banda Aceh, Selasa, 24 Maret 2020. (Foto: Tagar/Ahmad Mufti)

Banda Aceh - Pasien positif C-19 di Aceh bertambah sebanyak 124 orang pada Sabtu, 12 September 2020. Sehingga, secara akumulasi, total pasien C-19 di Tanah Rencong menjadi 2.527 kasus.

Hal tersebut berdasarkan data yang diupdate di website Dinas Kesehatan Provinsi Aceh, Sabtu, 12 September 2020 pukul 16.56 WIB. Dari jumlah itu, 1.737 di antara masih menjalani perawatan ataupun isolasi mandiri, 700 sudah sembuh dan 89 meninggal dunia.

Data tersebut juga menyebutkan, 124 pasien tambahan itu tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Aceh. Rinciannya adalah, Kota Banda Aceh menjadi daerah penyumbang terbanyak, yakni 69 orang.

Kemudian, Kabupaten Aceh Besar bertambah sebanyak 27 orang, Aceh Selatan dan luar daerah masing-masing sebanyak 7 orang, Subulussalam sebanyak 3 orang.

Semua harus disiplin, seperti mencuci tangan dengan sabun, tidak berkerumun, menjaga jarak antarsesama.

Kemudian, Aceh Barat, Aceh Utara, dan Lhokseumawe masing-masing bertambah sebanyak 2 orang. Lalu, Aceh Singkil, Bireuen, Gayo Lues, Pidie Jaya dan Langsa masing-masing bertambah sebanyak 1 kasus.

Sementara PDP saat ini berjumlah sebanyak 459 orang. Dari jumlah ini, 71 orang masih dalam perawatan atau isolasi mandiri, 271 dinyatakan sembuh, dan 17 orang meninggal dunia.

Sebelumnya, Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan C-19 Aceh, Saifullah Abdulgani menjelaskan, melonjaknya kasus-kasus baru belakangan ini karena proses tracing terus dilakukan di kabupaten/kota.

Kata Saifullah, setiap satu orang C-19 yang ditracing ditemukan dua atau tiga kasus baru yang merupakan kontak eratnya. Mereka ikut terinfeksi karena kontak erat, tinggal serumah, satu ruangan kerja, dan tidak memakai masker.

“Sosialisasi pemakaian masker dilakukan secara dramatis dan masif supaya kesadaran pemakaian masker itu pun menjadi masif di seluruh Aceh,” ucapnya.

Saifullah menjelaskan, kasus-kasus baru C-19 akan terus bertambah bila belum tumbuh kesadaran bersama, bahwa C-19 bisa dilawan dengan cara sangat sederhana. Menurunya, virus ini tak leluasa menular apabila semua orang disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Semua harus disiplin, seperti mencuci tangan dengan sabun, tidak berkerumun, menjaga jarak antarsesama, dan memakai masker seperti pakaian yang wajib dikenakan sehari-hari,” ujarnya. []

Berita terkait
Tanggapan Bupati Aceh Timur soal Pembangunan Jalan
Pembangunan jalan lintas Peureulak Lokop di Aceh Timur ke Gayo Lues harus segera terealisasi.
Pegawai KC BPJS Kesehatan di Aceh Barat Positif C-19
Seorang pegawai BPJS Kesehatan Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Aceh positif C-19.
Heboh Bunga, Harganya Capai Jutaan di Abdya Aceh
Bisnis bunga saat ini memang sedang berjalan lancar seiring banyak ibu-ibu yang mulai menggeluti hobi memelihara bunga hias.
0
Vaksinasi Covid-19 Untuk Warga Dunia di Daerah Terpencil
Tim medis menempuh perjalanan panjang dan sulit untuk memvaksinasi orang-orang di daerah terpencil seluruh dunia