UNTUK INDONESIA
Pariwisata di Bali Masih Fokus Penanganan Corona
Dalam dua bulan ke depan, industri pariwisata di Bali diperkirkaan masih belum kondusif akibat imbas pandemi virus corona Covid-19.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Putu Astawa mengatakan Pemprov Bali masih fokus pada penanganan dampak pandemi virus corona Covid-19, belum pada pemulihan sektor pariwisata. (Foto: Nila Sofianty).

Denpasar - Kondisi industri pariwisata di Bali hingga menjelang berakhirnya bulan April masih berada di titik terendah sepanjang sejarah. Bahkan untuk dua bulan kedepan, diperkirakan kondisi masih belum kondusif akibat imbas pandemi virus corona Covid-19.

Untuk itu, menurut Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Putu Astawa, Pemprov Bali tidak bisa menjamin akan bisa mendatangkan wisatawan di Mei atau Juni. "Karena saat ini seluruh stakeholders atau komponen pariwisata di Bali masih fokus pada penanganan dampak Covid-19," ucapnya saat dikonfirmasi Tagar, Selasa, 21 April 2020.

Covid-19 diharapkan benar-benar segera berakhir sehingga perekonomian masyarakat bisa kembali pulih.

Baca Juga: 120 Ribu Pelaku Pariwisata di Bali Kena Imbas Corona 

Bila pendemi berakhir, menurutnya, baru mencari upaya untuk pemulihan sektor pariwisata yang terpuruk. "Seluruh komponen pariwisata Bali baik hotel, restauran, biro perjalanan , maupun komponen pariwisata lainnya saat ini memfokuskan diri untuk ikut terlibat dalam penanganan Covid-19," ujar Astawa.

Ia berharap Covid-19 benar-benar segera berakhir sehingga perekonomian masyarakat bisa kembali pulih. Sesuai instruksi dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Astawa meminta kepada masyarakat untuk secara disiplin menerapkan jaga jarak fisik (physical distancing) sehingga tidak ada lagi kasus dengan transmisi lokal di Bali.

Pariwisata BaliWisatawan domestik dan mancanegara memadati kawasan wisata Pantai Kuta, Badung, Bali, Jumat (6/7/2018). Menurut Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Bali, kondisi pariwisata di Pulau Dewata tetap aman dan tidak terdampak aktivitas vulkanik Gunung Agung yang terus mengalami erupsi. (Foto: Ant/Fikri Yusuf)

Astawa mengapresiasi langkah kongkrit insan pariwisata dalam mendukung Satgas Penanggulangan Covid-19 Bali seperti yang dilakukan oleh International Hotel General Manager Association (IHGMA) lewat program "Gerakan Masker Bersama". Asosiasi GM hotel ini memberi bantuan kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di kantor BPBD Provinsi Bali.

Dalam program itu, asosiasi general manager hotel yang diketuai I Nyoman Astama menyerahkan bantuan berupa alat pelindung diri (APD), masker kain sebanyak 6.918 buah, APD tutup kepala 10 box, APD sarung tangan 70 box, vitamin 5000 pcs, dengan total sumbangan sebesar Rp 79.130.000.

Kami akan berupaya semaksimal kemampuan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di Bali.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua PHRI Kabupaten Badung, IGAN Rai Surya Wijaya. Menurutnya, saat ini semua kekuatan pariwisata Bali fokus ke penanganan dampak Covid-19, tidak ada rencana mendatangkan wisatawan.

Baca Juga: Jokowi Keluarkan 3 Strategi Mitigasi Sektor Pariwisata 

“Kami akan berupaya semaksimal kemampuan untuk memutus rantai penyebaran virus corona Covid-19 di Bali. Untuk itu, mari bersama-sama bergotong- royong dan fokus pada himbauan Pemerintah Provinsi Bali," ujar IGAN Rai Surya Wijaya.[]

Berita terkait
Enam Fase Pariwisata Selama Pandemi Corona
Merebaknya virus Corona atau Covid-19 membuat industri pariwisata terpuruk.
Wishnutama Optimis Pariwisata Booming Pasca Corona
Menparekraf, Wishnutama Kusubandio mengimbau seluruh kepala dinas pariwisata untuk optimistis dan bersiap menghadapi proyeksi lonjakan pariwisata.
Imbas WFH, Wishnutama Prediksi Pariwisata Ramai 2021
Menparekraf Wishnutama optimis bakal ada lonjakan sektor parawisata di Indonesia pada 2021 imbas dari WFH wabah corona.
0
Kemenag Bantu Kuota Internet untuk PJJ Pendidikan Agama
Kementerian Agama akan mengalokasikan anggaran triliunan rupiah untuk mendukung pembelajaran jarak jauh pendidikan agama.