UNTUK INDONESIA
Enam Fase Pariwisata Selama Pandemi Corona
Merebaknya virus Corona atau Covid-19 membuat industri pariwisata terpuruk.
Ilustrasi Traveling. (Foto: Pixabay/Josch13)

Jakarta - Merebaknya virus Corona atau Covid-19 membuat industri pariwisata terpuruk. Namun, hal tersebut diyakini akan bangkit kembali pasca masa pandemi virus tersebut berakhir.

Dilansir dari siaran resmi Pegipegi yang dikutip Antara, berikut Tagar rangkumkan enam fase dunia pariwisata kembali aman pasca virus Corona.

Fase 1: Mulai resah (Januari-Februari 2020)

Walau sejak akhir 2019 telah terdengar kabar mengenai virus Corona di Wuhan, China, masyarakat Indonesia baru menyadari bahaya dari virus mematikan tersebut pada awal tahun 2020.

Kemudian virus Corona mulai menyebar ke sejumlah negara selain China, seperti Italia, Brasil, Aljazair, Denmark, Belanda, Malaysia, dan lain-lain.

Hal inilah yang membuat masyarakat Indonesia mulai khawatir atau resah lantaran kemungkinan besar virus itu datang ke Indonesia kapan saja.

Fase 2: Merasa panik (Maret 2020)

Memasuki awal Maret, tepatnya 2 Maret 2020, Presiden Joko Widodo mengumumkan dua orang warga Depok positif terinfeksi virus Corona dan menjadi kasus pertama yang terjadi di Indonesia.

Di masa ini masyarakat mulai panik, terlebih setelah kasus pasien Covid-19 terus bertambah di Indonesia, khususnya wilayah DKI Jakarta dan beberapa daerah sekitarnya.

Fase 3: Menerima situasi (Maret-Mei 2020)

Seiring berjalannya waktu, virus Corona kian menyebar ke berbagai wilayah di Indonesia, seperti Banten, Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, NTB, NTT, Maluku, hingga Papua.

Hal ini yang membuat pemerintah sesegera mungkin mengimbau seluruh masyarakat untuk menerapkan physical distancing atau menjaga jarak fisik, diikuti dengan kebijakan untuk melakukan aktivitas apapun dari rumah, seperti bekerja dari rumah (work from home), metode belajar jarak jauh (school from home), dan anjuran masyarakat tetap di rumah (stay at home).

Pemerintah juga telah mendistribusikan ratusan ribu alat rapid test ke seluruh Indonesia sebagai upaya untuk memutus rantai Covid-19. Kemudian sebagai dukungan imbauan tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga menerbitkan peraturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan secara bertahap oleh sejumlah daerah, seperti DKI Jakarta, Depok, Bekasi, dan lainnya.

Fase ini ikut memberikan dampak besar bagi dunia travel atau pariwisata, lantaran tak sedikit masyarakat terpaksa membatalkan atau mengubah rencana perjalanannya. Setiap individu pada fase ini telah menjadi pribadi yang lebih peduli terhadap kesehatan dan kebersihan.

Fase 4: Mengatur ulang (Juni-Juli 2020)

Mulai pertengahan tahun 2020 nanti, diperkirakan keadaan akan mulai membaik jika masyarakat terus melakukan upaya pencegahan dan mengikuti anjuran pemerintah secara disiplin.

Pada fase ini, setiap individu maupun organisasi akan memulai semuanya dari awal secara perlahan, begitu juga dari sektor pariwisata atau travel khususnya pesawat.

Walaupun mungkin masih ada sejumlah maskapai yang belum beroperasi kembali seperti biasanya, tetapi ada di antaranya akan mulai membuka rute penerbangan meski hanya ke beberapa tujuan saja.

Mereka akan lebih mengutamakan destinasi yang sering dipilih perjalanan bisnis, mengingat pada fase ini sebagian masyarakat Indonesia nampaknya sudah kembali bekerja dan beraktivitas ke luar rumah.

Fase 5: Adaptasi (Agustus-September 2020)

Walaupun masih terus beradaptasi dengan kondisi baru pasca berakhirnya pandemi virus Corona, pada fase ini masyarakat Indonesia mulai berani menjalani rutinitasnya, seperti bekerja, bersosialisasi, hingga melakukan traveling terutama di dalam negeri (domestik).

Sedangkan, pihak penyedia jasa transportasi khususnya maskapai penerbangan kemungkinan besar akan membuat regulasi yang lebih ketat.

Tak hanya pemeriksaan tiket, boarding pass, KTP atau paspor, dan bagasi, kemungkinan juga seseorang akan diminta untuk melakukan tes suhu tubuh, tes Covid-19, sampai diwajibkan membawa surat keterangan sehat dari dokter.

Fase 6: Pemulihan (Oktober 2020-Maret 2021)

Pada bulan tersebut, masyarakat Indonesia nampaknya sudah memasuki tahap pemulihan, di mana mereka sudah merasa lebih aman dan yakin untuk melakukan berbagai kegiatan secara normal.

Begitu juga dari sisi wisata, meski belum pulih 100 persen setidaknya hotel dan villa favorit kembali beroperasi, plus kota-kota di Indonesia yang menjadi tujuan liburan juga sudah kembali membuka tempat-tempat wisata terbaiknya. []

Baca juga:

Berita terkait
Tips Cegah Stres Ibu dan Anak Saat Pandemi Corona
Selama pandemi Corona sekarang ini para ibu dan anak pasti akan mengalami stres. Berikut tips menghilangkan stres.
Tips Membersihkan Kabin Mobil Cegah Virus Corona
Pandemi global virus Corona saat ini, mobil diibaratkan seperti sarang kuman. Sehingga perlu mengetahui tips membersihkan kabin mobil cegah Corona.
Tips Menyimpan Bawang Agar Awet Saat Pandemi Corona
Pandemi virus Corona, masyarakat diingatkan untuk menyimpan bahan makanan hingga bumbu dapur seperti bawang dengan benar.
0
Jokowi Saksikan Ketua MA Syarifuddin Mengucap Sumpah
Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyaksikan pengucapan sumpah M. Syarifuddin sebagai Ketua Mahkamah Agung (MA) periode 2020-2025.