Banyumas, (Tagar 11/4/2018) - Keluarga Parsin senang karena ibundanya yang menjadi tenaga kerja wanita, Parinah (50), dapat ditemukan setelah sekian belas tahun mereka kehilangan kontak.

Saat ditemui di rumahnya, Desa Petarangan RT 01 RW 10, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Parsin (33) mengaku sejak kecil ditinggal pergi oleh ibundanya yang menjadi TKW di Arab Saudi.

"Sejak tahun 1999 sampai 2005 enggak ada kabar. Pada tahun 2005 ada kabar (surat) yang isinya mengatakan kalau ingin pulang untuk bertemu keluarga, namun saat itu kami belum tahu bagaimana cara memulangkannya karena kami masih kecil-kecil," kata putra kedua Parinah itu.

Selain itu, Parinah yang sejak 2001 ikut pindah majikannya dari Arab Saudi ke London, Inggris, tidak memberikan informasi kepada keluarga mengenai alamat yang ia tempati.

Menurut Parsin, ibundanya kembali berkirim surat pada Januari 2018 yang berisikan keinginannya untuk pulang ke Indonesia karena sakit.

"Di dalam surat itu juga terdapat uang sebesar 20 poundsterling," katanya.

Terkait dengan hal itu, Parsin yang mengaku tidak memahami cara mengurus pemulangan TKW segera datang ke Kantor Imigrasi Cilacap.

Ia menjelaskan hal itu dilakukan karena berdasarkan pemahamannya, ibundanya sebelum pergi ke luar negeri lebih dahulu datang ke Kantor Imigrasi Cilacap.

Sesampainya di Kantor Imigrasi Cilacap, Parsin pun mendapat penjelasan terkait dengan permasalahan TKW sehingga ia segera mendatangi Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (P4TKI) Cilacap.

Akhirnya, Parsin bisa berkomunikasi dengan ibundanya yang kemudian berada di KBRI London setelah dikeluarkan dari rumah majikannya oleh Met Police UK dan Met Police Brighton.

"Saya dapat informasi ibu akan dipulangkan ke Indonesia pada hari Selasa (10/4)," kata Parsin.

KBRI London bekerja sama dengan Met Police UK dan Met Police Brighton, Sussex, berhasil menyelamatkan TKW asal Banyumas bernama Parinah yang hilang kontak dengan keluarga selama 18 tahun setelah menerima berita resmi mengenai WNI bermasalah itu pada 1 Maret 2018.

Seperti diberitakan sebelumnya KBRI London menfasilitasi pemulangan Parinah dengan maskapai Garuda Indonesia (GA87) yang terbang langsung menuju Jakarta, dijadwalkan tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (11/4) pukul 18.15 WIB, kata pejabat dari konsulat setempat, Anisa Farida kepada Antara London, Selasa (10/4).

Menurut rencana, setibanya Parinah di Jakarta, perwakilan dari Kementerian Luar Negeri dan BNP2TKI akan menyambutnya di Bandara Soekarno-Hatta dan membantu mengatur perjalanan, sekaligus menyerahkan kepada pihak keluarga di Banyumas, Jawa Tengah. (ant/sa)