UNTUK INDONESIA
Pakai Masker Belum Cukup untuk Terhindar dari Corona
Kementerian Kesehatan Arab Saudi menyebutkan bahwa pemakaian masker wajah belum cukup seseorang bisa terhindari dari penularan virus corona.
Para juru masak memakai masker dan sarung tangan pelindung saat menyiapkan pesanan Ramadan untuk dibawa pulang atau dikirim ke restoran di Riyadh, Arab Saudi, Senin, 27 April 2020. (Foto: Reuters|Arab News)

Jeddah - Juru Bicara Kementerian Kesehatan Arab Saudi, Dr. Mohammed Al-Abd Al-Aly mengatakan pemakaian masker wajah belum cukup seseorang bisa terhindar dari penularan virus corona COvid-19. Menurutnya, penting bagi seseorang untuk mempraktikan kebersihan tangan dan menjaga jarak sosial (social distancing) untuk melindungi diri mereka sendiri dan orang lain.

"Mengenakan masker tetapi tidak menjaga jarak aman, berjabatan tangan, menyentuh permukaan dan kemudian menyentuh wajah, mata, hidung dan mulut, artinya sama saja menentang rekomendasi kesehatan tindakan pencegahan penularan Covid-19. Masker tidak akan melindungi seseorang dari infeksi," kata Al-Aly seperti diberitakan dari Arab News, Selasa, 28 April 2020.

Warga diingatkan untuk terus mengikuti langkah-langkah pencegahan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, termasuk tidak meninggalkan rumah jika tidak ada keperluan yang mendesak

Baca Juga: Di G20, Arab Usul Pembentukan Satgas Global Corona 

Al-Aly mengingatkan orang untuk terus mengikuti langkah-langkah pencegahan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, termasuk tidak meninggalkan rumah jika tidak ada keperluan yang mendesak.

RamadanUmat muslim melakukan shalat Tarawih di Ka\'bah di Masjidil Haram pada hari pertama bulan suci Ramadhan selama wabah Covid-19, di kota suci Mekah, Arab Saudi 24 April 2020. (Foto: REUTERS/Ganoo Essa)

“Pada tahap pandemi ini, kasus cenderung meningkat, apakah mereka menunjukkan gejala atau tidak. Jika seseorang pergi ke daerah dimana ia mungkin terpapar oleh orang yang berbeda, maka ia harus menutup mulut dan hidungnya dengan benar dan terus menerus untuk mencegah paparan tetesan dari orang lain, untuk mengurangi kemungkinan tertular virus," katanya.

Berdasarkan data update Selasa, 28 April 2020, ada 1.266 kasus COvid-19 baru di Arab Saudi. Dari jumlah tersebut, 23 persen merupakan pasien warga negara Arab dan sisanya ekspatriat. Hingga kini, total kasus mencapai 20.077, dengan perincian 17.141 kasus aktif dan 118 diantaranya sangat kritis.

Simak PulaCovid-19 di Jepang dan Arab Saudi Lampaui Korsel

Al-Aly mengumumkan ada 253 pasien yang berhasil sembuh, sehingga totalnya menjadi 2.784. Delapan kematian baru dilaporkan, menambah jumlah korban menjadi 152 orang. Pasien terakhir yang meninggal adalah seorang pria di Jeddah, dua wanita di Mekah, dan lima ekspatriat di Mekah dan Jeddah. Sebagian besar dari mereka menderita penyakit kronis.[]

Berita terkait
Arab Saudi Berlakukan Jam Malam Hambat Corona
Untuk mencegah penularan virus corona di Arab Saudi, Raja Salam menerapkan jam malam di negeri ini mulai pukul 19.00 - 06.00 waktu setempat
Khawatir Corona, Arab Batasi Masuk Tiga Negara Ini
Arab Saudi untuk sementara membatasi masuk warga negara dari Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Bahrain untuk mencegah penyebaran virus corona.
Arab Saudi Umumkan Kasus Virus Corona Pertama
Senin, 2 Maret 2020, Arab Saudi mengumumkan kasus pertama virus corona, dari warga Arab Saudi yang baru kembali dari Iran melalui Bahrain
0
Covid-19 di 17 Negara Eropa Antara 11.000 - 200.000
Penyebaran virus corona baru (Covid-19) di Eropa melanda semua negara bahkan di beberapa negara kasusnya jauh di atas jumlah kasus di China