Orang Tua Mengeluh, Guru di Aceh Pakai Sistem Jemput Bola

Guru di Aceh menerapkan sistem ‘jemput bola’ di tengah pandemi Covid-19. Sistem ini yaitu para guru mendatangi para siswa.
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Rachmat Fitri (Foto: Tagar/Muhammad Fadhil)

Banda Aceh – Para guru di Aceh menerapkan sistem ‘jemput bola’ di tengah pandemi Covid-19. Sistem ini yaitu para guru mendatangi para siswa yang mengalami kendala selama proses belajar mengajar dalam jaringan (daring).

“Anak-anak kita yang terganggu proses pembelajarannya, kita pertemukan dengan guru, misalnya ada 3, 2, dan 4 siswa,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Rachmat Fitri di Banda Aceh, Sabtu, 14 November 2020.

Rachmat mengungkapkan hal tersebut menanggapi banyak orang tua siswa yang mengeluh karena sekolah tatap muka tak kunjung dijalankan. Sebagian orang tua bahkan menganggap proses belajar daring akan memperbodoh generasi Aceh.

“Proses pembelajaran harus berlangsung di tengah pandemi, makanya harus banyakin polanya, tidak bisa tatap muka saja, nggak bisa juga daring juga,” ucap Rachmat.

Ia menyebutkan, ada beberapa kabupaten/kota di Aceh saat ini telah menerapkan proses belajar tatap muka, tentunya dengan mengedepankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Mereka juga dibagi ke dalam dua shift.

Anak-anak kita yang terganggu proses pembelajarannya, kita pertemukan dengan guru, misalnya ada 3, 2, dan 4 siswa.

“Kita juga ada protokol pendidikan, misalnya durasi pertemuan diperpendek, jumlah pertemuan dikurangi, kemudian yang paling khas di kita bagaimana memastikan guru dan siswa, tenaga pendidikan sudah berwudhu di rumah, menuju ke sekolah,” katanya.

Kata Rachmat, upaya-upaya tersebut sengaja dilakukan sebagai bentuk ikhtiar atau usaha pada Allah SWT. Sebab, usaha dan doa harus selalu dibarengi dalam menghadapi suatu permasalahan.

“Artinya apa, ikhtiar bersama kita yang disebut protokol kesehatan, tetap kita jalankan, dengan tidak melupakan bahwa Allah itu yang melindungi,” tutur Rachmat.

Sebelumnya, anggota DPR Aceh, Mukhtar Daud menyoroti Pemerintah Aceh, khususnya Dinas Pendidikan yang tak kunjung mengaktifkan belajar tatap muka untuk sekolah di Tanah Rencong.

Baca juga:

Sorotan tersebut disampaikan saat melakukan interupsi dalam sidang paripurna dengan agenda persetujuan usulan hak angket DPRA terhadap Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah di gedung DPR setempat, Selasa, 27 Oktober 2020.

“Coba lihat betapa gobloknya mental anak-anak kita sekarang, tidak belajar, di warung kopi ngumpul, main game, main chip, sementara sekolah yang tertip tidak diizinkan,” kata dia. []

Berita terkait
Bertambah 25, Pasien Corona di Aceh Sembuh 6.290 Orang
Pasien positif corona yang sembuh di Aceh sebanyak 6.290 orang, dan yang meninggal dunia 292 orang.
Pengakuan Remaja yang Perkosa Kekasih Berulang Kali di Aceh
Dari pengakuan pelaku ternyata sudah melakukan pemerkosaan berulang kali kepada korban dengan lokasi yang berbeda.
Baru Dilantik Jadi Gubernur Aceh, Nova Iriansyah Cuci Gudang
Sepekan baru dilantik sebagai Gubernur Aceh, Nova Iriansyah melakukan mutasi besar-besaran di lingkungan Pemerintah Aceh.
0
Mengenal Efek Samping Kebanyakan Minuman Berenergi
Mengenal efek samping minuman berenergi yang di dalamnya terdapat kafein dan lebih banyak gula serta bahan lainnya jika dikonsumsi terlalu banyak.