Opini: Korupsi Bisa Meruntuhkan Bangsa

Saya kagum pada anak muda ini namanya Ayang Utriza berani, kritis dan cermat Indonesia membutuhkan banyak anak muda sepertinya. Bagas Pujilaksono.
Ilustrasi - Korupsi. (Foto: Tagar/Shutterztock)

Saya melihat pemberitaan di YouTube yang sangat menarik. Ini link-nya: https://youtu.be/o-GS-LJncWs, saya kagum pada anak muda ini, namanya Ayang Utriza: berani, kritis dan cermat. 

Saya yakin, dia punya data, tidak asal njeplak mulutnya seperti Roke Gemblung, yang konon katanya pinter namun pengecut. Pinter dimananya, pengecutnya sudah pasti.

Indonesia membutuhkan banyak anak muda serevolusioner Ayang Utriza, sesok terpelajar dengan mental tangguh, bukan sosok penjilat yang selalu melacurkan harga diri dan kehormatannya demi pangkat dan jabatan. 

Terlalu banyak di Indonesia, orang-orang kumuh sejenis itu. Revolusi Mental, dari mental ass kisser (budak) ke mental juragan. Blegere sugih mentale kere, atau blegere kere mentale juragan.

Bung Karno pernah bilang: bawa ke hadapanmu lima pemuda Indonesia yang revolusioner. Bung Karno identik dengan revolusi, sangat sesuai dengan posisinya sebagai Pemimpin Besar Revolusi.

Saya tidak ikut-ikutan menuduh kepada kedua tokoh nasional yang disebutkan Ayang Utriza. Bagi saya cukup, sapa nandur bakal ngundhuh.

Kira-kira apa yang dimaksud Ayang Utriza? It is hanging around in my mind. Saya mencoba mengingat kembali hal-hal yang saya lihat sendiri di masalalu, yang menurut saya sangat potensial terjadi kecurangan, dan merugikan negara sebagai berikut.

  1. Skandal BLBI
  2. Subsidi listrik dan BBM
  3. Program BLT
  4. Konsumsi BBM di dalam negeri
  5. Program konversi kerosen ke gas LPG
  6. Skandal Bank Century
  7. Program listrik nasional 10 GW tahap I dan II.

Sekali lagi, saya tidak ikut-ikutan menuduh ke kedua tokoh nasional tersebut, karena tujuh hal yang saya sebutkan diatas belum tentu mengarah ke kedua Beliau secara langsung.

Krisis moneter tahun 1998 diikuti krisis ekonomi dan krisis politik. Soeharto terkapar dan Rezim Orba tumbang setelah 32 tahun berkuasa dengan cara otoriter dengan memperalat Pancasila untuk melanggengkan sebuah kekuasaan. 

Ingat program P4, untuk menalangi Bank-Bank yang mengalami krisis liquidasi, karena para nasabah secara bersamaan menarik uang tabungannya, BI mengucurkan dana segar yang nilainya lebih dari 460 trilyun dengan nilai agunan yang tidak sepadan alias bodong. 

Banyak yang ngemplang uang talangan BLBI dan ngabur ke luar negeri. Badan otoritas yang dibentuk pemerintah yang tugasnya asset recovery, tersandung kasus korupsi. Saya dukung langkah Presiden Jokowi untuk mengejar para perampok Dana BLBI.

Program subsidi listrik dan BBM yang pernah terjadi di masa lalu, selain sebuah konsep yang salah, juga salah sasaran. Akibatnya, feedback yang diperoleh negara tidak sepadan dengan nilai rupiah yang telah dibayarkan. Sebuah program yang tidak mendidik dan tidak produktif.

Program BLT yang pernah populer di masa lalu, juga sangat tidak mendidik dan salah sasaran. BLT yang ditujukan untuk memperbaiki daya beli konsumsi masyarakat agar mampu menyumbang pada angka pertumbuhan ekonomi makro, ternyata hanya jadi bancakan para pejabat daerah maling-maling uang rakyat. Tragis.

Biangkerok semua itu adalah data kependudukan yang amburadul. Tidak ada political will yang serius untuk memperbaiki data kependudukan di Indonesia.

Seperti kita ketahui semua, Indonesia masih impor BBM, tidak ada data riil yang valid berapa besar konsumsi BBM di dalam negeri di masalalu. Akibatnya tagihan uang subsidi BBM ke negara menjadi suatu angka yang fuzzy. Potensial terjadi kecurangan.

Program konversi kerosen ke gas LPG sangat tepat, untuk mengurangi beban subsidi BBM, karena kerosen masih impor pada kala itu. Konsepnya benar, namun pelaksanaannya perlu dipertanyakan lebih jauh soal prosedur pengadaan tabung LPG, dan schedule pengujian rutin kelayakan tabung LPG kaitannya dengan keselamatan masyarakat. 

Sekarang pun, untuk LPG 3 kg bersubsidi alias Si Melon, juga bermasalah, subsidi salah sasaran. Untuk orang miskin, kenyataannya banyak orang kaya yang memiskinkan diri.

Kerosen sebagai produk minya bumi, produksinya turun terus karena tidak ada lapangan minyak baru, kecuali Banyu Urip yang juga soon akan decline. 

LPG saat ini besar sekali impornya sekitar 50 %, namun pada saat kebijakan koversi kerosen ke LPG diputuskan, ketersediaannya lebih melimpah.  Jadi logis, mengurangi beban subsidi BBM, idealnya memang CNG atau jaringan gas kota dengan menggunakan LNG yang diregasifikasi.

Di era pemerintahan Presiden Jokowi, jaringan gas kota sedang banyak dibangun oleh Kementerian ESDM untuk manfaatkan cadangan gas nasional yang melimpah.

Skandal Bank Century bagi saya masih gelap hingga hari ini. Tertangkap dan dipidananya oknum-oknum yang ada, tidak cukup untuk menarik logika dan mengungkap kejadian yang sesungguhnya. Sangat politis dan penuh dengan kepentingan.

Saya pernah bekerja sebagai konsultan bidang Material Engineering untuk Pembangkitan Energi. Tugas saya memperbaiki kinerja PLTU yang bermasalah buatan Tiongkok yang itu masuk paket Program Listrik Nasional 10 GW. Banyak hal saya lihat, dengar dan ungkap. Ngeri-ngeri sedap!

Salah disain, bagaimana bisa dipilih austenitic steel yang ditujukan untuk high temperature corrosion pada temperatur 650 derajad Celcius? Dibilang bloon kok kasihan, nggak kok keterlaluan. 

Mustinya dipakai ferritic stainless steel, karena grain boundary density-nya lebih tinggi, sehingga supply chromium dari logam ke scale efektif melalui modus grain boundary diffusion. Chromium dan iron berkompetisi berdifusi ke scale untuk menjaga sifat protektifnya.

Itulah kejadian masalalu yang saya lihat sendiri. Semoga kedepan Indonesia lebih baik. Korupsi sangat potensial meruntuhkan negara. Terimakasih.

*Akademisi Universitas Gadjah Mada, Ketua Dewan Pakar Seknas Jokowi 

Berita terkait
Opini: “Ibu Menaker Seharusnya Melibatkan LKS Tripnas (!)”
Seluruh pemangku kepentingan seharusnya diajak bicara oleh Kemnaker mengantisipasti dampak PPKM Level 1-4 ini.
Opini: Harapan Paska 16 Agustus 2021
Saya berharap paska 16 Agustus ini Pemerintah bisa melonggarkan ketentuan PPKM secara bertahap dengan memberikan kelonggaran.
Opini: Tsunami Megatrust Selatan Jawa Nyaris Sentuih Istana
Fakta ini mau tidak mau harus diungkap. Mari Kita sikapi dengan bijak dan waspada.
0
Opini: Korupsi Bisa Meruntuhkan Bangsa
Saya kagum pada anak muda ini namanya Ayang Utriza berani, kritis dan cermat Indonesia membutuhkan banyak anak muda sepertinya. Bagas Pujilaksono.