Ombudsman RI Luncurkan Computer Security Incident Response Team

Ombudsman RI luncurkan CSIRT yang dibentuk sebagai target Rencana Kerja Pemerintah Prioritas Nasional Tahun 2021
Pemukulan gong oleh Mokhammad Najih SH, MHum, PhD, Ketua Ombudsman RI pada acara peluncuran Computer Security Incident Response Team (CSIRT) di Hotel Royal, Kuningan, Jakarta, 24 Juni 2021 (Foto: Tagar/Christina Butar-butar/Screenshot)

Jakarta - Ombudsman Republik Indonesia secara resmi meluncurkan Computer Security Incident Response Team (CSIRT) yang dibentuk sebagai target Rencana Kerja Pemerintah Prioritas Nasional Tahun 2021. Acara tersebut berlangsung di Hotel Royal, Kuningan, Jakarta, 24 Juni 2021.

CSIRT sendiri merupakan sebuah organisasi atau tim yang bertanggung jawab untuk menerima, meninjau, dan menanggapi laporan atas aktivitas insiden keamanan siber.

Peresmian CSIRT dihadiri oleh Mokhammad Najih SH, MHum, PhD, selaku Ketua Ombudsman RI, Letnan Jenderal TNI (Purn) Hinsa Siburian selaku Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Drs Wanton Sidauruk, MSi, selaku Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Teknologi Informasi Ombudsman RI, Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika, dan Deputi III Bidang Penanggulangan dan Pemulihan BSSN, Mayor Jendral TNI Yosep Puguh Eko Setyawan.

najihKata Sambutan Mokhammad Najih, SH, MHum, PhD, Ketua Ombudsman RI, pada acara peluncuran Computer Security Incident Response Team (CSIRT) di Hotel Royal, Kuningan, Jakarta, 24 Juni 2021 (Foto: Tagar/Christina Butar-butar/Screenshot)

Dalam kata sambutannya Wanton Sidauruk menjelaskan bahwa dari tahun ke tahun jumlah serangan siber di Indonesia terus meningkat. Pusat Operasi Keamanan Siber Nasional (Pusopskamsinas) Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat 88.414.296 serangan siber telah terjadi sejak 1 Januari - 12 April 2020. Pada periode Januari - Mei 2021 jumlah kasus serangan siber di Indonesia meningkat menjadi 448 juta kasus. Dengan dibentuknya Ombudsman CSIRT ini diharapkan dapat mencegah dan mengatasi serangan siber di Indonesia.

Dalam pembentukan langkah awal, Ombudsman CSIRT melalui Surat Keputusan Nomor 36 Tahun 2020 tentang Penetapan Ombudsman Computer Security Incident Response Team (Ombudsman CSIRT). Persiapan yang dilakukan selanjutnya membuat website khusus yang dapat diakses oleh masyarakat melalui www.ombudsman.go.id.

Ombudsman juga menyiapkan sarana dan prasarana yang disediakan terkhusus untuk para ombudsman csirt bekerja. Dengan hal tersebut juga, ombudsman selama ini secara aktif melakukan audit sistem informasi secara berkala dan bekerjasama bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Kata sambutan sekaligus materi yang dipaparkan oleh Hinsa Siburian menyebutkan, Peluncuran acara Computer Security Incident Response Team (CSIRT) dengan nama Ombudsman CSIRT. “Ruang Siber Indonesia, kita berada di era dunia digital,” ujar Siburian. Terbentuknya ruang siber berasal dari 3 lapisan yaitu Lapisan Fisik, Lapisan Logika, dan Lapisan Sosial.

wantonKata Sambutan dari Drs Wanton Sidauruk, MSi, selaku Kepala Biro Humas dan Teknologi Informasi Ombudsman RI, pada acara peluncuran Computer Security Incident Response Team (CSIRT) di Hotel Royal, Kuningan, Jakarta, 24 Juni 2021 (Foto: Tagar/Christina Butar-butar/Screenshot)

Lapisan Fisik merupakan secara geografis dan jaringan fisik seperti satelit, penyimpanan data, BTS (Base Transceiver Station) atau biasa dikenal stasiun pemancar. Lapisan Logika yang merupakan manifestasi abstrak dari lapisan fisik yang biasa disebut software. Lapisan sosial yaitu manusia atau personal, dimana kita sebagai manusia memiliki identitas data.

Siburian melanjutkan, bahwa faktor penyebab ancaman siber didapat dari tindak kejahatan (hacking & social engineering) dan human error. Sifat-sifat serangan yang terjadi biasanya berupa serangan teknis (DDoS, phisning, malware, brute force), serangan sosial berupa propaganda hitam, point & shiek, pembanjiran informasi, dll. Aktivitas malware pencuri informasi di Indonesia mengalami kebocoran data sebanyak 90.887. Smartphone user dengan jumlah 345,3 juta, Sosial media user sebanyak 170 juta, dan Internet user sebanyak 202,6 juta.

“Dengan begitu, tingginya tingkat pemanfaatan Teknologi Informasi & Komunikasi berbanding lurus dengan resiko dan ancaman keamanannya,” ujar Siburian.

Diketahui bersama, CSIRT merupakan bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (PJMN) 2020-2024. Ombudsman masuk sebagai salah satu dari 12 instansi pusat yang menjadi target pembentukan CSIRT oleh BSSN.

Acara Launching dari Ombudsman CSIRT ditandai dengan tiga kali pemukulan gong, yang dilanjutkan dengan sesi penyerahan surat tanda registrasi dari Kepala BSSN, pertukaran cinderamata dan diakhiri dengan foto bersama seluruh pihak-pihak (Christina Butar-butar). []

Berita terkait
Ombudsman RI Gandeng BSSN Bentuk Tim Darurat Insiden Siber
Ketua Ombudsman RI, Mokhammad Najih, mengatakan pembentukan CSIRT oleh BSSN sejalan dengan program Bappenas terkait RPJMN 2020-2024
Kementerian ESDM dan BSSN Bentuk Tim Tanggap Insiden Siber
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggandeng Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) membentuk tim cepat tanggap insiden siber.
Data BPJS Bocor, Pemerintah Diminta Perkuat Sistem Siber
Pemerintah Republik Indonesia diminta untuk memperkuat siber agar tidak terjadi kebocoran data seperti yang terjadi pada BPJS Kesehatan.
0
Ombudsman RI Luncurkan Computer Security Incident Response Team
Ombudsman RI luncurkan CSIRT yang dibentuk sebagai target Rencana Kerja Pemerintah Prioritas Nasional Tahun 2021