Novel Bamukmin: Sulit Satukan Pilihan ke Partai Masyumi

Novel Bamukmin menanggapi ajakan Partai Masyumi untuk menyatukan kekuatan politik dan bergabung ke partai yang baru saja dideklarasikan.
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjend) Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin. (Foto: Tagar/Instagram @mentengboyspersija)

Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjend) Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin menanggapi ajakan Partai Masyumi untuk menyatukan kekuatan politik dan bergabung ke partai yang baru saja dideklarasikan.

"Saya pribadi agak sulit ya saat menyatukan satu pilihan ke Partai Masyumi," ujar Novel Bamukmin dalam pesan singkatnya saat dikonfirmasi Tagar, Minggu, 8 November 2020.

Untuk PA 212 tentunya harus berdasarkan keputusan para pengurus pusat dan daerah bagaimana menanggapi deklarasi Partai Masyumi ini

Dia berujar, dalam peta politik pemilihan umum 2024 nanti, partai-partai Islam yang ada pada hari ini saja tak akan bisa mengajukan calon presidennya. Menurut Novel, hal itu lantaran partai tersebut saat ini tidak memenuhi ambang batas pencalonan presiden.

"Adapun Masyumi 2024 harus mengejar PT (presidential threshold) dulu agar bisa masuk di parlemen, baru 2029 Masyumi bisa mengusung capresnya," ucap Novel.

Kendati demikian, Novel mengaku PA 212 akan melakukan koordinasi internal terlebih dahulu dalam merespons deklarasi kembali Partai Masyumi. Terlebih, mengingat adanya ajakan tersebut.

"Untuk PA 212 tentunya harus berdasarkan keputusan para pengurus pusat dan daerah bagaimana menanggapi deklarasi Partai Masyumi ini," kata Novel.

Sebelumnya, Partai Masyumi yang sudah bubar di era Presiden Sukarno kini dideklarasikan kembali. Deklarasi dilakukan bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-75 Partai Masyumi yang sempat didirikan pada 1945.

Ketua Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Partai Islam Ideologis (BPU-PPII) A Cholil Ridwan dalam pidatonya mengajak organisasi masyarakat (ormas) Islam yang ada seperti PA 212 bergabung dan menyatukan kekuatan.

Selain itu, Cholil juga mengaku bakal mengajak Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab. Dia berujar, dengan bergabungnya ormas-ormas Islam tersebut, kekuatan Masyumi tidak akan terbendung.

"Kemudian PA 212 bergabung dengan Masyumi, Habib Rizieq mendukung Partai Masyumi ini, insyaallah tidak akan ada satu kekuatan partai politik yang bisa mengalahkan Partai Masyumi di masa yang akan datang," tuturnya saat menyampaikan pidato dalam deklarasi Partai Masyumi yang disiarkan secara virtual, Sabtu, 7 November 2020. []

Berita terkait
Kasus Samuel Paty, Novel Bamukmin: Bisa Terjadi di Indonesia
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjend) Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin mengingatkan, kasus Samuel Paty bisa saja terjadi di Indonesia.
Masyumi Ajak Rizieq Shihab, Pengamat: Menarik FPI Tak Mudah
Masyumi bisa saja menarik ormas untuk gabung partai namun kalau FPI rupanya terlalu sulit melihat dinamika politik nasional saat ini.
Pengamat Sebut Amien Rais Belum Tentu Merapat Partai Masyumi
Ujang Komarudin menilai politisi senior Amien Rais belum tentu merapat ke Partai Masyumi baru.
0
Sempat Diterpa Badai Seroja, Mensos Targetkan Pemulihan NTT Juni 2021
Menteri Sosial Tri Rismaharini, menargetkan dana bantuan sosial untuk pemulihan NTT yang terkena Badai Seroja dapat disalurkan Juni ini.