Pengamat: Partai Masyumi Lebih Potensial Ketimbang Partai Ummat

Dedi Kurnia menilai Partai Masyumi yang baru dideklarasikan, lebih potensial ketimbang Partai Ummat yang beberapa waktu lalu didirikan Amien Rais.
Peneliti Politik Universitas Telkom, Dedi Kurnia Syah. (Foto: Tagar/Erian Sandri)

Jakarta - Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) sekaligus pengamat politik Dedi Kurnia Syah menilai Partai Masyumi yang baru dideklarasikan, lebih potensial ketimbang Partai Ummat yang beberapa waktu lalu didirikan politisi senior Amien Rais.

"Jika kita lihat dari sisi psikologi politik, Masyumi akan lebih potensial dibanding Ummat, hal ini karena Masyumi miliki sejarah kemenangan di kondisi politik lama, sehingga lebih mudah mengingatkan publik untuk kembali jika dibanding dengan mengarahkan pemilih pada parpol baru," ujar Dedi kepada Tagar, Minggu, 8 November 2020.

Tetapi sisi baiknya jika Ummat dan Masyumi melebur, tentu potensi kekuatan menjadi lebih besar

Kendati begitu, Dedi menilai peluang Masyumi di era sekarang tetap kecil. Hal itu menurutnya lantaran latar kondisi politik saat ini yang berbeda. Dia berujar akan lebih baik apabila Partai Masyumi menyatukan kekuatan dengan Partai Ummat.

"Tetapi sisi baiknya jika Ummat dan Masyumi melebur, tentu potensi kekuatan menjadi lebih besar," ucap dia.

Dedi berujar, beberapa daerah masih memiliki ikatan batin dengan Masyumi. Satu di antaranya yakni Sumatera Barat. Namun, kata dia, daerah tersebut sudah mengalihkan pilihan politiknya kepada Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

"Hanya saja selama ini kepentingan politik mereka sudah beralih ke PKS, untuk itu akan tetap berat bagi Masyumi untuk menjadi parpol besar," katanya.

Sementara, pengamat politik sekaligus Direktur Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin mengatakan Partai Masyumi tidak akan mudah mendapatkan dukungan dari masyarakat.

"Tidak semudah membalik telapak tangan. Walaupun Masyumi punya nama besar di masa lalu, tapi untuk di saat ini dan masa depan butuh perjuangan keras dan berat," tutur dia dalam pesan singkatnya.

Sebelumnya, Partai Masyumi yang sudah bubar di era Presiden Sukarno kini dideklarasikan kembali. Deklarasi tersebut turut dihadiri Amien Rais, politisi senior dan juga baru saja mendirikan Partai Ummat.

"Kalau ada orang buat partai, tapi enggak yakin akan objektif untuk memecahkan masalah, ya enggak usah berpartai. Jadi harus yakin," kata Amien saat memberikan pidatonya di deklarasi Partai Masyumi di aula Masjid Furqon, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Sabtu, 7 November 2020.

Adapun eks Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI periode 1999-2004, Amien Rais menyampaikan pengumuman nama partai baru yang didirikannya bernama Partai Ummat pada awal Oktober 2020 lalu.

"Mukaddimah Partai Ummat," ujar Amien Rais dalam akun YouTube miliknya di Amien Rais Official, Kamis, 1 Oktober 2020. []

Berita terkait
Sikap Tendensius Amien Rais Persulit Partai Ummat Berkembang
Dedi Kurnia Syah menilai Partai Ummat yang dibentuk eks Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais akan sulit tumbuh besar.
Amien Rais Racik Partai Ummat Jadi Cerminan Islam Kafah
Pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Wasisto Raharjo Jati menilai kehadiran Partai Ummat AMien Rais jadi cerminan Islam kafah
Membaca Arah Amien Rais Nahkodai Partai Ummat
Pengamat politik Karyono Wibowo menilai Partai Ummat sangat lekat dengan ideologi politik perubahan yang Amien Rais inginkan.
0
Mengenang Kembali Sejarah Hari Lahir Pancasila
Sejarah hari lahirnya Pancasila ditandai oleh pidato Presiden Soekarno pada 1 Juni 1945, Bung Karno berpidato dalam sidang Dokuritsu Junbi Cosakai.