UNTUK INDONESIA
Ngepit Tanpo Ngovid, Kampanye Bersepeda di Jateng
Ngepit Tanpo Ngovid, kampanye bersepeda yang sehat dan aman, sekaligus jadi ajang sosialisasi mencegah Covid-19. Akan diterapkan di Jawa Tengah.
Gubernur Ganjar Pranowo saat gowes di kawasan Candi Borobudur beberapa waktu lalu. Aktivitas Ganjar bersepeda akan menjadi ikon program Ngepit Tanpo Ngovid di Jawa Tengah (Jateng). (Foto: Tagar/Agus Joko Mulyono)

Semarang - Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jawa Tengah (Jateng) Komisaris Besar Polisi Arman Achdiat mengenalkan Ngepit Tanpo Ngovid. Ngepit Tanpo Ngovid merupakan propaganda bersepeda sehat, riang dan aman sambari sosialisasi mencegah penyebaran Covid-19.

Propaganda ini rencananya akan dipasang dengan sejumlah jargon yang menggelitik di sejumlah ruang publik di Jateng. Antara lain Nyedak Dupak, Mepet Kepret, Ndudul Gajul, Nengah Gusah, Mblandang Dugang dan lainnya. Kata-kata tersebut mengingatkan pentingnya social distancing atau jaga jarak.

Bersepeda secara sehat, riang dan aman setidaknya mengurangi stigma buruh terhadap komunitas sepeda sebagai kelompok pelanggar disiplin di jalan umum.

Dalam cetak biru Ngepit Tanpo Ngovid, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menjadi ikon. Ganjar Pranowo dikenal luas punya hobi bersepeda dengan staminanya yang tangguh. Sosoknya familier, terbiasa bertutur kata dengan bahasa lokal yang mudah dipahami mewujudkan dialog produktif. 

"Ganjar Pranowo memiliki jejaring luas memudahkan transfer pesan protokol adaptasi kebiasaan baru dan keselamatan berlalu lintas ke publik lewat propaganda Ngepit Tanpo Ngovid," ujar Arman Achdiat di Semarang, Minggu, 9 Agustus 2020.

Dia mengaku terkesan dengan ketrampilan dan ketahanan fisik Gubernur Jateng dalam bersepeda. Di tangan Ganjar, sepeda menjadi media penyambung pesan tiap kali berkesempatan menyapa warga. Sehingga tidak salah menjadikannya ikon Ngepit Tanpo Ngovid. 

"Bukan mau memuji. Kenyataannya memang begitu,” ujarnya.

Perwira polisi lulusan Akpol 1992 mengungkapkan, esensi Ngepit Tanpo Ngovid kelak menjadi kebiasaan yang mendongkrak disiplin komunitas gowes, baik dari sisi keamanan dan ketertiban berlalu lintas serta mematuhi protokol kesehatan. 

"Bersepeda secara sehat, riang dan aman setidaknya mengurangi stigma buruh terhadap komunitas sepeda sebagai kelompok pelanggar disiplin di jalan umum," katanya.

Arman mengungkapkan, mewakili negara, polantas hadir di garda terdepan mempersempit sebaran Covid, melindungi masyarakat dari ancaman kematian, juga mengedukasi warga dengan pemahaman yang pas dan benar. 

"Salah satunya lewat kampanye Ngepit Tanpo Ngovid," tutur dia.

Baca juga: 

Arman menambahkan dibutuhkan waktu dua bulan meriset jargon lokal yang membudaya dan mewarnai tutur kata keseharian masyarakat tanpa terkandung maksud menghina, marah atau mengintimidasi satu dengan lainnya. Puluhan ungkapan lucu yang familier di telinga diolah menjadi jargon unik tapi lebih mengena.

Propaganda Ngepit Tanpo Ngovid ini rencananya dieksekusi dalam waktu dekat memperingati HUT RI ke 75. Namun hal itu belum bisa dilaksanakan seiring rotasi jabatan dirinya ke Jakarta per Selasa, 11 Agustus 2020. Harapannya cetak biru kampanye bersepeda sehat, riang dan aman bisa terwujud di lain kesempatan. []

Berita terkait
Sering Dibully, Pelajar Banyumas Gowes Temui Ganjar
Pelajar SMK di Purwokerto Banyumas nekat bersepeda dari rumahnya untuk bertemu Ganjar Pranowo. Ia sering dibully ayahnya mirip dengan Ganjar.
Jokowi Bersepeda Pagi Hari, Ini Sejumlah Manfaatnya
Presiden Jokowi kembali mengayuh sepedanya di area Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 25 Juli 2020. Ini manfaat bersepeda pagi hari.
Sepeda Rakitan Seharga Motor Vario Baru di Semarang
Tak enak hati dipinjami sepeda, warga Semarang merakit sendiri sepeda MTB. Setelah jadi ternyata biayanya setara dengan Vario 150 keluaran terbaru.
0
Ma'ruf Amin: Pesantren Harus Jadi Pusat Pemberdayaan Ekonomi
Wakil Presiden, Maruf Amin ingin mengembangkan pesantren di Tanah Air menjadi pusat pemberdayaan ekonomi.