UNTUK INDONESIA
Ngabalin: Rocky Gerung Menjelaskan Ketololannya
Tenaga Ahli Utama KSP Ali Mochtar Ngabalin menilai Rocky Gerung sedang menjelaskan ketololannya saat menyebut Jokowi tak paham Pancasila.
Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin. (Foto: Instagram/@ngabalin)

Jakarta - Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin menilai Rocky Gerung sedang mencerminkan kebodohannya saat menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak memahami Pancasila di acara televisi.

Dia boleh mengkritik tapi dia bisa memberikan jalan keluar, bukan dengan mendungu-dungukan orang.

"Menurut saya adalah Rocky menjelaskan kepada publik tentang seberapa jauh lemah dan ketololannya," kata Ngabalin usai menghadiri peluncuran buku Cerita dari Sudut Istana di Wisma Antara, Jakarta, Kamis, 12 Desember 2019.

Ngabalin mengatakan, Rocky seharusnya berperilaku seperti orang yang memiliki latar belakang pendidikan tinggi bukan sebaliknya. "Kalau orang punya ilmu itu maka dia harus bisa lebih santun, memiliki tata krama yang bagus," katanya.

Dia menyebut pemerintah terbuka terhadap kritik. Namun, kata-kata yang dilontarkan Rocky sepatutnya tidak menggunakan narasi yang menyudutkan.

"Dia boleh mengkritik tapi dia bisa memberikan jalan keluar, bukan dengan mendungu-dungukan orang. Narasi dan diksinya musti bagus, kalau sampai dia juga menyatakan bahwa jangan-jangan presiden tidak nengerti pancasila, logika apa yang bisa dipakai ini," ucap Ngabalin.

Sebelumnya, pengamat politik Rocky Gerung menganggap Presiden Jokowi tidak memahami lima sila Pancasila, yang menjadi dasar negara Indonesia.

Apabila Presiden ke-7 Indonesia itu menyelami Pancasila, kata Rocky, maka tidak akan melanggar Undang Undang (UU) tentang lingkungan hidup, serta bisa menyejahterakan rakyat tanpa berutang.

"Jadi sekali lagi, polisi Pancasila atau Presiden (Jokowi) enggak ngerti Pancasila, dia hapal tapi enggak paham. Kalau dia paham dia enggak berutang, kalau dia paham dia enggak naikin BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial), kalau dia paham dia enggak melanggar UU Lingkungan," kata Rocky.

Pernyataan Rocky itu terjadi dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) di TV One. Dia menilai bahwa Pancasila gagal sebagai ideologi karena sila-sila di dalamnya bertentangan.

Berita terkait
Andi Arief Soal Rocky Gerung: PDIP Cuma Pakai Otot!
Menanggapi Rocky Gerung, politikus Partai Demokrat Andi Arief menilai PDIP hanya mengedepankan otot daripada otak.
Alasan Politikus PDIP Polisikan Rocky Gerung
Politikus PDIP Henry Yosodiningrat membeberkan alasanya melaporkan Rocky Gerung ke Bareskrim Polri.
Henry Yoso Kasuskan Lagi Rocky Gerung dan Andi Arief
Henry Yosodiningrat kembali melaporkan Rocky Gerung. Kali ini laporan dengan tuduhan pencemaran nama baik juga menyasar Andi Arief.
0
Ini Alasan Hotel Berusia 100 Tahun di Amerika Tutup
Hotel Roosevelt di New York yang telah beroperasi hampir 100 tahun akan tutup karena pandemi virus Corona.