UNTUK INDONESIA
Negara Butuh Uang, DPR Minta Sri Mulyani Hemat Utang
Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun meminta Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menekan biaya utang.
Menkeu Sri Mulyani menyampaikan keterangan pers di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu, 24 Juni 2020. (Foto: Antara/Sigid Kurniawan/POOL/foc)

Jakarta - Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Mukhamad Misbakhun meminta Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menekan biaya utang. Sebab, menurutnya saat ini pemerintah sedang butuh banyak uang untuk menangani pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Jadi, kata dia untuk meringkankan beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) agar defisitnya tak, Sri Mulyani harus berhemat.

“Defisit ini kalau kemudian makin melebar, biaya APBN kita makin besar,” kata Misbakhun, Kamis, 3 September 2020.

Selain menghemat utang, komponen lain yang dapat menambal defisit APBN menurut dia adalah pajak. Namun, poltikus Partai Golkar itu sebenarnya pesimistis dengan kemampuan pemerintah untuk mencapai target penerimaan dari perpajakan.

"Secara histori kita ini kan sepuluh tahun terakhir tidak pernah mempunyai reputasi untuk mencapai [target pajak]. Apalagi dalam situasi seperti ini, pasti tidak tercapai lagi,” ucap Misbakhun.

Eks pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan ini juga meminta Sri Mulyani mengehmat komponen biaya penerbitan surat utang, untuk menghemat utang.

“Mau tidak mau kita harus mengurangi komponen biaya penerbitan surat utang pemerintah,” ujarnya. []

Berita terkait
Menkeu: Pertumbuhan Ekonomi 5,5% dalam APBN 2021
Pemerintah optimistis kegiatan ekonomi pada sepanjang 2021 akan mendapat momentum pemulihan meski dalam ruang yang terbatas
Sri Mulyani: Belanja Negara Ampuh Tumbuhkan Ekonomi
Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengatakan belanja negara 2021 yang dialokasikan sebesar Rp 2.747,5 triliun ampuh untuk menumbuhkan ekonomi nasional.
Sri Mulyani: Infrastruktur Dibangun Meski Covid-19
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan pembangunan infrastruktur dalam negeri, ibarat pedang dengan dua mata sisi.
0
Pria Botak di Sumut Diancam 15 Tahun Penjara, Ini Kasusnya
Pria botak di Deli Serdang, Sumatera Utara, nodai adik ipar. Penjara 15 tahun menantinya.