UNTUK INDONESIA
Sri Mulyani: Belanja Negara Ampuh Tumbuhkan Ekonomi
Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengatakan belanja negara 2021 yang dialokasikan sebesar Rp 2.747,5 triliun ampuh untuk menumbuhkan ekonomi nasional.
Pengunjung menenteng tas belanja saat mengunjungi Mall Grand Indonesia, Jakarta, Rabu, 1 Juli 2020. (Foto: Antara/Puspa Perwitasari/foc)

Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan belanja negara 2021 yang dialokasikan sebesar Rp 2.747,5 triliun ampuh untuk menumbuhkan ekonomi nasional. Jumlah tersebut, kata dia mampu meningkatkan perekonomian sebesar 4,5 sampai 5,5 persen.

"Belanja negara yang efektif dan efisien sesuai skala prioritas untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat secara terukur, terarah, dan akuntabel," kata Sri Mulyani di Jakarta, Selasa, 1 September 2020, seperti dilansir dari Antara.

Menurut dia nantinya pembangunan ekonomi akan ditujukan pada bidang kesehatan, pendidikan, teknologi informasi dan komunikasi, perlindungan sosial, ketahanan pangan, infrastruktur serta pariwisata.

Ini menjadi langkah yang sama dengan rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2021 yang disusun sebagai instrumen counteryclical guna memulihkan kembali ekonomi dalam jangka pendek dan mengembalikan jalur pertumbuhan ekonomi dalam jangka menengah.

Selain itu, kata Sri Mulyani pemerintah akan melakukan reformasi penganggaran melalui redesain sistem perencanaan dan penganggaran untuk meningkatkan kualitas perencanaan dan penganggaran untuk tahun depan.

"Itu dilakukan dengan penyederhanaan dan pengurangan jumlah program Kementrian/Lembaga (K/L)," ucapnya.

Dengan program redesain, menurutnya tujuan pemerintah akan lebih terintegrasi dan bisa mendorong efektivitas pembangunan nasional, pengurangan potensi duplikasi kegiatan antar K/L, penajaman rumusan program, dan keharmonisan antara belanja pusat maupun daerah.

Selain itu, cara memperbaiki pengelolaan fiskal lainnya dengan terus meningkatkan efisiensi belanja operasional K/L dan Pemda agar sesuai dengan kondisi pola kerja yang baru berdasarkan pengalaman di tahun 2020.

Langah tersebut diharapkan bakal meningkatkan kualitas belanja berbasis kinerja yang produktif. "Digunakan dalam rangka mendukung reformasi kesehatan, peningkatan kualitas SDM, pemulihan ekonomi, pemerataan pembangunan, serta pengurangan pengangguran dan kemiskinan," tutur Sri Mulyani. []

Berita terkait
Sri Mulyani: Infrastruktur Dibangun Meski Covid-19
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan pembangunan infrastruktur dalam negeri, ibarat pedang dengan dua mata sisi.
Belum Masuk Resesi, Irma NasDem Sanjung Sri Mulyani
Politisi Partai NasDem Irma Suryani Chaniago memberikan sanjungan kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani, karena Indonesia belum resesi ekonomi.
Tangani Covid-19, Sri Mulyani Rangkul Mahkamah Agung
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pihaknya melakukan sinergi dan koordinasi dengan Mahkamah Agung untuk menangani Covid-19.
0
KLHK: Padat Karya Penanaman Mangrove Pulihkan Perekonomian
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, memperluas cakupan Kegiatan Padat Karya di 34 provinsi.