UNTUK INDONESIA
Nabi Isa AS Masih Hidup, Akan Datang Sebelum Kiamat
Nabi Isa AS hingga kini belum meninggal. Ia utuh dengan jasad dan nyawa. Ia akan datang ke dunia sebelum hari kiamat. Ini kisahnya dari permulaan.
Ilustrasi - Mesir. (Foto: Pixabay/soupysquirrel)

Jakarta - Nabi Isa AS merupakan putra dari seorang ibu bernama Maryam dan tidak mempunyai ayah. Ia dilahirkan atas kehendak dan kuasa Allah SWT tanpa ayah. Nabi Isa dilahirkan pada tahun 622 sebelum tahun Hijriah. Kelahiran Nabi Isa tanpa ayah ini merupakan ujian bagi manusia untuk meningkatkan keimanan atas kekuasaan Allah.

Maryam putri Imron bin Matsan adalah putri yang solehah. Pada masa remaja, ia didatangi  Malaikat Jibril yang menyerupai seorang manusia memberi kabar, bahwa ia akan dianugerahi bayi laki-laki dari kandungannya tanpa seorang suami. Namun kedatangan Jibril tersebut ditolaknya dengan mengatakan:

“Jauhlah engkau dari sini dan aku berlindung kepada Tuhan atas kejahatan yang akan terjadi dan aku takut kepada Allah SWT.”

Lalu Jibril meniupkan roh yang suci ke dalam rahim Siti Maryam, dan ia pun seketika hamil. Hal ini dinyatakan dalam Alquran:

“Jibril berkata: Aku ini pesuruh Tuhanmu dan akan memberi kabar gembira, bahwa engkau akan melahirkan seorang anak laki-laki yang suci.” (QS. Maryam, ayat 19).

Maryam berkata, sebagaimana terungkap dalam Alquran:

“Maryam berkata: “Bagaimana aku akan mendapat anak, padahal aku belum bersuami dan aku pun bukan pula orang yang jahat.” (QS. Maryam, ayat 29).

Jibril menjawab: “Demikianlah akan halnya, Tuhan engkau telah berfirman: “Perkara itu amat mudah bagi-Ku, supaya Kujadikan suatu tanda kekuasaan kepada manusia dengan rahmat-Ku. Dan kejadian itu adalah sesuatu yang diluluskan”.” (QS. Maryam, Ayat 21).

Maryam Hamil

Kehamilan Maryam semakin lama semakin membesar. Dengan demikian penduduk di wilayahnya menjadi gempar karena menganggap aneh, seorang gadis bisa hamil. Penduduk sekitar menuduh Maryam telah berbuat tidak senonoh dengan seorang laki-laki. 

Mendapat fitnah tersebut, Maryam merasa malu hingga akhirnya ia melahirkan. Maka semakin bertambah pula olok-olokan dari penduduk yang menghinakannya. 

Ada pun orang-orang yang durhaka itu, tiadalah mereka membunuh dan menyalib Isa, hanya orang yang diserupakan dengan Isa-lah yang tersalib.

Para penduduk itu bertanya kepada Maryam, “Hai Maryam! Mengapa kamu sudah beranak? Padahal kami melihat kamu belum mempunyai suami, sedangkan orang tuamu orang yang baik-baik. Mengapa engkau sekarang menjadi orang yang cemar? Mendengar itu Maryam tidak menjawab, hanya berisyarat kepada anaknya saja.”

Mereka kaget ketika diminta untuk bertanya, sambil berkata, bagaimana kami disuruh berbicara sama anak kecil? Namun dengan kekuasaan Allah SWT, Nabi Isa bayi dapat berbicara, menjawab pertanyaan penduduk, sebagaimana tertulis dalam Alquran:

“Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Ia telah beri kepadaku kitab Injil, dan Ia telah menjadikan aku seorang Nabi. Ia telah menjadikan aku orang yang berbakti di mana saja aku berada, dan Ia mewajibkan aku sembahyang dan membayar zakat selama aku hidup. Dan Ia menjadikan aku berbakti kepada ibuku, dan ia tidak menjadikan aku orang yang sombong ‘celaka’. Serta keselamatan (bercucuran) atasku pada hari aku dilahirkan dan pada hari aku akan mati, dan pada hari aku akan dibangkitkan dalam keadaan hidup. Anak bayi itu Isa bin Maryam, perkataan benar yang dipertentangkannya mereka berselisih.” (QS. Maryam ayat 30-34).

Maryam Pindah ke Negeri Mesir

Maryam merasa bahwa Nabi Isa kecil terancam keselamatannya oleh penduduk sekitar. Untuk memelihara agar anaknya tidak dibunuh orang, Maryam pindah ke negeri Mesir. Maryam dan putranya tinggal selama kurang lebih dua belas tahun kemudian mereka pindah ke negeri Syam (Suriah). Selanjutnya Nabi Isa diangkat menjadi Rasul berusia 30 tahun untuk kaumnya Bani Israel, sebagaimana dinyatakan dalam Alquran:

“Dan diajarkan kepadanya ilmu tentang al-Kitab dan ilmu pengetahuan yang lain, mengetahui isi kitab Taurat dan Injil, serta ia diutus untuk kaumnya (Bani Israil). (QS. Ali Imran, ayat 48-49).

Nabi Isa AS dalam menyampaikan dakwahnya kepada umatnya mendapat rintangan, namun ia diberi mukjizat oleh Allah, sebagai bukti bahwa ia adalah Rasulullah. antara lain dapat membuat burung dari tanah liat atas kehendak Allah SWT, dapat menyembuhkan orang buta, penyakit kusta, serta menghidupkan orang mati, dapat menerangkan apa yang dimakan dan disimpan di rumah-rumah kaumnya, menurunkan makanan dari langit ketika diminta oleh kaumnya.

Dakwah Nabi Isa AS sebagai Rasul ialah untuk menyiarkan agama yang benar dan menunjukkan kesesatan yang dilakukan oleh pendeta-pendeta Yahudi yang telah menyimpang jauh dari ajaran Taurat. Namun, ajaran Nabi Isa AS hanya mendapat pengikut dua belas orang saja, yang disebut al-Hawariyyun artinya sahabat-sahabat Nabi Isa. 

Nabi Isa AS Akan Dibunuh

Bani Israil semakin gencar menolak ajaran Nabi Isa yang kemudian membuatnya menyingkir dan pergi menuju Baitul Maqdis ketika hari raya umat Yahudi. Kejadian ini membuat para Pendeta Yahudi marah, karena mereka khawatir ajaran Nabi Isa AS akan menyebar. 

Para pendeta tersebut akhirnya membuat kabar dusta (hoaks) tentang Nabi Isa kepada penguasa Romawi saat itu, yaitu Raja Pilatus pengganti Raja Herodes di Palestina. Akibat hasutan tersebut wakil Raja atau Gubernur yang berada di Baitul Maqdis menerima surat dari raja yang berisikan perintah untuk membunuh Nabi Isa. Para pasukan kerajaan akhirnya melakukan pengejaran terhadap Nabi Isa.

Ketika masa pengejaran tersebut, Nabi Isa sedang bersama dengan 12 sahabatnya atau yang dalam Alquran disebut sebagai Hawariyyin. Tapi salah seorang dari mereka, Yahudza al-Askharyuti atau Yudas Iskariot, berkhianat dengan menunjukkan persembunyian Nabi Isa. Maka terkepunglah Nabi Isa oleh pasukan Gubernur yang datang beserta sekelompok orang Yahudi, ketika itu adalah hari Jumat sore menjelang malam Sabtu.

Namun Allah berkehendak lain dan menyelamatkan Nabi Isa dari kelicikan kaum Yahudi. Allah menyerupakan Yahudza persis seperti Nabi Isa AS dan akhirnya membuat prajurit menangkap Yahudza yang mirip dengan Nabi Isa As dan menyerahkannya kepada Raja Pilatus. 

Mereka kemudian menyalib dan membunuhnya seperti yang dikisahkan dalam Alquran: “Ada pun orang-orang yang durhaka itu, tiadalah mereka membunuh dan menyalib Isa, hanya orang yang diserupakan dengan Isa-lah yang tersalib.” (Q.S. An-Nisa, ayat 157).

Dalam Tafsir al-Azhar, Hamka menyebutkan mayoritas ulama menyatakan Nabi Isa diangkat jasad dan nyawanya. Sehingga Nabi Isa sampai sekarang masih hidup dengan tubuh dan nyawanya. Para ulama mengartikan kata tawaffa berarti tidur berdasarkan riwayat dari Ibn Jarir al-Thabari yang menyatakan bahwa makna lafal inni mutawaffika adalah mengangkatnya dalam keadaan tidur. 

Hal ini juga sebagaimana riwayat dari Hasan, bahwa Rasulullah pernah berkata kepada kaum Yahudi bahwa Nabi Isa AS belum wafat dan akan datang sebelum hari kiamat. []

Baca juga:

Berita terkait
Humaira, Panggilan Sayang untuk Aisyah Istri Rasulullah
Aisyah istri Rasulullah, seorang wanita berparas cantik berkulit putih dengan pipi kemerah-merahan. Ia juga cerdas. Ia sering dipanggil Humaira.
Ketika Aminah Mengandung Nabi Muhammad SAW
Kehidupan masa kecil Aminah hingga ia menikah kemudian mengandung Nabi Muhammad SAW sampai akhirnya meninggal.
Khadijah, Wanita Paling Dicintai Nabi Muhammad SAW
Kisah cinta Khadijah dan Nabi Muhammad SAW berawal dari mitra bisnis. Khadijah lebih tua dan tidak gengsi menyatakan cinta terlebih dulu.
0
Kata PKS, Presiden Jokowi Lemah dan Plin Plan
Pemerintahan Jokowi periode dua ini masih saja seperti dulu. Lemah dan plin plan. Terlihat saat wabah Covid-19 melanda negara ini. Kata orang PKS.