UNTUK INDONESIA
MUI Bela Ustaz Abdul Somad soal Corona Tentara Allah
Wakil Ketua MUI Muhyiddin Junaidi sepakat dengan pernyataan ustaz Abdul Somad yang menyebut virus corona merupakan bala tentara Allah.
Ustaz Abdul Somad di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jakarta, Rabu, 21 Agustus 2019. (Foto: Tagar/Gemilang Isromi Nuari)

Jakarta - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Muhyiddin Junaidi sepakat dengan pernyataan ustaz Abdul Somad yang menyebut virus corona adalah tentara Allah. Corona datang, kata dia, sebagai teguran bagi pembangkang.

"Ustaz Abdul Somad yang menyatakan seperti itu sah saja, karena apabila kesombongan yang dilakukan umat manusia Allah akan melakukan teguran," ujar Muhyiddin Junaidi kepada Tagar di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa, 3 Maret 2020.

Salah satu bentuk kesombongan ialah memakan apa yang telah ditetapkan haram dalam Islam

Tuhan, kata Muhyiddin, tetap saja menegur melalui Covid-19 atau virus corona, meskipun orang yang mengonsumsinya dari umat non-muslim.

"Walaupun non-muslim tapi Allah ingin tunjukkan (tegurannya)," ucapnya.

Baca juga: Panic Buying Virus Corona, Peran Buzzer Kian Disorot

Dia lalu mengutip Surat Al-Baqarah 168 yang berbunyi, "Hai sekalian manusia, makan lah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu."

Menurut Pimpinan MUI ini, ayat di atas bukan hanya diperuntukkan untuk muslim. Perintah Tuhan tersebut ditujukan kepada seluruh manusia.

Dia menegaskan, sebaran virus corona merupakan teguran dari Allah. Hal itu lantaran masih banyak manusia di wilayah terdampak corona, termasuk Jakarta, masih saja memakan sesuatu yang diharamkan Islam, seperti babi.

MUIWakil Ketua MUI Muhyiddin Junaidi (batik cokelat) memimpin konferensi pers di kantor MUI Pusat, Jakarta, Selasa, 3 Maret 2020. (foto: Tagar/Edy Syarif).

Ustaz Abdul Somad yang menyatakan seperti itu sah saja, karena apabila kesombongan yang dilakukan umat manusia Allah akan melakukan teguran.

"Kalau dari sisi agama kita mengatakan teguran, karena tidak boleh orang itu makan yang haram. Makanan yang dilarang agama itu akan menimbulkan penyakit seperti darah manusia, babi, binatang masih hidup," kata Muhyiddin.

Baca juga: MUI Sebut Konsumsi Babi Sebab Masuknya Corona di DKI

Kemarin, Senin, 2 Maret 2020, Presiden Jokowi mengumumkan dua orang warga Depok positif terjangkit corona di Jakarta. Keduanya, ibu dan anak, dirawat di Rumah Sakit Pusat Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso Jakarta.

Pada saat yang sama, menurut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, 136 orang dalam pemantauan dan 39 orang dalam pengawasan Dinas Kesehatan DKI. Kedua kelompok itu terkait dugaan terjangkit corona.

Dari 136 orang, 115 dinyatakan sehat dan sisanya masih dalam pantauan di rumah mereka masing-masing. Sementara 39 orang lainnya masih dalam perawatan rumah sakit.

Untuk itu MUI menyerukan masyarakat Indonesia introspeksi diri dan memperbanyak taubat menyusul masuknya virus asal Kota Wuhan itu ke Ibu Kota Negara. Seruan ini dikhususkan kepada umat Islam Indonesia.

"Mengajak semua elemen bangsa, khususnya yang beragama Islam, untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah agar terhindar dari musibah ini, dengan memperbanyak taubat, memohon ampun kepada Allah," kata Wakil Ketua MUI. []

Berita terkait
Gubernur Banten Pakai Masker Hadapi Virus Corona
Gubernur Banten, Wahidin Halim (WH,) mengimbau masyarakat Banten agar tetap tenang menghadapi virus corona dan memakai masker
Kondisi Karyawan Paloma Usai Warga Depok Kena Corona
Manajemen Paloma Bistro mengaku hingga kini seluruh karyawannya masih dalam keadaan sehat usai dua warga Depok terkena Corona di sana.
Antisipasi Cegah Virus Corona Ala Selebriti Dunia
Salah satu langkah pencegahan penularan virus corona selebriti mereka lakukan saat mereka tengah melakukan perjalanan
0
Paceklik Legen, Minuman Khas Rembang di Ramadan
Legen, minuman khas Rembang tak bisa dinikmati di Ramadan ini. Kenapa?