UNTUK INDONESIA
MPU: Sebenarnya Aceh tak Menolak Sosok Firanda
Sebenarnya masyarakat Banda Aceh tidak menolak sosok Ustaz Dr. Firanda Andirja Abidin.
Warga menolak kajian dakwah Ustaz Dr. Firanda Andirja Abidin, di Masjid Al Fitrah, Keutapang, Aceh Besar, Kamis 13 Juni 2019 malam. (Foto: Ist)

Banda Aceh - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Banda Aceh, Tgk H Tu Bulqaini mengatakan bahwa pihaknya tidak menolak sosok Ustaz Dr. Firanda Andirja Abidin, saat datang ke Aceh.

"Supaya publik tau bahwa kita bukan menolak sosok Firanda datang ke Aceh. Kalau Firanda datang ke Aceh melihat suasana Aceh mau melancong ke Aceh marhaban, ahlan wasahlan, selamat datang, kita tidak masalahkan," kata Tu Bulqaini, Sabtu 15 Juni 2019.

Penyebab warga Aceh menolak kehadiran Ustaz Firanda karena persoalan aqidah yang dibawanya.

Menurut Tu Bulqaini, aqidah yang dibawa lulusan Univeristas Islam Madinah itu bertentangan aqidah umat Islam di Aceh.

Berita terkait: Massa Tolak Kajian Dakwah Ustaz Firanda di Aceh

"Dia mengembangkan misinya tentang aqidah ini, bertentangan dengan aqidah bukan hanya aqidah umat Islam di Aceh, tetapi aqidah mayoritas umat Islam di seluruh dunia," kata anggota Dewan Majelis Syura FPI Aceh itu.

Tu Bulqaini menuding bahwa Ustaz Firanda memvonis ayah dan ibu Nabi Muhammad SAW kafir dan masuk neraka. Selain itu, ia juga memvonis bahwa aqidah asy' ariyah itu sesat.

"Islam yang pertama masuk Nusantara ini adalah ke Aceh, kalau aqidah asy' ariyah ini sesat maka semua sesat, makanya kita menolak (Firanda)," jelas Tu Bulqaini.

Di sisi lain, penolakan Ustaz Firanda juga karena dianggap berpaham radikalisme. Oleh karena itu, Tu Bulqaini tak ingin generasi Aceh ditanami bibit-bibit paham itu.

Berita terkait: Kronologi Warga Aceh Tolak Ustaz Firanda

"Jadi jelas kita menolak karena pemahaman dia yang bertentangan dengan pemahaman mayoritas umat Islam yang ada di dunia dan di Aceh," ujar Tu Bulqaini.

Kata dia, penolakan tersebut bukan berarti warga Aceh menganggap Ustaz Firanda kafir. Selain itu, warga Aceh saat ini juga masih sangat toleransi dengan keberagamaan yang ada.

"Jadi tidak ada niat apa-apa, kita tidak menganggap dia kafir. Orang asing yang datang ke Aceh silakan, tidak pernah kita unjuk rasa menolak kehadiran bule-bule ke Aceh, kita menganggap tamu ini sebagai pembawa rahmat, selama dia membawa rahmat silakan," kata Tu Bulqaini.

Dijelaskannya bahwa warga Aceh tak mempermasalahkan jika ada ustaz yang menganut mazhab selain syafi'i, asalkan tidak bertentangan dengan aqidah.

"Ke depan siapapun penceramah harus ada rekomendasi dari MPU, ini untuk menjaga kenyamanan umat Islam di Kota Banda Aceh dan Aceh," pungkasnya. []

Berita terkait:

Berita terkait
0
PDI Perjuangan dan Porsi Menteri Kabinet II Jokowi
Politikus PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira mengatakan wajar saja bila partainya mendapat porsi menteri paling banyak di periode II Jokowi.