UNTUK INDONESIA
Momen Nataru, Extra Flight ke Bali Turun Drastis
Extra flight ke Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali mengalami penurunan cukup drastis hingga 108 persen jika dibandingkan tahun lalu.
General Manager (GM) PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Herry A.Y. Sikado. (Foto: Tagar/Nila Sofianty)

Bali - Momen libur Natal dan Tahun Baru membuat sejumlah maskapai penerbangan mengajukan Extra Flight atau tambahan penerbangan menuju Bandara Ngurah Rai, Bali. Meski demikian, pengajuan Extra Flight tahun ini mengalami penurunan jika dibandingkan tahun lalu saat momen Nataru.

General Manager (GM) PT Angkasa Pura I Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Herry A.Y. Sikado mengatakan setidaknya sudah ada pengajuan 367 penerbangan tambahan untuk mengantisipasi membludaknya turis domestik dan mancanegara ke Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Penambahan penerbangan dilakukan sejak Kamis 19 Desember 2019 hingga Selasa 7 Januari 2020 nanti.

"Hingga saat ini Bali masih tetap merupakan destinasi wisata favorit baik bagi wisatawan domestik dan internasional, terutama untuk menghabiskan masa libur Natal dan Tahun Baru di periode ini," ujarnya saat pembukaan Posko Angkutan Terpadu Nataru di halaman Terminal Kedatangan Domestik, Kamis 19 Desember 2019.

Herry mengaku dengan adanya Posko Nataru yang akan beroperasi selama 20 hari itu akan memberikan rasa aman dan tertib bagi wisatawan lokal dan mancanegara yang datang ke Bali.

Hingga saat ini Bali masih tetap merupakan destinasi wisata favorit baik bagi wisatawan domestik dan internasional.

Meski ada penambahan penerbangan, Herry mengaku jumlah tersebut mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun lalu. Bahkan penerbangan tambahan yang diajukan ke PT Angkasa Pura I Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali mengalami penurunan hingga 108 persen.

"Jika dibanding dengan tahun lalu, penambahan ini terbilang menurun drastis mencapai 108 persen," ucapnya.

Kendati turun drastis, Herry mengatakan manajemen tetap berkomitmen untuk mengawal salah satu periode sibuk dalam lalu lintas penerbangan di Bali ini.

"Komitmen kami tetap, sehingga para pengguna jasa bandar udara dapat menikmati perjalanan udara yang selamat, aman, dan nyaman. Itu tekad kami,” ucapnya.

Sementra Kepala Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV, Elfi Amir menyatakan bahwa secara nasional memang terjadi penurunan angka penumpang pesawat udara.

"Prediksi secara nasional berdasarkan data yang ada saat ini diperkirakan akan terjadi penurunan sekitar 8,4% skala nasional. Namun kita tetap optimis untuk pertumbuhan jumlah pesawat dan penumpang di Bali akan tetap stabil," tuturnya.

Elfi memprediksi juga puncak arus penumpang yang terlayani yaitu puncak arus datang diperkirakan akan terjadi pada tanggal 21 Desember 2019, dan arus balik tanggal 5 Januari 2020.

Dengan meningkatnya lalu lintas penerbangan selama pelaksanaan Posko Nataru ini, manajemen PT Angkasa Pura I (Persero) telah melakukan upaya preventif dan mitigasi risiko demi terciptanya keselamatan dan keamanan penerbangan, baik berupa kesiagaan keamanan di sisi fasilitas maupun personel. []

Berita terkait
6 WNA Gagal Selundupkan Narkoba ke Bali
Enam WNA tersebut diamankan selama periode November hingga Desember 2019.
PT KAI Daop 8 Surabaya Waspadai Longsor dan Banjir
PT KAI Daop 8 Surabaya sudah menyiapkan Alat Material Untuk Siaga di 4 titik strategis yakni di stasiun Babat, Mojokener, Bangil, dan Wlingi.
Setahun, 65 Kg Sabu Gagal Diselundupkan di Jatim
Polda Jatim mengatakan dari 65 kg sabu tersebut, rata-rata masuk dalam jaringan Lapas dan Sokobanah, Madura.
0
Sperma Tak Hidup di Kolam Renang
Komisioner KPAI Sitti Hikmawatty membuat pernyataan ngawur tentang sperma. Ini fakta sesungguhnya.