UNTUK INDONESIA
Modus Komplotan Pencuri Ternak di 30 Lokasi Sumbar
Komplotan pencuri ternak yang diringkus Polres Payakumbuh, Sumatera Barat, beraksi di 30 lokasi sejak tahun 2016.
Kapolres Payakumbuh, AKBP Dony Setiawan, melakukan gelar perkara pengungkapan kasus pencurian ternak. (Foto: Tagar/Aking Romi Yunanda)

Payakumbuh - Sebelas orang komplotan pencuri ternak yang diringkus jajaran Polres Payakumbuh, Sumatera Barat (Sumbar), sangat lihat dalam beraksi. Bahkan komplotan ini telah menggasak puluhan ekor sapi dan kerbau warga di 30 tempat kejadian perkara (TKP).

Setelah target dapat, para pelaku langsung menyiapkan fasilitas seperti kendaraan roda empat serta peralatan. Mulai dari pisau, tali, golok, kampak hingga cangkul.

"Sangat meresahkan masyarakat. Mereka sudah beraksi di 30 TKP," kata Kapolres Payakumbuh, AKBP Dony Setiawan, saat menggelar konfrensi pers di Mapolres Payakumbuh, Rabu 12 Februari 2020.

Menurut Kapolres, komplotan ini terbilang profesional mencuri ternak. Sebab, semua aksinya nyaris terlaksana dengan baik sejak tahun 2016. Bahkan dalam semalam, pencuri ini bisa menggondol hewan ternak warga dalam jumlah banyak.

Sebelum beraksi, sindikat pencuri ternak ini terlebih dahulu melakukan survei lokasi, dengn cara berputar-putar mencari target yang akan digarap. Biasanya, para pelaku menarget hewan ternak seperti sapi dan kerbau yang ditinggal pemiliknya di dalam atau di luar kandang.

"Setelah target dapat, para pelaku langsung menyiapkan fasilitas seperti kendaraan roda empat serta peralatan. Mulai dari pisau, tali, golok, kampak hingga cangkul," katanya.

Biasanya, dari pengakuan para tersangka kepada penyidik, aksi pencurian tersebut dilakukan tengah malam mulai pukul 01.00 WIB hingga dini hari sebelum azan subuh berkumandang. Kendaraan yang digunakan, adalah mobil jenis pikap.

Dalam aksinya, para pelaku yang dengan sembunyi-sembunyi mendatangi kandang ternak, lalu setelah aman langsung menggondol ke atas mobil. Kemudian, ada pula yang menyembelih di lokasi, kemudian mengangkut daging ternak ke atas mobil.

Kepada polisi, para tersangka mengakui jika aksi pencurian tersebut dilakukan karena terdesak kebutuhan ekonomi. "Saya melakukan pencurian ini dari Duri menuju Payakumbuh. Sebelumnya dihubungi teman-teman di Payakumbuh, setelah dapat gambar (target hewan ternak) dari teman-teman, baru saya berangkat ke lokasi," tutur ketua komplotan ini, RF, 30 tahun, warga Limapuluh Kota.

Dari tahun 2016, para tersangka berhasil melakukan pencurian di 30 TKP. Masing-masing, 15 TKP di Kota Payakumbuh dengan hasil curian 19 ekor sapi dan kerbau. Kemudian 9 TKP di Kabupaten Limapuluh Kota dengan hasil curian 10 ekor sapi dan kerbau. Lalu 2 TKP di Kabupaten Tanah Datar dengan hasil curian 2 ekor dan 4 TKP di Bukittinggi dengan hasil 4 ekor ternak warga.

"Hasil curian ini ada yang dijual ke Solok, Tanah Datar, hingga ke Pekanbaru. Hewan yang masih hidup, kami menjual dengan kisaran harga Rp 10 juta hingga Rp 13 juta. Sedangkan yang sudah dipotong seharga Rp 8 juta seekor," katanya.

Sasaran sapi yang diincar, adalah sapi yang telah diikat hidungnya. Para tersangka beralasan, kalau sapi yang sudah terikat di bagian hidung lebih gampang dicuri dan tidak melawan ketika hendak diangkut menggunakan mobil.

Kasat Reskrim Polres Payakumbuh, AKP lham Indarmawan, mengatakan penangkapan pertama kali dilakukan di Kota Solok pada tanggal 24 Januari 2020. Setelah dilakukan pengembangan, polisi berhasil mengamankan 2 tersangka di Duri, Riau pada 2 Februari 2020.

Setelah dilakukan pengembangan, dengan cara mambagi tim, jajaran Polres Payakumbuh sukses kembali mengamankan 1 tersangka di Kota Bandung dan Tasikmalaya pada tanggal 5 Februari. "Di daerah Jawa Barat, kita menciduk 3 tersangka," katanya.

Selain sejumlah alat yang digunakan para komplotan dalam melakukan aksi pencurian ternak, polisi juga berhasil menyita barang bukti lain. Seperti uang tunai senilai Rp8 juta yang merupakan sisa penjualan sapi hasil curian di TKP Payakumbuh. []



Berita terkait
11 Pencuri Ternak Diringkus Polisi Payakumbuh
Polres Payakumbuh, Sumatera Barat, meringkus 11 orang kompolotan pencuri ternak yang sudah meresahkan masyarakat.
Wali Kota Payakumbuh Tutup Kafe Berbau Maksiat
Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi, menyegel sejumlah kafe karaoke yang diduga melakukan aktivitas maksiat.
Banjir di Limapuluh Kota Rendam Ratusan Rumah
Puluhan rumah di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, diterjang banjir.
0
Pasien Positif Corona di Aceh Bertambah, Total 10
Seorang pasien dalam pengawasan di Aceh kembali dinyatakan positif terpapar virus corona (Covid-19).