UNTUK INDONESIA
11 Pencuri Ternak Diringkus Polisi Payakumbuh
Polres Payakumbuh, Sumatera Barat, meringkus 11 orang kompolotan pencuri ternak yang sudah meresahkan masyarakat.
Kapolres Payakumbuh, AKBP Dony Setiawan, memperagakan para tersangka pencurian ternak bersama barang bukti. (Foto: Tagar/Aking Romi Yunanda)

Payakumbuh - Sebanyak 11 orang komplotan pencuri ternak di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, diringkus polisi.

Mereka beraksi sejak 2016, sangat meresahkan. Sembilan di antaranya sebagai pencuri dan dua orang lainnya penadah.

Para pelaku yang diringkus di lokasi berbeda ini telah lama meresahkan masyarakat. Bahkan, hasil curiannya mencapai puluhan ekor sapi dan kerbau milik warga.

"Mereka ditangkap di empat lokasi berbeda. Kami berhasil mengungkap setelah satu bulan lamanya melakukan penyelidikan," kata Kapolres Payakumbuh, AKBP Dony Setiawan, saat menggelar konferensi pers di Mapolres Payakumbuh, Rabu 12 Februari.

Lima dari pelaku pencuri ternak itu, diciduk di Kota Solok. Dua pelaku di kawasan Duri, Riau. Tiga di kawasan Tasikmalaya, Jawa Barat, dan seorang lainnya di Kota Bandung.

Masing-masing pelaku berinsial IH, 26 tahun, NHS, 17 tahun, DAS, 18 tahun, RF, 30 tahun. Keempat pelaku ini warga Simalanggang, Kabupaten Limapuluh Kota. Kemudian AK, 50 tahun, warga Kota Solok.

Tersangka lainnya HC, 39 tahun, MNA, 38 tahun, yang keduanya tercatat sebagai warga Bengkalis, Riau. Lalu, tiga warga Limapuluh Kota lainnya, MF, 20 tahun, YP, 21 tahun, dan JM, 18 tahun. Terakhir, EP, 24 tahun, warga Kota Payakumbuh.

"Mereka beraksi sejak 2016, sangat meresahkan. Sembilan di antaranya sebagai pencuri dan dua orang lainnya penadah," katanya.

Kepolisian juga menyebut, tidak ada perlawanan dalam penangkapan tersangka. Keberadaan para pelaku terendus polisi, setelah melakukan pengembangan kasus dengan cara memintai informasi masyarakat serta para kerabat pelaku.

Atas perbuatannya, para pelaku pencurian dijerat pasal 363 Undang-undang (UU) KUHP dengan ancaman hukuman selama 7 tahun kurungan penjara.

"Penadah kita jerat dengan pasal 480 UU KUHP, dengan ancaman hukuman selama 4 tahun penjara," sebut Kapolres. []

Berita terkait
Wali Kota Payakumbuh Tutup Kafe Berbau Maksiat
Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi, menyegel sejumlah kafe karaoke yang diduga melakukan aktivitas maksiat.
Banjir di Limapuluh Kota Rendam Ratusan Rumah
Puluhan rumah di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, diterjang banjir.
Banjir dan Longsor Kepung Limapuluh Kota
Sembilan kecamatan di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, diterjang banjir dan longsor.
0
Jelang Buka Puasa Jalur Perkotaan Cianjur Disekat
Sejumlah polisi di Cianjur lakukan penyekatan di pusat kota Cianjur sebagai upaya untuk menghindari kerumunan warga