Menjadi Pro dan Kontra, Film G30S PKI Fiksi Atau Fakta?

Hingga saat ini, berapa pihak menganggap film G30S PKI sebagai propaganda pemerintah Orde Baru.
petugas membersihkan diorama penyiksaan Mayjen S Parman di Lubang Buaya, Jawa Timur. (Foto: Tagar/ANTARA/Saptono)

Jakarta - Peristiwa G30S PKI merupakan salah satu sejarah kelam yang pernah dialami bangsa Indonesia adalah G30S PKI. Dikatakan sejarah kelam karena tragedi berdarah ini  banyak menghilangkan nyawa rakyat Indonesia, bahkan perwira tinggi TNI Angkatan Darat. 

Film mengenai G30S PKI akhirnya dibuat untuk mengenang peristiwa tersebut, namun keaslian film ini menimbulkan pro dan kontra, karena banyak yang mempertanyakan, apakah film G30S PKI fiksi atau fakta. Hingga saat ini, berapa pihak menganggap film G30S PKI sebagai propaganda pemerintah Orde Baru.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut beberapa saksi mata G30S/PKI dan ahli sejarah Universitas Indonesia memberikan penjelasan mengenai keaslian film G30S PKI secara daring dalam sebuah acara yang ditayangkan di salah satu stasiun televisi swasta Indonesia.

Sebagai saksi mata, Untung  Ahmad Mufreni, putra Jenderal Ahmad Yani menceritakan kronologi kematian ayahnya yang ditembak dan dibuang oleh Cakrabirawa ke daerah Lubang Buaya, Jakarta Timur.

“Kejadian itu adalah tragedi berdarah, jangan sampai terulang lagi kejadian seperti itu. Itu saja, film itu sebenarnya kesana. Kalau mengenai hal lain kami tidak tahu. Kami hanya tahu urusan di rumah saja,” kata Untung.

Selain Untung, Witarwahyono Reksoprodjo juga sempat dimintai pendapat mengenai keaslian isi film G30S PKI. Witarwahyono adalah anak mantan Menteri Listrik dan Energi, Setiadi Reksoprodjo. Witarwahyono menceritakan kronologi penangkapan ayahnya.

Setiadi Reksoprodjo sedang berada di rumah asat peristiwa G30S PKI berlangsung, Kemudian, pada bulan Maret 1966, ketika Surat Perintah 11 Maret keluar. Setiadi Reksoprodjo ditahan dengan alasan agar terbebas dari amukan demo mahasiswa.

Awalnya, Setiadi Reksoprodjo dibawa ke Senayan. Tiga bulan kemudian dipindah ke tahanan yang sesungguhnya yang berada di RTM Budi Utomo. Setelah belasan tahun berada disana, Setiadi Reksoprodjo dipindahkan lagi ke RTM Nirbaya di Jakarta Timur.



Saya melihat ini adalah propaganda politik ideologi, pemerintah Orba membuat film yang menanamkan ideologi negara untuk menguatkan pemahaman kepada rakyatnya dan menggambarkan adanya ancaman terhadap ideologi negara, konteksnya pada waktu itu adalah ancaman PKI, salah satunya dengan film G30S PKI.



“Terus terang saya tidak tahu apa kaitannya peristiwa G30S PKI dengan ayah saya. Kalau disebut kudeta sepengetahuan saya, persiden waktu itu adalah Soekarno. Jadi kalau isu kudeta itu sebetulnya mengkudeta Bung Karno, semenetara peristiwa itu bukan mengkudeta Bung Karno, karena setelah itu Bung Karno masih berkuasa. Disini saya kurang bisa memahami logika berpikir yang terjadi,” tutur Witarwahyono saat ditanya mengenai keaslian film G30S PKI.

Menurut Ahli Sejarah Universitas Indonesia, Dr. Abdurakhman, M. Hum, film G30S PKI tidak salah apabila dikatakan sebagai propaganda politik, karena pemerintah Orde Baru memang sering memakai film sebagai alat propaganda politik untuk mencapai sasaran pembangunan.

“Saya melihat ini adalah propaganda politik ideologi, pemerintah Orba membuat film yang menanamkan ideologi negara untuk menguatkan pemahaman kepada rakyatnya dan menggambarkan adanya ancaman terhadap ideologi negara, konteksnya pada waktu itu adalah ancaman PKI, salah satunya dengan film G30S PKI,” katanya.

Selain itu, lanjut Abdurakhman, keaslian isi film G30S PKI tidak bisa dikatakan benar 100 persen, karena film seringkali diatur oleh sutradara, cerita di film bisa jadi dikurangi kekejamannya atau bisa pula ditambah, tergantung oleh pihak pembuat film.

Abdurakman juga menyampaikan pendapatnya mengenai kudeta politik, dilihar dari pidato Untung.

"Kita perhatikan pidato Untung pada tanggal 1 oktober pukul 7 pagi kemudian pidato untung pada pukul 13, jelas-jelas yang dikatakan adalah pembentukan dewan revolusi, dewan revolusi itu sebagai pusat kekuasaan, sumber kekuasaan,” jelasnya.

Abdurakhman juga menjabarkan pandangannya soal pembentukan dewan revolusi.

“Konteksnya dengan terbentuknya dewan revolusi, Untung sendiri mengatakan dengan terbentuknya dewan revolusi ini, maka kabinet dwikora adalah demisioner, dan kalau mendemisionerkan kabinet, maka itu adalah kudeta,” pungkasnya. []


Baca Juga : 







Berita terkait
Kisah 7 Pahlawan Revolusi Korban G30S PKI
Ada 7 petinggi militer yang menjadi korban G30S PKI, sebagian dibunuh di rumah masing-masing. sebagian diculik, lalu disiksa hingga tewas.
6 Fakta Tentang Film Pengkhianatan G30S PKI
Film ini akan ditayangkan pada Kamis, 30 September 2021 di TV One pukul 21.00 WIB
G30S PKI : Kronologi Tewasnya Jenderal Ahmad Yani
Dalam kejadian tersebut, seluruh keluarga menjadi saksi atas tewasnya Jenderal Ahmad Yani. Termasuk si anak bungsu yang bernama Edi Yani.
0
Perkuat Ketahanan Energi, PLN Rangkul Inovator dari 21 Negara
PLN terus berkomitmen untuk mendorong lahirnya ide-ide dan inovasi di bidang ketenagalistrikan guna meningkatkan layanan kepada masyarakat.