Jakarta, (Tagar 7/4/2019) - Sistem handphone pertama kali ditemukan oleh Martin Cooper, seorang karyawan di pabrik Motorola pada tanggal 03 April 1973. Sejak saat itu Cooper mencetuskan ide untuk sebuah alat komunikasi yang kecil dan mudah dibawa bepergian secara fleksibel.

Dari situlah sebuah tantangan hadir, yaitu sebuah perangkat kecil yang memiliki komponen atau material elektronik di dalamnya. Dengan model pertama telepon genggam itu adalah Motorola DynaTAC (DYNamic Adaptive Total Area Coverage).

Akhirnya sebuah telepon genggam pertama lahir pada 21 September 1983 dengan berat sekitar dua kilogram. Saat itu, perangkat komunikasi tersebut dijual dengan harga 3,995 dollar AS, atau setara dengan Rp 39 juta.

Namun sayangnya saat itu, bukan nama Cooper yang terkenal sebagai pencipta handphone, melainkan perusahaan yang dinaunginya, yaitu Motorola. Telepon genggam ini adalah merupakan prototipe handphone yang dibuat oleh Motorola.

Jangan bayangkan bentuknya sudah seperti handphone yang banyak beredar saat ini. Ukuran DynaTAC sangat besar dan tidak nyaman dibawa-bawa. Meski demikian, prototipe ini memang sudah bisa dipakai menelepon tanpa harus terhubung dengan kabel. Baterai dari telepon genggam yang digunakan inipun hanya bertahan selama 20 menit.

Baca juga: Keunggulan Samsung A10 dan Samsung A20

Seiring perkembangan waktu, ternyata ada satu orang yang berjasa dalam pengembangan handphone yaitu Amos Joel Jr, sebagai pakar di bidang switching. Switching merupakan sistem penyambung pada handphone dari satu wilayah ke wilayah lain. Adapun switching ini berfungsi sebagai pengatur saat pengguna handphone berpindah tempat, koneksi atau jaringan tetap tersambung.

Generasi I

Telepon genggam generasi pertama disebut juga 1G. Tahun 1973, Martin Cooper dari Motorola Corp menemukan telepon genggam pertama dan diperkenalkan kepada publik pada 3 April 1973. Telepon genggam yang ditemukan oleh Cooper memiliki berat 30 ons atau sekitar 800 gram.

Penemuan inilah yang telah mengubah dunia selamanya. Teknologi yang digunakan 1-G masih bersifat analog dan dikenal dengan istilah AMPS. AMPS menggunakan frekuensi antara 825 Mhz- 894 Mhz dan dioperasikan pada Band 800 Mhz.

Karena bersifat analog, maka sistem yang digunakan masih bersifat regional. Salah satu kekurangan generasi 1-G adalah karena ukurannya yang terlalu besar untuk dipegang oleh tangan. Selain itu generasi 1-G masih memiliki masalah dengan mobilitas pengguna. Pada saat melakukan panggilan, mobilitas pengguna terbatas pada jangkauan area telepon genggam.

Generasi II

Generasi kedua atau 2-G muncul pada sekitar tahun 1990-an. 2G di Amerika sudah menggunakan teknologi CDMA, sedangkan di Eropa menggunakan teknologi GSM. GSM menggunakan frekuensi standar 900 Mhz dan frekuensi 1800 Mhz.

Dengan frekuensi tersebut, GSM memiliki kapasitas pelanggan yang lebih besar. Pada generasi 2G sinyal analog sudah diganti dengan sinyal digital. Penggunaan sinyal digital memperlengkapi telepon genggam dengan pesan suara, panggilan tunggu, dan SMS.

Baca juga: Bahaya yang Mengancam Pakai Perangkat Teknologi Nirkabel

Telepon genggam pada generasi ini juga memiliki ukuran yang lebih kecil dan lebih ringan karena penggunaan teknologi chip digital.  

Keunggulan dari generasi 2G adalah ukuran dan berat yang lebih kecil serta sinyal radio yang lebih rendah, sehingga mengurangi efek radiasi yang membahayakan pengguna.

Generasi III

Generasi ini disebut juga 3G. 3G yang merupakan jaringan yang dapat memberi jangkauan yang lebih luas untuk para penggunanya, termasuk internet sebaik video call berteknologi tinggi. Dalam 3G terdapat 3 standar untuk dunia telekomunikasi yaitu Enhance Datarates for GSM Evolution (EDGE), Wideband-CDMA, dan CDMA 2000.

Pada generasi ini telepon genggam mulai dimasukkan sistem operasi (yang sering disebut smartphone) sehingga membuat fitur semakin lengkap bahkan mendekati fungsi komputer personal. Sistem operasi yang digunakan antara lain Android, iOS, Symbian, dan Windows Mobile.

Generasi IV

Pada generasi ini lebih sering disebut dengan Fourth Generation (4G). 4G merupakan sistem telepon genggam yang menawarkan pendekatan baru dan solusi infrastruktur yang mengintegrasikan teknologi nirkabel yang telah ada termasuk Wireless Broadband (WiBro), 802.16e, CDMA, wireless LAN, Bluetooth, dan lain-lain.

Dalam 4G ini sudah memberikan sistem kecepatan yang tinggi, volume tinggi, kualitas baik, jangkauan global, dan fleksibilitas untuk para penggunanya untuk menjelajahi berbagai teknologi yang berbeda. 4G juga tekah memberikan pelayanan pengiriman data cepat untuk mengakomodasi berbagai aplikasi multimedia seperti, video conferencing, online game, dan lain-lain.

Baca juga: 5G Resmi Dipakai di Korea Selatan, Indonesia Kapan?