Mengenal Hubungan Tidak Sehat atau Toxic Relationship

Menjalin sebuah hubungan membutuhkan kesiapan mental dan kemantapan hati. Berikut pemaparan tentang toxic relationship.
Ilustrasi hubungan tidak sehat toxic relationship. (Foto: Tagar/freephotos/pixabay.com)

Jakarta - Menjalin sebuah hubungan membutuhkan kesiapan mental dan kemantapan hati. Karena, dalam menjalankannya setiap pasangan akan melewati lika-liku masalah yang tidak selalu mulus. Itu akan membuat goyah di sebuah hubungan. Jika, tidak mempersiapkan hati, dan hanya menjalaninya saja itu dapat mengubah sebuah hubungan menjadi tidak sehat.

Hubungan yang sehat itu sama-sama nyaman dijalaninya gitu, kalo gak sehat pasti ada yang ngeganjel lah.

Hubungan sehat adalah impian semua pasangan. Hubungan sehat tercipta ketika pasangan saling mendukung, saling menjaga, saling peduli satu sama lain di saat senang maupun di saat susah. Dalam menjalin hubungan yang sehat harus mau berusaha untuk membina komunikasi yang terbuka dan tidak hanya salah satu saja yang berusaha.

Sedangkan, hubungan tidak sehat terlihat menunjukkan kasih sayangnya dengan cara memberikan perhatian lebih, mengatur aktivitas pasangannya. Namun, berujung pada sifat posesif yang berlebihan yang sebenarnya adalah tanda bahwa hubungannya berada dalam hubungan tidak sehat.

Seorang wanita yang pernah menjalankan hubungan tidak sehat, Nykent mengungkapkan, bahwa hubungan sehat itu ketika pasangan saling nyaman.

"Hubungan yang sehat itu sama-sama nyaman dijalaninya gitu, kalo gak sehat pasti ada yang ngeganjel lah," ujar Nykent kepada Tagar, Kamis, 17 Desember 2020.

Menurutnya, hubungan tidak sehat itu masuk ke dalam toxic relationship yang akan berpengaruh terhadap kesehatan mental dan fisik. Tak jarang di sebuah hubungan melibatkan kekerasan fisik, hal ini pastinya sangat wajib untuk dihindari.

Toxic relationshipIlustrasi hubungan tidak sehat toxic relationship. (Foto: Tagar/panaljotis/pixabay.com)

Hubungan tidak sehat itu dialami oleh Nykent pada saat duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Ketika ia masih remaja sehingga ia belum tahu apa itu perbedaan hubungan sehat dan tidak sehat. Butuh waktu satu tahun bagi Nykent untuk mengakhiri hubungan tersebut.

"Jadi dulu punya mantan, mantannya itu toxic banget, ya menurut gua toxic banget sih. Karena emang gua tu orangnya kan gak suka di kekang pertama, tapi dengan gak tau jalannya gimana gua bisa setahun gitu loh sama itu orang," kata Nykent.

Awal mulanya, ia bertukar akun instagramnya yang first account, yakni akun yang tidak di private dan semua orang bisa melihatnya. Saat itu, ia merasa masih wajar saja dalam hubungannya.

Kemudian, mantannya meminta password akun instagramnya yang second account untuk di pegang juga. Ia merasa tidak terima, karena akun instagram yang kedua hanya untuk orang terdekat atau teman-temannya saja yang tahu. Tidak perlu di berikan juga dengan mantannya ini.

Tak hanya akun instagram yang harus di berikan, tetapi akun Gmail pun juga. Walaupun akun email itu tidak ada pesan penting, menurut ia, mantannya sudah melanggar privasi miliknya.

"Terus kalo ketemu nih, kalo ketemu HP gua tuh pasti di cek gitu loh, jadi gua tuh kaya, gua gak bisa. Ruang lingkup gua tuh kaya cuma dia doang, gak bisa ke yang lain, gua gabisa bergerak, gak bisa napas," jelasnya.

Ia juga bercerita, saat berpacaran dengan mantannya, ia sedang melakoni usaha masker wajah. Ketika itu ada costumer pria yang membeli masker wajahnya. Tapi, mantannya tidak mengizinkan pria itu membeli dan memblokir akun costumer pria itu agar tidak bisa menghubunginya.

"Oiya itu kan gua sempet pernah jualan di Instagram gitu, nah ada yang beli cowo dan dia ngeblok yang mau beli itu, kan aneh banget ya. Ya gua ngerasa nih orang kenapa ya, gua rasa stress nih orang kan gitu," Imbuh Nykent.

Mulai saat itu, mantannya melarang Nykent untuk bermain dengan teman sendiri dan harus selalu bersama mantannya. Ia tidak di beri kebebasan, dan selalu diatur oleh mantannya.

"Dia ngelarang gua bertemen sama temen gue sendiri, pokoknya ngelarang intinya tuh cuma boleh sama dia. Padahal gue tuh nggak senyaman itu sama dia loh," ungkap Nykent.

Setelah kejadian-kejadian yang ia dapatkan, akhirnya ia menyadari bahwa hubungannya tidak sehat atau ia berada pada toxic relationship. Yang membuatnya tidak nyaman untuk menjalani hubungan itu lagi. Akhirnya ia memutuskan untuk mengakhiri semua kontak dengan mantannya agar bisa terbebas dengan kejadian-kejadian yang sudah dialaminya.

Menurut Nykent, jalan utama agar terbebas dari toxic relationship atau hubungan tidak sehat adalah keluar dari hubungan itu sendiri. Kalau hanya bertahan dan berdiam di hubungan yang tidak sehat itu, pasti tidak akan ada hasilnya atau pun perubahannya.

Setelah kejadian ini, ia lebih hati-hati dalam memilih pasangan. Harapannya agar tidak jatuh ke lubang yang sama atau tidak mendapatkan pasangan seperti mantannya lagi.

Saat ia sudah melepaskan mantannya dan mendapatkan pasangan baru, Nykent merasa dirinya jauh lebih bahagia dari sebelumnya. Dan ia merasa nyaman berada dalam hubungannya. Akhirnya Nykent merasakan hubungan yang sehat. Tak perlu ada, aturan-aturan berlebihan yang membuat dirinya merasa terkekang lagi.

(Risma Dewi Indriani)

Berita terkait
Lima Tips Agar Tidak Terjebak Insecure atau Rasa Tidak Aman
Orang yang fokus pada kekurangan dirinya saja dan melupakan kelebihannya sangat berbahaya, berikut tips agar tidak tejebak dalam insecure.
Empat Buah Aman untuk Penderita Asam Lambung
Penderita asam lambung harus mengatur pola makan yang sehat dan seimbang. Berikut beberapa buah yang aman dikonsumsi untuk penderita asam lambung.
10 Manfaat Lidah Buaya yang Wajib Kamu Ketahui
lidah buaya juga dapat dimanfaatkan untuk perawatan kecantikan dan kesehatan, simak ulasan berikut untuk mengetahui beragam manfaat lainnya.
0
Prakiraan Cuaca Jakarta, Selasa 1 Juni 2021
BMKG menyampaikan peringatan dini waspada potensi hujan, kilat, petir, dan angin kencang, di wilayah Jakpus, Jakbar, Jaksel, dan jaktim.