UNTUK INDONESIA
Menengok Desa Ciu untuk Hand Sanitizer di Banyumas
Desa Wlahar merupakan salah satu desa penghasil ciu di Banyumas. Ciu Walahar saat ini digunakan untuk bahan pembuatan hand sanitizer
Perajin ciu di Desa Wlahar memperlihatkan proses fermentasi ciu buatannya. Seiring kelangkaan alkohol untuk hand sanitizer, ciu Wlahar mulai diproduksi guna dijadikan bahan pembuatan cairan pembersih pencegah penularan virus corona. (Foto: Tagar/Abdul Wahid)

Banyumas - Nama Desa Wlahar di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, cukup menyita perhatian publik Tanah Air di tengah kondisi darurat coronavirus disease 2019 atau Covid-19. Ini setelah ciu, minuman tradisional produksi warga di desa itu mampu menjawab keresahan masyarakat akan langkanya hand sanitizer.

Cairan pembersih berbahan alkohol untuk mencegah penularan penyakit yang disebabkan virus corona ini jadi sulit ditemukan lantaran banyak dibeli masyarakat. Bupati Banyumas Achmad Husein pun tergerak untuk memproduksi hand sanitizer berbahan ciu asal Desa Wlahar. Ciu di-up grade hingga menghasilkan alkohol sesuai standar yang dibutuhkan untuk pembuatan hand sanitizer.

Tidak sulit untuk mencari desa yang secara administratif masuk wilayah Kecamatan Wangon ini. Lokasinya sekitar dua kilometer di sisi utara kantor Kecamatan Wangon atau ke arah Ajibarang. 

Memasuki desa tersebut, suasana yang ada tidak berbeda dengan suasana desa lain di Banyumas. Rumah penduduk berjajar dengan rerimbunan pohon di sekitarnya, merupakan ciri khas yang mudah didapat di kawasan perdesaan pada umumnya.

Hanya saja, derap pembangunan kentara di Wlahar. Jalan desa yang halus beraspal menandakan wilayah tersebut bukan termasuk desa miskin. Apalagi jika menilik sejumlah rumah warga yang sudah dibangun permanen, dengan kendaraan roda empat pribadi terparkir di depannya.

Tagar mengunjungi Desa Wlahar pada Minggu, 22 Maret 2020. Seorang warga nampak tengah sibuk menjemur kayu di samping rumah yang juga terlihat tumpukan kayu bakar cukup banyak. Ada pula drum plastik berjajar berisi cairan dengan bau cukup menyengat. Bau khas cairan fermentasi di proses pembuatan ciu.

Sebagian warga di sini memproduksi ciu, sudah turun temurun dan menjadi mata pencarian warga.

ciu banyumas1Bak air pendingin untuk mendukung proses penyulingan ciu buatan warga Desa Wlahar, Banyumas. Ciu Wlahar saat ini dibutuhkan untuk bahan pembuatan hand sanitizer. (Foto: Tagar/Abdul Wahid)

Kepala Desa Wlahar Narsim membenarkan desanya merupakan salah satu daerah penghasil ciu di Banyumas. Pembuatan minuman beralkohol hasil fermentasi gula merah dan bahan lain ini sudah berlangsung ratusan tahun sejak zaman kolonial.

"Sebagian warga di sini memproduksi ciu, sudah turun temurun dan menjadi mata pencarian warga," kata dia.

Seiring waktu, produksi ciu Desa Wlahar tak lagi melulu untuk kebutuhan minuman penghangat alternatif di tengah penetrasi minuman beralkohol produksi luar daerah maupun produk impor. Menurut Narsim, ciu desanya juga dibutuhkan untuk keperluan pijat tradisional dan kebutuhan medis.

Seperti di masa darurat Covid-19 saat ini. Di kala alkohol dan hand sanitizer banyak diburu hingga membuat ketersediaannya menipis, ciu Desa Wlahar menjadi solusi. Maka para perajin ciu Wlahar mulai memproduksi minuman berwarna putih bening itu dengan kadar alkohol yang lebih tinggi, minimal 80 persen. Sebab hand sanitizer tidak bisa dibuat dari ciu yang peruntukannya hanya untuk sarana pengakraban dalam bergaul.

Dan hasilnya cukup menjanjikan. Bupati Achmad Husein tergerak membikin sendiri hand sanitizer dari ciu. Sebanyak 400 botol berisi hand sanitizer berbahan alkohol Wlahar berhasil dibuat dan dibagikan gratis ke warga pada Senin, 23 Maret 2020. Ia pun bersiap mendirikan posko isi ulang hand sanitizer untuk warga yang belum kebagian.

Narsim menambahkan sekitar 550 perajin ciu di Wlahar mampu memproduksi sedikitnya 2.000 liter ciu per hari. Ciu terbuat dari campuran bahan gula merah, tape, singkong serta bahan lain. 

Bahan-bahan tersebut kemudian diolah dan dimasukkan dalam tong plastik untuk difermentasi selama 15 hari. Beda dengan ciu untuk diminum, ciu dengan kadar alkohol tinggi untuk keperluan medis butuh proses yang lebih lama. 

"Ciu dengan kadar alkohol 80 persen, maka hasil ciu harus disuling dua kali, sehingga hasilnya bisa maksimal," ujar dia.

Pembeli ciu Wlahar, Edy Wahono mengaku menggandeng pihak medis untuk membuat hand sanitizer berbahan ciu. "Ciu dengan kadar alkohol 80 persen itu biaya produksi mahal, selain itu proses penyulingan juga butuh waktu lebih lama, setiap 35 liter ciu biasa bisa menghasilkan 5,5 liter ciu dengan kadar alkohol 80 persen," tutur dia.

Dengan kondisi darurat saat ini, Edy akhirnya tergerak untuk membuat dan membagikan hand sanitizer berbahan ciu secara cuma-cuma ke masyarakat. Hand sanitizernya banyak menyasar komunitas ojek di di Kecamatan Rawalo. Terlebih saat ini banyak pemudik dari Jakarta yang pulang kampung.

"Sekarang intensitas pemudik cukup banyak, warga di kampung juga khawatir, tukang ojek menjadi sangat rentan terinfeksi virus. Selain untuk melindungi tukang ojek, mereka juga bisa memberikan hand sanitizer bagi pemudik," ucap dia.

Edy menambahkan sejak tahun 2007 telah mendampingi produsen ciu di Banyumas. Malah sudah pernah mengajak para perajin untuk studi banding ke Bekonang, di Kabupaten Sukoharjo. Di Sukoharjo, minuman beralkohol yang dihasilkan berasal dari tetesan tebu. 

"Ini yang membedakan, kalau di sini pakai gula merah. Bila perlu produksi di Banyumas juga menggunakan tetes tebu maka biaya produksinya juga bisa lebih murah," kata dia. []

Baca juga: 

Lihat foto: 

Berita terkait
Banyumas Sukses Bikin Hand Sanitizer Berbahan Ciu
Hand sanitizer berbahan alkohol dari cui produksi Desa Wlahar dibagikan gratis kepada masyarakat.
Ciu Banyumas Disiapkan untuk Bahan Hand Sanitizer
Bupati Banyumas Achmad Husein sudah memesan alat yang bisa meningkatkan kadar alkohol di ciu. Alkohol di ciu akan dijadikan bahan hand sanitizer.
Partisipasi Mahasiswa UMM di Magelang Perangi Corona
Kampus UMM Magelang punya program Mahasiswa Tangkis Virus Corona dengan Gembira. Salah satunya dengan membuat dan membagi gratis hand sanitizer.
0
Pengakuan Menantu Bunuh Sadis Mertua‎ di Pemalang
Pembunuhan menantu terhadap mertua di Pemalang terungkap jelas. Sang menantu akhirnya membeber penyebab ia menggorok leher mertuanya.